Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Kartu SIM Card ada celah keamanan nya
      Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker.
      • 0 replies
    • Telegram Sindir Whatsapp
      WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak.

      Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp.
      • 4 replies
    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
  1. kacau

    kacau

  2. kotawa

    kotawa

  3. qbonk

    qbonk

  • Similar Content

    • By monica_pendong
      Networking adalah salah satu kesempatan besar bagimu untuk mendapatkan kemajuan pesat dalam karier. Ini adalah kesempatanmu keluar dari “zona nyaman” dan menjalin hubungan dengan orang lain.
      Tapi berkenalan saja tidak cukup. Kamu juga harus memberi kesan menarik, serta membangun fondasi untuk relasi jangka panjang.
      Biron Clark, pakar rekrutmen dan founder situs Career Sidekick, mengatakan bahwa ada sebuah strategi yang bisa membuatmu lebih menonjol dan berkesan dalam networking. Dengan strategi ini, meski lawan bicaramu baru saja bertemu seratus orang di hari yang sama, ia akan tetap mengingatmu sebagai orang yang berbeda dari lainnya.
      Clark menyebutnya strategi “Super-Connector”.
      Bagaimana Super-Connector bekerja?
      Apa itu Super-Connector?
      Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini:
      Untuk mencapai hal ini, ada beberapa macam contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan. Misalnya:
      Apa hal yang menurut kamu paling menarik saat ini? Apakah ada tantangan besar yang sedang kamu hadapi? Apa rencana besar yang sedang kamu persiapkan? Jika kamu tidak menjalani pekerjaanmu sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya contoh. Pada praktiknya, kalimat yang kamu gunakan tentu tidak akan sama persis. Selain itu, jangan lupa bahwa dasar-dasar komunikasi yang baik (seperti cara berbicara atau bahasa tubuh) tetap penting untuk kamu perhatikan.
      Katakanlah kamu berkenalan dengan orang yang ingin membangun startup, tapi dia bukan engineer/programmer. Kamu bisa berkata, “Kebetulan, saya juga punya kenalan yang dulunya bukan programmer tapi sekarang jadi founder startup teknologi. Minggu ini saya akan coba memperkenalkan kalian, barangkali dari situ kamu bisa mendapat ide.”
      Memberi manfaat dua arah
      Strategi Super-Connector sangat efektif untuk memunculkan kesan baik di mata orang yang baru kamu kenal. Berikut alasannya:
      Mendorongmu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini akan memunculkan kesan bahwa kamu memang menaruh minat pada si lawan bicara. Membuatmu menonjol karena kamu datang untuk memberi, bukan meminta. Kebanyakan orang saat networking hanya meminta bantuan atau saran. Secara alami membuatmu mendapatkan informasi kontak si lawan bicara. Memberimu kesempatan untuk mengontak lagi di masa depan. Ingat, untuk membangun relasi yang bermakna, satu pertemuan saja tidak cukup. Menunjukkan bahwa kamu orang yang perhatian dan mau membantu orang lain. Ini adalah sifat yang akan membuat orang lain menghormatimu. Dalam proses memberi manfaat itu, kamu akan mengenal lawan bicaramu lebih mendalam, dan pada akhirnya akan terjalin relasi yang kuat di antara kalian.
      Saat pertama kali mencoba menerapkan Super-Connector, mungkin kamu masih akan kaku dan terbata-bata. Tapi seiring pengalaman, sikap “mendahulukan kepentingan orang lain” ini akan tertanam dalam dirimu secara natural. Dengan tidak berusaha menonjolkan dirimu, kamu justru akan menjadi lebih menonjol. Selamat mencoba!
    • By c0d1ng

      Pemanfaatan maupun beban kerja cloud secara global terus meningkat, demikian pula dengan lalu lintasnya yang diramalkan meningkat lebih dari empat kali ipat di akhir 2019 nanti, dan Internet of everything termasuk salah satu pendorong utamanya.
      Baru-baru ini Cisco merilis laporan tahunan Global Cloud Index (2014-2019) yang kelima , dan laporan tersebut meramalkan bahwa lalu lintas cloud dunia akan meningkat dari 2,1 menjadi 8,6 zettabyte (ZB) di tahun 2019 nanti. Angka itu bahkan disebut Cisco melebihi pertumbuhan total lalu lintas data center global, yang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam periode waktu yang sama (dari 3,4 sampai 10,4 ZB).
      Berdasarkan wilayah, Amerika Utara akan memiliki volume lalu lintas cloud tertinggi (3,6 ZB) pada tahun 2019; diikuti oleh Asia Pasifik (2,3 ZB) dan Eropa Barat (1,5 ZB). Untuk lalu lintas data center, Amerika Utara juga masih memimpin dengan angka 4,5 ZB; diikuti oleh Asia Pasifik (2,7 ZB) dan Eropa Barat (1,8 ZB)
      Ada beberapa faktor yang mendorong akselerasi pertumbuhan lalu lintas cloud dan transisi menuju layanan cloud, termasuk di antaranya peningkatan permintaan penyimpanan cloud pribadi seiring pertumbuhan jumlah perangkat genggam; pertumbuhan popularitas layanan public cloud untuk bisnis; dan pertumbuhan virtualisasi di private cloud yang meningkatkan kepadatan beban kerja cloud. Pertumbuhan koneksi mesin-ke-mesin (M2M) juga berpotensi mendorong lebih banyak lalu lintas cloud di masa yang akan datang.
      “Global Cloud Index menggarisbawahi fakta bahwa cloud bergerak melampaui tren wilayah dan menjadi solusi utama di dunia, dengan lalu lintas cloud diharapkan bertumbuh melebihi 30 persen di seluruh wilayah di dunia dalam lima tahun ke depan,” ujar Doug Webster, Vice President of Service Provider Marketing, Cisco.
      “Perusahaan dan organisasi pemerintah mulai berpindah dari lingkungan uji coba cloud menuju layanan cloud terpercaya untuk beban kerja penting mereka. Di saat yang sama, konsumen terus mengharapkan akses on-demand setiap saat atas layanan dan konten mereka hampir dimanapun. Ini menciptakan kesempatan besar untuk operator layanan cloud, yang akan memerankan peran yang semakin relevan  di lingkungan industri komunikasi.”
      Cisco juga memperkirakan bahwa Internet of Everything (IoE)—koneksi antara masyarakat, proses, data, dan benda—akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan lalu lintas cloud dan data center. Berbagai macam aplikasi IoE menghasilkan volume data dalam jumlah besar yang dapat mencapai 507,5 ZB per tahun (42,3 ZB per bulan) pada tahun 2019. Angka tersebut 49 kali lebih besar dari lalu lintasdata center yang diproyeksikan mencapai 10,4 ZB di tahun 2019. Sebuah smart city dengan 1 juta penduduk akan menghasilkan data sebesar 180 juta gigabyte per harinya pada tahun 2019.
      Dewasa ini, 73 persen dari data yang tersimpan di perangkat klien berada di PC. Namun empat tahun lagi, 51% data tersebut akan berpindah ke perangkat non-PC (seperti smartphone, tablet, modul M2M, dan lainnya).
      Dengan volume data tersimpan yang semakin meningkat, Cisco memperkirakan akan terjadi peningkatan penggunaan dan permintaan atas penyimpanan cloud konsumen. Secara global, lalu lintas penyimpanan cloud konsumen per pengguna akan mencapai 1,6 gigabyte per bulan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 992 megabyte per bulan di tahun 2014.
      Pada tahun 2019, 55 persen populasi internet rumahan (lebih dari 2 milyar pengguna) akan menggunakan penyimpanan cloud pribadi (bertambah dari 42 persen di tahun 2014). Sebagai contoh, proyeksi ini memperkirakan bahwa pada tahun 2017, lalu lintas smartphone global (201 exabyte per tahun) akan melebihi jumlah data yang tersimpan (179 exabyte per tahun) pada perangkat tersebut – mengharuskan kebutuhan akan kemampuan penyimpanan melalui cloud yang lebih besar.
    • By c0d1ng
      Kali ini saya akan menjelaskan fungsi dan kegunaan modular jack atau juga sering disebut keystone jack termasuk rj45 dan rj11.
       
      Pada dasarnya membangun jaringan atau merancang jaringan jika tidak menggunakan modular jack tidak mengapa, karena jika kabel utp atau stp dari port switch langsung ke komputer sudah bisa terkoneksi, hanya saja kita disini lebih membahas ke perancangan struktur ke waktu yang akan datang jika jaringan mau diubah posisi client atau replacement.
       
      Fungsi modular jack adalah sebagai connector female yang dihubungkan dari patch panel ke modular jack dan dari modular jack dihubungkan lagi dengan patch cord untuk disambungkan ke computer, telephone, printer atau wireless router jika diperlukan.
       
      Baiklah saya ilustrasikan dengan petunjuk berikut :
      Kabel utp atau stp diterminasi dengan patch panel menggunakan Punch Down Tool Pada dasarnya patch panel itu modular jack juga, hanya saja diberi frame untuk dipasang di rack server.
      Ujung kabel Utp atau stp di terminasi dengan modular jack dengan punch down tool Modular jack pada umumnya dijadikan wallplate atau faceplate dan ada juga yang menyebut outlet data seperti saklar listrik.
      Port pada modular jack dihubungkan dengan patch cord ke computer, telephone, printer atau wireless router jika ingin menghubungkan ke telephone maka gunakan modular jack dan patch cord rj11
      Mungkin Anda sedikit sudah mengerti tentang instalasi jaringan menggunakan modular patch panel. jadi bagaimana jika kita tidak menggunakan modular jack atau wallplate ?
       
      Mungkin kedepan kita akan kesulitan untuk maintenance, contoh jika computer mau digeser atau dipindah maka kita harus mengganti kabel utp/stp yang sudah ditarik.
       
      Akan tetapi jika menggunakan modular jack atau wallplate yang kita ganti hanya patch cord.
    • By c0d1ng
      Seringkali kita kesal, jika mendownload atau mengunduh file dokumen, lagu atau film di internet selalu lama, jaringan lelet, terkadang suka putus di tengah. Tentunya itu membuat kita enggan kembali melakukan hal yang sama.
       
      Tetapi kini peneliti dari Eindhoven menciptakan sebuah jaringan serat fiber multi-inti, yang mampu membantu mengunduh dengan kecepatan 0,03 milidetik, sedangkan kecepatan kedipan mata kita sekitar 300 milidetik, super cepat.
       

       
      Teknologi ini menggunakan serat dengan tujuh inti yang berbeda, yang mampu mentransfer data hingga 255 terabyts setiap detiknya. Bayangkan jika mengunduh film yang mempunyai file 700 MB, mungkin bisa diunduh kurang dari satu detik, saking cepatnya.
       
      Pemimpin penelitian, Dr. Chigo Okonkwo mengatakan: "Dengan ukuran diameter kurang dari 200 microns, serat ini mampu meningkatkan kemampuannya dibandingkan dengan serat yang ada saat ini."
       
      Teknologi canggih ini akan merevolusi jaringan internet dunia, dan transfer data bukan lagi dengan megabytes/seconds (mbps) tetapi akan menjadi petabytes/seconds.
       
      Namun untuk menerapkan teknologi ini perlu pembaruan pada routers, peranglat dan website, sehingga permintaan netizen bisa terpenuhi. Namun belum diketahui kapan dunia siap mempraktikkan teknologi ini. Lalu bagaimana dengan negara kita?
    • By apanjiegumilang
      PERSAINGAN CDMA DAN GSM
       

       
      Masyarakat mulai merasakan manfaat kompetisi di sektor telekomunikasi dan persaingan teknologi serta persaingan bisnis antar-operator memberi alternatif pilihan yang menguntungkan. Dengan masuknya Telkomflexi yang berbasis teknologi CDMA (code division multiple access), maka sekarang masyarakat dapat menikmati layanan telepon seluler dengan tarif telepon tetap PSTN. Jadi telepon seluler bukan barang mewah lagi.
        Dalam menangani persaingan ini, peranan dan konsistensi regulator benar diuji. Yaitu bagaimana kebijakan dan kebijaksanaan regulasi sektor telekomunikasi untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan para pemain bisnis.   Permasalahan utama pemerintah selama ini adalah bagaimana mempercepat penambahan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Kepadatan telepon (teledensitas) sampai saat ini baru 3,7 persen, atau rata-rata tiga telepon di antara seratus penduduk. Tentunya angka ini akan lebih kecil lagi untuk di daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil yang bisa hanya mencapai 0,01 persen saja. Diperlukan terobosan-terobosan teknologi dan regulasi untuk mendongkrak angka teledensitas Indonesia yang sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita.  
      Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system)   Teknologi GSM lebih unggul, kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi. Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap. Tren ini akan berjalan terus karena di samping fitur-fiturnya lebih menarik, telepon seluler masih merupakan prestise, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Namun, sampai saat ini telepon seluler masih merupakan barang mewah, tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Tarifnya masih sangat tinggi dibandingkan dengan telepon tetap PSTN (public switched telephone network), baik untuk komunikasi lokal maupun SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), ada yang mencapai Rp 4.500 per menit flat rate untuk komunikasi SLJJ. Namun, berapa pun tarif yang ditawarkan operator seluler GSM, karena tidak ada pilihan lain, apa boleh buat, diambil juga. Terutama karena telepon PSTN tidak bisa diharapkan. Jadi, masuknya CDMA menjanjikan solusi teknologi yang ekonomis untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam mempercepat penambahan PSTN. Apalagi, CDMA datang dengan teknologi seluler 3G, yang menawarkan fitur-fitur yang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi GSM. Keunggulan ini sekaligus dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat modern.   Mengapa CDMA bisa murah? Suatu kali seorang mahasiswa di lift tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu dan saya hanya berkometar, jangan-jangan GSM yang kemahalan. CDMA datang dengan harga 200 dollar AS per SST (satuan sambungan telepon), jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi akses lainnya selama ini di Indonesia sehingga PT Telkom berani memberikan tarif murah. Padahal, CDMA lebih canggih dan lebih unggul dibandingkan dengan GSM.   Kalau begitu, perlu dipertanyakan kembali bagaimana sebenarnya iklim bisnis seluler GSM selama ini termasuk pemain-pemain yang berperan dibalik semua itu. Mulai dari vendor, operator, dan regulator, siapakah yang paling diuntungkan, meski yang jelas bukan masyarakat sebagai konsumen. Apalagi jika diperhatikan skema kerja sama antara vendor dengan para operator dalam pola pengadaan atau pembelian teknologi. Pedihnya lagi, adakah transfer teknologi yang berarti buat negara kita? Sudah hampir satu dekade, vendor- vendor teknologi jaringan GSM masuk dan berbisnis di Indonesia, kenyataannya kita hanya dijadikan pembeli dan pemakai teknologi semata.   Sekarang dengan masuknya teknologi CDMA dari kubu lain dengan pelaku bisnis baru apakah itu dari Amerika, Jepang, Korea, atau Cina, diharapkan iklim bisnisnya akan lebih terbuka. Perlu dicermati apakah ada itikad baik pemain baru itu untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia kita. Tentu pemerintah dan para operator harus mempunyai kekuatan negosiasi yang kuat, jangan sampai mereka datang dengan sederet permintaan dan syarat untuk memudahkan mereka berbisnis, sementara kita tidak tahu mau minta apa kepada negara mereka. Meskipun kita tak mempunyai keunggulan kompetitif dalam teknologi ini, tetapi potensi pasar yang menjanjikan, bisa dijadikan kekuatan tawar, misalnya untuk memperjuangkan transfer teknologi yang nyata. Hal lain yang perlu dicermati adalah jangan sampai terjadi ketergantungan pada satu atau dua vendor seperti pengalaman kita terdahulu dengan Siemens. Dari aspek teknologi, baik GSM atau CDMA merupakan standar teknologi seluler digital, hanya bedanya GSM dikembangkan oleh negara-negara Eropa, sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Tetapi perlu diperhatikan bahwa teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus seperti bisa dilihat pada skema. Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih teknologi. Ketika kita memilih CDMA, maka selanjutnya harus mengikuti jalur up-grade CDMA terus. Perlu diingat, up-grade jaringan dalam satu jalur teknologi akan lebih gampang dan lebih murah dibandingkan migrasi ke teknologi lain.   Kinerja jaringan merupakan kriteria berikutnya yang harus diperhatikan dalam pemilihan teknologi. Kinerja jaringan seluler sangat tergantung efisiensi pemakaian spektrum frekuensi dan sensivitas terhadap interferensi karena spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang sangat terbatas. Untuk meningkatkan efisiensi spektrum frekuensi, maka dilakukan teknik penggunaan kembali frekuensi re-used, mempergunakan kembali frekuensi yang sama pada sel lainnya pada jarak tertentu supaya tidak terjadi interferensi. Teknologi CDMA memiliki kapasitas jaringan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi GSM dan frekuensi yang sama dapat dipergunakan pada setiap sel yang berdekatan atau bersebelahan sekalipun.   Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM.   Mobilitas terbatas Mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi seluler dibandingkan telepon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses jaringan untuk melakukan komunikasi dari mana saja dan di sini letak perbedaan dengan telepon tetap.   Konsep desain teknologi seluler menjamin mobilitas setiap pelanggan untuk melakukan komunikasi kapan pun dan di mana pun dia berada. Jadi dari aspek teknologi, tidak ada batasan mobiltas pelanggan bahkan jelajah (roaming) internasional dapat dilakukan.   Kalau dilakukan pembatasan, apalagi jika dibatasi penggunaan teknologi itu hanya dalam satu sel, pelanggan hanya bisa melakukan komunikasi atau mempergunakan teleponnya dalam daerah cakupan BTS (base transceiver station) di mana dia berlangganan.   Untuk Jakarta tentu sangat tidak efektif dan tidak efisien karena misalnya pelanggan yang punya rumah di Jakarta Timur, bekerja di Jakarta Pusat, atau belanja ke Glodok, teleponnya sudah tidak bisa dipergunakan. Di samping itu, pembatasan ini bisa dimanfaatkan operator untuk menambah biaya roaming antarsel yang tentu akan merugikan, mempersulit, atau membodohi masyarakat. Jangan sampai karena persaingan bisnis para operator lalu masyarakat dikorbankan. Jika pembatasan tetap ingin dilakukan, tentu perlu dipikirkan batasan yang wajar. Misalnya, batasan cakupan meliputi Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi).   Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi India sekitar tahun 2000 ketika para operator GSM khawatir bisnis mereka terancam saat CDMA masuk. Pemerintah memberikan izin teknologi seluler CDMA-WLL dioperasikan untuk mempercepat infrastruktur PSTN mereka, untuk mencapai target 7 persen teledensitas pada tahun 2005 mendatang. Sampai sekarang, Pemerintah India tetap konsisten mempertahankan teknologi CDMA, dengan mobilitas tetap dibatasi, tetapi daerah cakupan cukup luas yaitu kira-kira satu provinsi.   Menghadapi persaingan bisnis yang makin sengit dan siklus serta persaingan teknologi yang makin cepat, dalam menentukan kebijakan dan kebijaksanaannya, regulator harus melihat dari segala sudut pandang dengan suatu kajian yang komprehensif, tidak parsial. Dan yang lebih penting lagi, harus mampu mengantisipasi segala perubahan yang mungkin terjadi supaya tidak ketinggalan terus. Dengan adanya konvergensi teknologi telekomunikasi dengan teknologi informasi, kebijakan lisensi seharusnya tidak lagi tergantung teknologi maupun jasa. Setiap operator bebas memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok untuk meningkatkan daya saing mereka, agar bisa menawarkan jasa kepada masyarakat dengan tarif yang rendah. Regulator benar-benar harus independen, tidak memihak kepada teknologi atau vendor mana pun.   Lebih jauh lagi, liberalisasi sektor ini menuntut regulator untuk menjaga kesinambungan layanan kepada masyarakat, jangan sampai terjadi cherry picking yang mungkin dilakukan oleh pemain-pemain baru. Saat mereka terjepit, mereka begitu saja berangkat tanpa memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat. Biasanya kasus ini terjadi pada negara-negara berkembang di mana hukum dan regulasi masih sangat lemah, seperti pernah terjadi di India sehingga langkah-langkah strategis perlu dipersiapkan baik oleh regulator maupun operator. Misalnya untuk mengantisipasi persaingan, sebaiknya operator GSM mulai memikirkan alternatif solusi teknologi apakah up-grade atau migrasi.   Oleh karena itu, peran pemerintah dan regulator tetap sangat dibutuhkan untuk menjaga kepentingan masyarakat suatu negara terutama dalam masa transisi dari monopoli ke kompetisi. Bagi negara kita, yang sampai saat ini hanya jadi pembeli dan pemakai teknologi tersebut, tentu harus pintar- pintar memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai terpaku pada suatu teknologi atau pada satu-dua vendor saja. Kita harus bisa mobile secara bebas, tidak limited mobility.   Asmiati Rasyid Pusat Studi Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Pengajar Sekolah Tinggi Management Bandung Sumber: Kompas Cyber Media
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy