Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Kartu SIM Card ada celah keamanan nya
      Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker.
      • 0 replies
    • Telegram Sindir Whatsapp
      WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak.

      Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp.
      • 4 replies
    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
Sam

Tamu Massif, Gunung Api Mega Besar Dibawah Samudera Pasifik!

Recommended Posts

post-1-0-60001600-1392338128_thumb.jpg

 

Satu lagi gunung berapi super besar ditemukan di bumi. Gunung berapi ini tidak tinggi, namun gunung berapi ini adalah yang terbesar. Dan bukan hanya yang terbesar di bumi saja, namun juga yang terbesar di sistem tata surya kita.

 

Para peneliti dari University of Houston telah menemukan sebuah struktur yang telah lama menghilang di bawah Samudera Pasifik. Gunung ini sangat besar, bahkan begitu besarnya hingga tak begitu tampak sebelumnya.

 

Struktur yang berbentuk gunung berapi bernama Tamu Massif ini rupanya juga memiliki ukuran yang tak main-main.

 

Gunung ini dinamai TAMU singkatan dari Texas A & M University. Sedangkan “Massif” adalah sebutan untuk berbagai jenis struktur pegunungan.

 

Dalam hal ini Tamu Massif termasuk tipe Shield volcano atau gunung yang kubah atau kawahnya masih menutup.

 

Temuan gunung ini sebanding dengan ukuran New Mexico atau Kepulauan Inggris. Begitu besarnya gunung ini hingga terlihat tak terlalu tinggi yang diakibatkan oleh maha luasnya gunung ini.

 

Masih menurut peneliti, lebar dari gunung api ini saja, sekitar 643 km. Namun semuanya masih ada dibawah lautan luas, yaitu dibawah Samudera Pasifik.

 

Posisi gunung super besar ini ada di sebelah Barat Laut dari Samudera Pasifik yang dikenal sebelumnya sebagai daerah Shatsky Rise dan negara yang paling dekat dengan gunung ini adalah Jepang (lihat via satelit).

 

Jadi dari Jepang arahnya ada di sebelah timur dari Jepang atau berada sekitar 1.600 kilometer (990 mil) dari pantai Jepang.

 

Geologi Gunung Tamu Massif

 

post-1-0-53690100-1392337971.jpg

Perbandingan gunung tertinggi di planet Bumi, Mauna Loa Hawaii (garis hijau) , gunung tertinggi di tata surya, Olympus yang ada di planet Mars (garis biru) dan gunung terbesar di planet Bumi, Tamu Massif (garis kuning)

 

Puncak gunung Tamu Massif masih berada sekitar 2.000 meter (2 km) dibawah muka lautan Pasifik atau sekitar 6.500 kaki. Dan penampang taau alasnya gunung Tamu Massif ini memanjang sekitar 6,4 kilometer atau 4 mil.

 

Sedangkan luasnya area gunung ini selebar 450 kilometer sampai 650 kilometer (280 mil × 400 mil) atau lebih dari 260.000 kilometer persegi (100.000 sq mil).

 

Kubah bulat memanjang di area seluas 280 sampai 400 mil (450 kilometer dengan 650), dengan total lebih dari 100.000 mil persegi, jauh lebih besar dari gunung Mauna Loa (2.000 mil persegi)

 

Artinya, hanya 20% lebih kecil dari Mars raksasa gunung Olympus Mons di Mars yang merupakan gunung terbesar setata surya.

 

Jika dibandingkan, maka ukuran gunung berapi Tamu Massif ini sama lebarnya dengan kepulauan Inggris Raya dan bisa disejajarkan lebar kawasannya dengan Olympus Mons.

 

Selama ini diketahui bahwa gunung tertinggi di planet Bumi adalah gunung Mauna Loa di Hawaii yang membuat hingga pulau Hawaii dapat muncul ke atas permukaan Samudera Pasifik yang sangat dalam.

 

Sedangkan untuk gunung Everest sebenarnya adalah gunung yang tertinggi yang diukur hanya dari atas permukaan air laut hingga ke puncaknya saja.

 

Artinya jika Everest dibandingkan dengan Mauna Loa dari kaki gunung masing-masing, maka Everest masih kalah dalam hal tingginya dibanding Mauna Loa. Sedangkan gunung tertinggi di tata surya masih disandang oleh gunung Olympus Mons yang ada di planet Mars.

 

Kembali ke gunung “bawah laut” Tamu Massif yang lebarnya ratusan kilometer, maka gunung ini luasnya melebihi gunung-gunung di planet bumi yang dikenal selama ini sebagai “Super Volcano”.

 

Lalu para peneliti mengkategorikan gunung Tamu Massif yang luas kawasannya mencakup wilayah ratusan kilometer ini sebagai “Mega Volcano“.

 

Menurut perhitungan, Tamu Massif diperkirakan terbentuk sekitar 145 juta tahun lalu. Penemuan sebagai gunung berapi tunggal di dalam area Shatsky Rise ini membuat gunung ini sebagai gunung berapi terbesar di Bumi, melebihi Mauna Loa.

 

“Kami tahu ini merupakan sesuatu yang berapi. Masalahnya kami tak mengetahui apa yang sebenarnya ada di sana. Kami tak mengetahui strukturnya dengan jelas,” kata William Sager, pemimpin penelitian.

 

Penemuan gunung berapi terbesar ini sendiri pertama kali dilakukan dengan menggunakan kapal untuk menuju Pasifik. Peneliti kemudian berhenti di Shatsky Rise, sebuah semenanjung yang kemudian diketahui berada dalam struktur Tamu Massif yang seluruh massanya terdiri dari basal.

 

Struktur lerengnya sangat bertahap, mulai dari kurang dari setengah derajat hingga satu derajat didekat puncaknya.

 

Dengan menggunakan lineations magnetik, ada tiga bathymetric (batimetri) tertinggi dan punggung bukit rendah yang menyiratkan ada tiga gunung berapi yang terpisah, tetapi model kepala yang menyembul menunjukkan bahwa gunung ini adalah gunung berapi tunggal yang besar. Artinya, jika meledak maka lelehan magmanya akan meluber ke mana-mana.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest news
      By Guest news
      Setelah statusnya naik ke level II atau Waspada, Kamis (24/5), Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan peningkatan aktivitas lagi.
       
    • By Silvia_caroline
      Mount Roraima merupakan tempat luar biasa yang indah yang ada di negara Venezuela. Gunung batu ini berbentuk unik karena seperti datar seperti permukaan meja yang berada di awan. Tingginya 400 meter.
      Satu satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu adalah dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Cara lain yang tidak disarankan adalah yang biasa dilakukan para pemanjat tebing. Di sana hujan nyaris turun setiap hari, menghanyutkan tanaman tanaman menjalar yang berada di atas atap. Walhasil, atap gunung itu menjadi unik, karena bersih dari apapun datar seperti permukaan meja.

      Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle-menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. dia melakuan pendakian ke gunung Roraima-untuk melakukan eksplorasi dalam riset pencarian spesies tanaman prasejarah dan dinosaurus yang diyakini hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung.
      Conan-Doyle diilhami oleh ahli botani Inggris Everard Im Thurn yang pada 18 Desember 1884 dengan Harry Perkins, mereka merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Roraima. Im Thurn dan Perkins bukan orang Eropa pertama yang melihat Gunung Roraima, orang pertama eropa yang melihatnya adalah seorang penjelajah Jerman Robert Schomburgk seorang ilmuwan penjelajah daerah Britains Royal Society pada 1838.

      Im Thurn dan Perkins mendaki Gunung Roraima dari tenggara dengan apa yang sekarang disebut Im Thurn rute, satu-satunya cara termudah untuk mencapai puncak. dalam ekspedisiNya Im Thurn harus berjuang menempuh jarak ratusan kilometer juga melewati sungai dan hutan-hutan liar beserta binatang buas yang berbahaya.
      Setelah Im Thurn dan Perkins, banyak ekspedisi ilmiah Inggris yang datang untuk mengumpulkan dan melakukan penelitian mengenai flora dan fauna aneh yang ada di gunung roraima dan menghasilkan banyak spesies baru yang ada di sana. dan gunung ini sudah ditetapkan dalam daftar situs warisan dunia.
      Bonus:

    • By c0d1ng
      Gunung Tambora di NTB kini.
       
      Sudah 200 tahun sejak Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus dengan dahsyat. Dampak letusan itu begitu dahsyat, selain korban nyawa lebih dari 60 ribu orang, belahan bumi utara juga mengalami tahun tanpa musim panas.
       
      “Orang-orang terpaksa makan kucing dan tikus,” kata Stephen Self, ahli vulkanologi di Universitas California, Berkeley, seperti dikutip Livescience, Jumat (10/4). Self juga merupakan pakar dalam studi soal letusan Tambora pada 1815. 
       
      Temperatur bumi saat itu juga turun sebanyak rata-rata satu derajat Celcius. Aerosol dari Tambora memenuhi atmosfir, sehingga selain menurunkan temperatur, pertanian juga mengalami gagal panen sehingga menyebabkan kelaparan dan bibit penyakit di Amerika bagian Utara, Eropa, dan Asia.
       
      “Letusan Tambora membuka mata para ilmuwan bahwa efek letusan gunung api dapat bersifat global,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono, kepada CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/4). “Tidak ada gunung yang jauh dari jangkauan manakala letusannya mencapai VEI (Volcano Explosivity Index) 7 seperti Tambora.”
       
      Indonesia, Negeri Paling Berisiko
       
      Sebuah tim internasional Global Volcano Model Network pernah melakukan studi dan membuat ranking negara-negara yang paling berisiko menghadapi bencana alam seperti letusan Tambora.
       
      Laporan bertajuk “Global Volcanic Hazards and Risk” itu rencananya diterbitkan pada Mei mendatang oleh Cambridge University Press. Nah, Indonesia ternyata termasuk ke dalam negara paling berisiko menghadapi letusan gunung api dahsyat lainnya. 
       
      Untuk membuat ranking, tim itu menghitung seberapa sering gunung api meletus di sebuah negara dalam 10.000 tahun terakhir dan bahaya yang ditimbulkannya. Mereka juga menghitung berapa jumlah orang yang tinggal di daerah rawan letusan. Mereka mendapati ada 800 juta orang yang tinggal dalam radius 100 kilometer dari gunung api.
       
      Di Indonesia, menurut catatan Surono, ada 4 juta orang yang tinggal di dekat gunung api. Daerah gunung api, kata dia, memang jadi magnet bagi manusia sebab lahannya subur dan mengandung banyak air.
       
      Di jajaran negara paling berisiko, selain Indonesia, adalah: Filipina, Jepang, Meksiko, Etiopia, Guatemala, Ekuador, El Salvador, dan Kenya.
       
      Tambora, Meletus Tanpa Peringatan
       
      Berdasarkan catatan Stephen Self, erupsi Tambora terjadi tanpa peringatan terlebih dahulu. Gunung itu sebetulnya mulai terlihat amat aktif pada 1812. Tapi lantaran lebih dari 1.000 tahun tak ‘marah’, kawasan sekitar gunung dihuni banyak orang.
       
      Setidaknya ada 10 ribu orang yang tewas akibat awan panas, material gunung api, dan tsunami di sekitar Tambora saat meletus pada 1815.
       
      Berdasarkan laporan "Global Volcanic Hazards and Risk", sejak 1600 setidaknya sudah ada 278 ribu orang yang tewas akibat letusan gunung api. Ada lima letusan gunung api di dunia yang menyebabkan 58 persen kerusakan, termasuk Tambora.
       
      Dari semua korban tewas, 33 persen terbunuh oleh awan panas dan 20 persen oleh ombak tsunami; sebanyak 14 persen tewas akibat lahar. Hanya 887 orang yang tewas akibat lava.
       
      Lalu, sebanyak 24 persen kematian lainnya terjadi tak langsung. Mereka tewas akibat kelaparan dan bibir penyakit. Abu vulkanik, tanah longsor, dan petir, juga menyebabkan kematian.
    • By kacau
      Olympus Mons (Latin, "Mount Olympus") adalah gunung berapi terbesar yang pernah diketahui di tata surya. Gunung ini terletak di planet Mars. Sebelum satelit luar angkasa mengidentifikasikannya sebagai gunung, Olympus Mons disebut sebagai fitur albedo, Nix Olympica ("Salju Olympus") oleh astronom; sejak akhir abad ke-19, diduga bahwa objek ini bergunung.
       
      Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu.
       

       
      Menurut David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010. Mengatakan bahwa Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas.
      Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik.
       
       Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya.
       
      Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang.
       
      Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu.
       
      Apa yang menyebabkannya?
       

       
      Salah satu penyebab mengapa Gunung Olympus bisa demikian besar adalah tingginya laju erupsi dan rendahnya gravitasi di Mars. Faktor penyebab lainnya adalah pergerakan kerak kedua planet berbeda. Di Bumi titik-titik yang “memproduksi” lava tetap, tetapi lempeng-lempeng kerak bumi bergerak di atasnya. Ketika lempeng itu bergerak, gunung berapi yang baru terbentuk, sedangkan yang lama menjadi mati atau tidak aktif lagi. Dengan demikian total volume lava didistribusikan ke banyak gunung berapi. Pulau-pulau di Hawaii merupakan hasil dari pergerakan lempeng Pasifik ke arah barat laut. Di lain pihak, lempeng kerak Mars tidak bergerak dan lava menggunduk menjadi satu gunung berapi yang sangat besar akibat erupsi yang berulang-ulang.
       

       
      Gunung Olympus tampak seperti tameng raksasa karena gunung ini termasuk landai. Saking landai dan besarnya, kalau kalian berdiri di lerengnya tanpa diberitahu berada di gunung, setelah melihat sekeliling mungkin kalian akan merasa berada di dataran yang melandai. Nah, bercita-cita mendaki Gunung Olympus?
    • By griyogledek
      Pemerintah Indonesia mempunyai rencana untuk mengembangkan sumber energi baru dari energi panas bumi yang dihasilkan oleh gunung berapi yang mencapai 4.000 Megawatt. Jika rencana tersebut terbukti sukses, energi terbarukan yang dihasilkan akan dapat menurunkan ketergantungan negara pada pembangkit listrik tenaga batu bara, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, dan dapat membantu setidaknya 35% penduduk Indonesia yang saat ini hidup tanpa listrik.
       
      Indonesia merupakan tempat yang benar-benar sempurna untuk mengembangkan proyek panas bumi berskala besar. Dari sekitar 17.000 pulau, menyimpan ratusan gunung berapi yang masih aktif dan dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan. Meskipun demikian Indonesia sudah tertinggal jauh dari negara-negara lain seperti Amerika dan Filipina dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi panas bumi.
       

       
      Beberapa faktor utama karena Indonesia banyak tertinggal yaitu karena biaya yang sangat tinggi untuk membuat teknologi tersebut. Pembangkit tenaga panas bumi memakan biaya sekitar dua kali lipat dari pembangkit listrik tenaga batu bara, tetapi sebenarnya jika diperhitungkan dengan matang, biaya tersebut sebenarnya lebih murah untuk digunakan jangka panjang. Lagi pula, pembangkit tenaga panas bumi lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan energi batu bara.
       
      Semoga saja rencana tersebut dapat berjalan, mengingat rencana tersebut juga meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia. Tidak hanya menyejahterakan pemerintahan saja dengan maraknya praktek KKN yang merajalela di Negara Indonesia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy