Jump to content

There's nothing here yet

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Berbagai brand smartphone siap merilis smartphone 5G di 2019. Bahkan Xiaomi memastikan Mi Mix 3 5G bakal rilis awal 2019 nanti. Tetapi secepat apa sih jaringan 5G, apa bedanya dengan 4G, dan kapan hadir ke Indonesia, di video ini kita bakal bahas semua.
      Jadi 5G ini adalah jaringan mobile generasi kelima, penerus dari 4G yang saat ini masih jadi jaringan mobile utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dan sebagai penerus tentu aja 5G ini lebih cepat, dengan kapasitas yang lebih besar, latensi yang lebih kecil, serta menggunakan spektrum yang lebih baik daripada 4G.
      Jadi 5G ini kecepatan maksimalnya mencapai 20 Gbps, dan dari berbagai pengujian yang pernah dilakukan, kecepatan rata-rata 5G bervariasi, ada yang tembus 6 Gbps, ada yang 10 Gbps. Ini kenceng banget ya kalo dibandingin kecepatan rata-rata 4G saat ini.
      Latency nya juga lebih kecil, kalo 4G sampai di 45ms, 5G ini cuman 1ms, jadi untuk koneksi juga bakal jauh lebih responsif, tanpa lag dan nyaris tanpa delay.
      Selain itu kapasitasnya juga lebih besar, jadi potensi bandwitdh overload di jam-jam sibuk bakal jauh berkurang.
      Jadi ibaratnya untuk download satu film FHD, kalo di 4G kecepatan 100 Mbps per second butuh waktu sekitar 7 menit, di 5G dengan 6 – 10 Gbps bisa cuman 4 sampai 24 detik saja.
      Tapi itu dari hasil pengujian ya, untuk kecepatan dan latensi nyata, tentunya bakal tergantung juga dari operator 5G nya. Contohnya kecepatan 4G di Indonesia beda dengan kecepatan 4G di Korea atau Jepang, bahkan kecepatan 4G Telkomsel beda dengan kecepatan 4G Smartfren — dan ini juga pasti berlaku juga untuk 5G nanti. Tetapi yang jelas 5G bakal membawa banyak peningkatan dari koneksi 4G saat ini.
      Lalu apa manfaat jaringan 5G? Nah jadi dengan 5G, berinternet nggak cuman sekedar lebih kencang dan responsif, tetapi juga bakal mengubah banyak gaya hidup. Misalnya aja layanan streaming bakal semakin populer, baik itu streaming musik ataupun film. Video bakal makin digemari, YouTube makin jadi trend. Cloud sync dan cloud backup jadi hal yang normal. Tetapi lebih dari itu, 5G bakal membuka akses terhadap interconnected device, seperti IoT, membuat smart home makin populer, lalu di luar negeri ada self driving car, ini mobil yang bisa jalan sendiri, yang tentu aja butuh koneksi kencang dengan latensi kecil, 5G bakal ngedukung banget untuk self driving car ini.
      Dan terakhir, kapan 5G bakal dateng ke Indonesia? Untuk yang satu ini belum ada jawaban pasti. Tetapi smartphone 5G sudah mulai berdatangan di awal tahun 2019 besok. Xiaomi, OnePlus, Huawei, ASUS, Vivo, Nokia, dan banyak brand lain udah berkomitmen rilis hape 5G. Mi Mix 3 dan OnePlus 7 dipastikan bakal jadi HP 5G di 2019. Qualcomm bahkan sampai Samsung juga sudah siap dengan modem 5G besutan mereka sendiri.
      Pada intinya era 5G sudah dimulai, dan cepat atau lambat, operator di Indonesia juga bakal mengadopsi teknologi 5G ini.
      Sampaikan aja di kolom komentar kalo kamu punya pendapat seputar jaringan 5G, khususnya 5G di Indonesia.
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

    • By monica_pendong
      Networking adalah salah satu kesempatan besar bagimu untuk mendapatkan kemajuan pesat dalam karier. Ini adalah kesempatanmu keluar dari “zona nyaman” dan menjalin hubungan dengan orang lain.
      Tapi berkenalan saja tidak cukup. Kamu juga harus memberi kesan menarik, serta membangun fondasi untuk relasi jangka panjang.
      Biron Clark, pakar rekrutmen dan founder situs Career Sidekick, mengatakan bahwa ada sebuah strategi yang bisa membuatmu lebih menonjol dan berkesan dalam networking. Dengan strategi ini, meski lawan bicaramu baru saja bertemu seratus orang di hari yang sama, ia akan tetap mengingatmu sebagai orang yang berbeda dari lainnya.
      Clark menyebutnya strategi “Super-Connector”.
      Bagaimana Super-Connector bekerja?
      Apa itu Super-Connector?
      Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini:
      Untuk mencapai hal ini, ada beberapa macam contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan. Misalnya:
      Apa hal yang menurut kamu paling menarik saat ini? Apakah ada tantangan besar yang sedang kamu hadapi? Apa rencana besar yang sedang kamu persiapkan? Jika kamu tidak menjalani pekerjaanmu sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya contoh. Pada praktiknya, kalimat yang kamu gunakan tentu tidak akan sama persis. Selain itu, jangan lupa bahwa dasar-dasar komunikasi yang baik (seperti cara berbicara atau bahasa tubuh) tetap penting untuk kamu perhatikan.
      Katakanlah kamu berkenalan dengan orang yang ingin membangun startup, tapi dia bukan engineer/programmer. Kamu bisa berkata, “Kebetulan, saya juga punya kenalan yang dulunya bukan programmer tapi sekarang jadi founder startup teknologi. Minggu ini saya akan coba memperkenalkan kalian, barangkali dari situ kamu bisa mendapat ide.”
      Memberi manfaat dua arah
      Strategi Super-Connector sangat efektif untuk memunculkan kesan baik di mata orang yang baru kamu kenal. Berikut alasannya:
      Mendorongmu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini akan memunculkan kesan bahwa kamu memang menaruh minat pada si lawan bicara. Membuatmu menonjol karena kamu datang untuk memberi, bukan meminta. Kebanyakan orang saat networking hanya meminta bantuan atau saran. Secara alami membuatmu mendapatkan informasi kontak si lawan bicara. Memberimu kesempatan untuk mengontak lagi di masa depan. Ingat, untuk membangun relasi yang bermakna, satu pertemuan saja tidak cukup. Menunjukkan bahwa kamu orang yang perhatian dan mau membantu orang lain. Ini adalah sifat yang akan membuat orang lain menghormatimu. Dalam proses memberi manfaat itu, kamu akan mengenal lawan bicaramu lebih mendalam, dan pada akhirnya akan terjalin relasi yang kuat di antara kalian.
      Saat pertama kali mencoba menerapkan Super-Connector, mungkin kamu masih akan kaku dan terbata-bata. Tapi seiring pengalaman, sikap “mendahulukan kepentingan orang lain” ini akan tertanam dalam dirimu secara natural. Dengan tidak berusaha menonjolkan dirimu, kamu justru akan menjadi lebih menonjol. Selamat mencoba!
    • By c0d1ng
      Rencana menghadirkan jaringan 5G mulai digaungkan di Indonesia. Pemerintah sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan aturan yang mengakomodasi teknologi ini. Namun, apa saja kendala dalam menghadirkan jaringan generasi kelima di Indonesia?
      Dalam penjelasan pengamat telekomunikasi, Nonot Harsono, usaha menghadirkan 5G bukan sekadar menghadirkan tower yang lebih banyak. Namun, lebih kepada penataan jaringan kabel optik.
      "(Jaringan) 5G itu bukan soal teknologi, tetapi soal menata jaringan kabel optik dan jutaan BTS kecil," ujarnya kepada Okezone, Rabu (5/4/2017).
      Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penataan jaringan kabel optik dimaksudkan untuk memasang base transceiver station (BTS). “Bagaimana menata jaringan kabel optik yang serapi mungkin, lalu di ujung-ujung kabel optik itu dipasang BTS yang sangat banyak jumlahnya," lanjutnya.
      Ia melanjutkan bahwa layanan 5G dapat dimanfaatkan untuk keperluan internet of things (IoT), mobil tanpa sopir, dan beragam fungsi lainnya.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy