Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
  1. Silviana_setiawati86

    Silviana_setiawati86

  • Similar Content

    • By Silviana_setiawati86
      Nicolas Cage dan istrinya, Alice Kim, telah berpisah setelah menikah selama 11 tahun. Mereka secara diam-diam telah berpisah sejak bulan Januari.
      Nicolas dan Alice bertemu pertama kali di tahun 2004. Ketika itu, Alice masih berusia 19 tahun dan bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah resoran di Los Angeles. Keduanya pun akhirnya bertunangan dua bulan setelahnya.
      Aktor berusia 52 tahun tersebut sebelumnya juga pernah menikah dengan Patricia Aequette dari tahun 1995 sampai tahun 2001. Tak lama setelah itu, Cage kembali melangsungkan pernikahan singkat dengan Lisa Marie Presley yang hanya bertahan selama empat bulan.
      Ia juga telah memiliki seorang anak bernama Weston dari hubungannya bersama seorang model bernama Christina Fulton.
      Perbedaan usia 20 tahun di antara Cage dan Alice diduga menjadi latar belakang kandasnya pernikahan ini. Mertua Cage yang merupakan berasal dari Korea mengaku tidak begitu terkesan ketika pertama kali bertemu dengan Cage.
      “Ibu mertuaku datang ke rumah untuk pertama kalinya, bahkan sebelum mengatakan hello atau senang bertemu denganmu, aku sudah mendengar, ‘Dia terlalu muda!’ Dari situ aku sudah tahu bahwa hubungan ini akan menjadi sebuah perjuangan yang berat,” kata Cage.
    • By kotawa
      Konflik dan pertengkaran kecil dalam rumahtangga, tak bisa dimungkiri, memang bumbu penyedap yang bisa menguatkan hubungan lebih baik.
      Namun, jika sebuah pernikahan berjalan tanpa ada pertengkaran dan konflik, apakah itu berarti sebuah hubungan yang harmonis atau sebaliknya?
      Seorang pakar hubungan dan konsultan pernikahan mengatakan, pasangan yang tidak pernah bertengkar seperti sebuah bom waktu yang akan meledak kapan saja.
      Diane Gehart, Profesosor of Marriage and Family Therapy di California State University, mengatakan bahwa ketika seseorang tak lagi berminat untuk berargumen dengan pasangan, berarti orang tersebut tak lagi berminat memiliki komunikasi dengan pasangannya.
      “Pasangan yang tidak pernah bertengkar tak lagi memiliki atensi emosional satu sama lain,” jelas Gehart.
      Gehart menjelaskan, kondisi ini tak berarti Anda harus memulai pertengkaran, tetapi ketika Anda memilih diam dan tak peduli saat melihat percikan konflik, bisa jadi Anda telah kehilangan hasrat untuk membuat kondisi lebih baik.
      Sebab, pasangan yang ideal, kata Gehart, harus memiliki satu tujuan meskipun harus menghadapinya dengan pertengkaran.
      Tanpa adanya pertengkaran, sebut Gehart, pasangan tak bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.
      Rasa sunyi dan datar dalam sebuah pernikahan merupakan sinyal bahaya yang bisa berujung pada perceraian. Persis seperti pepatah air yang tenang belum tentu tidak ada buaya.
    • By cinta_segiempat
      Zaman sekarang banyak orang khususnya anak muda yang meyakini bahwa tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan pelukan dan ciuman. Sehingga banyak dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik adalah hal lumrah dilakukan sekalipun belum menikah. Padahal pembuktian cinta itu bisa dilakukan dengan banyak cara.
      Maggie dan Drew, pasangan ini memutuskan untuk menyimpan ciuman pertama mereka untuk hari pernikahan. Dilansir dari faithtap.com, Maggie sudah lama berdoa bisa bertemu pria yang pengertian dan Drew datang sebagai jawaban atas doanya. Dengan keyakinan yang ia anut, ia memutuskan untuk benar-benar menjaga hubungan mereka, terlebih dalam urusan kedekatan intim secara fisik sebelum benar-benar menikah.
      Lima tahun menjalin hubungan, Maggie dan Drew tak pernah berciuman. Meski banyak orang yang menganggap hubungan tanpa ciuman itu kuno dan ketinggalan zaman, tapi Maggie dan Drew punya keyakinan bahwa menjaga hubungan mereka tanpa ciuman sebelum menikah itu akan membuat mereka berdua makin kuat.
      Tanpa ada tekanan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan fisik, Maggie dan Drew malah punya cara lain yang lebih indah untuk membangun cinta mereka. Kesucian cinta itu dijaga betul-betul dengan kesabaran dan keikhlasan.
      Hingga pada akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada penantian yang begitu dalam yang mereka rasa.
      Sehingga saat keduanya sah menjadi suami istri, ciuman pertama itu membuat segala sesuatunya jadi terasa lebih istimewa. Meski awalnya mereka terlihat canggung bahkan malu-malu, ada rasa bahagia yang berlipat ganda yang mereka rasa.
      Ladies, apakah kamu juga akan menyimpan ciuman pertamamu untuk menikah nanti?
    • By Silviana_setiawati86

      Ahli cinta, Hellen Chen berpendapat bahwa manusia terlalu lama menghabiskan watu untuk pacaran. Dia mengatakan, jika kamu ingin segera menikah, maka menikahlah, dan biarkan bunga-bunga cinta datang belakangan. Pacaran adalah resep untuk patah hati, dan pernikahan seharusnya datang lebih awal.
      Helen mengatakan, dia sering melihat pasangan yang berpacaran selama satu, dua, tiga, bahkan lima tahun, dan akhirnya putus. Jika kamu terlalu fokus pada pacaran, maka kesempatan kamu patah hati lebih besar.
      Apa yang dibutuhkan dari berpasangan adalah kebahagiaan dan kebebasaan.
      Ketika kamu memeiliki seseorang untuk dijadikan tempat pulang, kamu akan merasakan kebebasaan yang tidak akan kamu dapatkan sebelumnya. Pada seorang wanita, hal ini menjadi tembok jika ia masih memiliki batasan-batasan waktu dan tempat seperti halnya pacaran.
      Jika kamu menikah, maka masalah ini terpecahkan.
      Perkenalan
      Berhati-hatilah, menurut Chen, menikah sebelum berpacaran adalah hal yang aneh, ini diluar dari kebiasaan yang sudah ada. Alasannya adalah, bagaimana kamu menikah jika berpacaran saja belum?
      Intinya, pesannya sudah jelas: Hentikan ketakutan untuk kehilangan karena tidak ada komitmen. Hentikan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk seseorang yang kamu sendiri tidak yakin apakah akan berlanjut atau tidak…
      Hentikan ini, dan langsunglah berkomitmen.
      Pilihan yang Paradox
      Menurut wikipedia, arti paradaox adalah sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi.
      Hanya karena kamu/dia tahu ada potensi pasangan lain yang lebih cocok dengan karakteristik kamu/dia, kenapa kamu/dia harus susah-susah menerima hubungan yang penuh ketidak cocokan ini.
      Namun, menurut Chen, melengkapi semua ketidak cocokan ini adalah hal yang harus kamu/dia lakukan. Inilah alasan kenapa manusia harus berpasangan.
      Hasilnya bisa dirasakan, kamu/dia menikah sekarang dan mulai membangun “rumah” bagi masing-masing, atau melanjutkan hubungan (pacaran) dan berakhir dengan harapan untuk membangun “rumah”.
      Pernikahan Membutuhkan Komitmen
      Seseorang yang mengharapkan hal yang spesifik harus berkomitmen untuk mendapatkan itu, baik itu yang kamu harapkan berupa benda fisik atau hal seperti pernikahan sekali pun.
      Jika pernikahan, ini bukan sekedar pernikahan. Contoh, jika kamu ingin melakukan hubungan sex tanpa adanya hubungan khusus, kamu bisa mendapatkannya, tetapi kamu tetap berkorban: kamu memiliki resiko untuk tidak mendapatkan kebahagiaan selanjutnya.
      Jika kamu menikah, kamu bisa mendapatkan itu juga. Tetapi dengan perasaan yang lebih aman, dan menghindarkan dari resiko-resiko yang harus kamu hadapi.
      Intinya, kamu harus berani berkomitmen terlebih dahulu, dan biarkan cinta datang belakangan.
      Pernikahan yang Dijodohkan
      Jika kamu mengharapkan komitmen, hubungan yang bersifat long-trem, maka mungkin inilah satu-satunya jalan.
      Sebuah survey menyebutkan, bahwa 55% pernikahan terjadi karena dijodohkan, dan 90% diantaranya terjadi di Negara India. Di negara seperti Amerika Serikat, yang memiliki kebebasan yang tinggi, justru tingkat perceraiannya juga tinggi, 50%.
      Dan tebak, berapa persen perceraian yang diakibatkan karena perjodohan? hanya 4%.
      Menariknya, itu bukan karena orang-orang bahagia karena adanya aturan-aturan pernikahan setelah dijodohkan, atau rasa bahagia seperti yang dirasakan mereka yang memiliki pernikahan bukan dijodohkan..
      Mereka yang dijodohkan hanya berekspektasi untuk menjalankan hubungan yang sudah ada saja, tanpa mengharapkan lebih. Tetapi kenyataannya, mereka mendapatkan ekspektasi lebih, dan cinta mulai timbuh.
      Kamu Menolak Ini
      Ini bukan kesalahan kamu jika menolak perjodohan. Budaya dan cerita-cerita fiksi memang bercerita seperti itu. Kita seperti tertidur dibawah cerita-cerita romantis seperti FTV, putri salju, atau cinderella. Dan kita mengharapkan hal romantis seperti itu terjadi pada diri kita.
      Faktanya, hal romantis seperti cerita itu mungkin saja terjadi, tetapi kesempatannya sangat kecil.
      Nah, ane sendiri menemukan resep rahasia pernikahan: Bayangkan jika hal-hal bagus bukan hidangan pembuka, tetapi sajian utama. Pikirkan bagaimana berbedanya hubungan romantis berpacaran kamu jika kamu menikmati semua hal-hal bagus tersebut tanpa harus memikirkan “akan bagaimana selanjutnya”, karena kamu memang sudah berada di zona yang kamu pikirkan “akan bagaimana selanjutnya”.
    • By monica_pendong
      Menikah dengan wanita yang berusia 53 tahun lebih tua dan masih berstatus istri orang membuat banyak media luar mengulas makna pernikahan bocah 8 tahun, Sanele Masilela. Bukan atas dasar cinta atau perasaan, tapi melainkan atas dasar wasiat yang diberikan oleh mendiang leluhurnya.
      Keluarga Sanele percaya, jika pernikahan ini adalah wasiat yang harus dijalankan dan dipatuhi. Mereka takut, seandainya tidak terlaksana malapetaka akan mendatangi kehidupan keluarganya. Dengan uang sebesar £ 500 atau Rp 720 ribu untuk mas kawin, pesta seharga  £ 1.000 setara Rp 1,5 juta pun digelar secara meriah.
      "Ini adalah pertama kalinya yang terjadi dalam keluarga," ujar ibu Sinele, seperti yang dilansir Daily Mail.
      Dengan dasi kupu-kupu dan jas berwarna abu-abu, bocah 8 tahun itu meresmikan pernikahannya dengan Helen Shabangu di depan 100 tamu undangan dan pendeta. Seperti layaknya upacara pernikahan yang sakral, Sanele melakukan tukar cincin pada ibu lima anak itu, dan juga sebuah ciuman di bibir.

      Meski harus menikah dengan wanita yang usia yang lebih tua, Sanele tidak merasa sedih atau terpaksa. Ia merasa yakin jika dirinya akan dapat meminang wanita yang ia cintai saat dewasa nanti. Pasalnya, bagi keluarga dua belah pihak pernikahan ini hanyalah sebuah ritual dan tradisi bukan ikatan hukum.

      Helen dipilih menjadi pasangan Sanele karena ia dianggap sebagai wanita yang penyayang dan baik. Di samping itu, hal ini juga dikarenakan mendiang kakek Sanele yang juga mencintai Helen semasa hidupnya.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy