Jump to content

Jorge Lorenzo Juara MOTO GP Italia


Recommended Posts

Pebalap Yamaha Movistar Jorge Lorenzo berhasil menjuarai MotoGP Italia 2016.

lorenzo.jpg

Lorenzo terlibat persaingan sengit dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di lap terakhir. Kedua pebalap itu saling menyalip di beberapa tikungan.

Tikungan terakhir Marquez berhasil menempati posisi pertama. Tapi Lorezo takp patah arang sebelum Marquez melewati garis finish.

Lorenzo langsung membututi Marquez setelah tikungan terakhir sampai di jalur lurus, Lorenzo yang berjarak beberapa detik mengambil lajur kiri Marquez.

Manambah kecepatan, Lorenzo akhirnya berhasil melewati garis finish lebih dulu dari Marquez. Sementara itu Valentino Rossi harus rela tak meraih posisi karena mesin motornya yang rusak. 

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By qbonk
      Perusahaan-perusahaan besar Italia ada kemungkinan membangun pabriknya di Indonesia, kata mantan Perdana Menteri Italia Enrico Letta di Jakarta, Senin petang.
      "Itu juga menjadi keinginan kami untuk membangun pabrik di Indonesia khususnya dan ASEAN pada umumnya, hal tersebut akan dibahas dalam forum ekonomi yang akan datang dalam waktu dekat," ujar Letta.
      Letta mengungkapkan hal tersebut seiring dengan rencananya untuk menyelenggarakan forum ekonomi Italia-ASEAN di Jakarta dan Milan, Italia yang menurutnya bisa memperkuat hubungan dan meningkatkan kemungkinan investasi kedua belah pihak.

      Dalam forum yang direncanakan pertama kali dihelat di Jakarta pada Mei 2017 itu nantinya akan hadir pengusaha-pengusaha Italia dan menteri-menteri pemerintah Italia terkait dengan ekonomi yang akan menerima presentasi perwakilan negara-negara ASEAN untuk kemungkinan investasi dan sebaliknya ketika di Milan, kata Letta.
      Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dunia usaha khususnya dari Italia terkait potensialnya kawasan ASEAN untuk dunia usaha.
      Di Indonesia sendiri, kata Letta, Italia akan mengucurkan dana investasi yang tidak sedikit dalam berbagai bidang terutama infrastruktur, energi terbarukan, permesinan, mode, makanan, otomotif.
      "Juga beberapa sektor lainnya yang tidak bisa diungkapkan di sini, namun dari pertemuan saya dengan komunitas dunia usaha Italia, mereka mengaku sangat berminat berinvestasi dalam bidang lainnya," kata dia.
      Akan tetapi kepastian untuk pembukaan pabrik dari perusahaan-perusahaan raksasa Italia seperti Ferrari, Fiat, Parmalat atau Lamborghini itu belum bisa dipastikan untuk saat ini karena masih belum diketahui hasil dari forum ekonomi tersebut.
      "Namun saya harap nantinya hasil dari inisiatif ini adalah tidak hanya transaksi barang-barang saja tapi juga investasi dari kedua belah pihak terutama dengan Indonesia yang memainkan peran penting di ASEAN," tuturnya.
      Senada dengan dia, Duta Besar Italia untuk Indonesia Vittorio Sandalli juga menyebut dengan diadakannya forum ekonomi Italia dan ASEAN tersebut akan mendorong investasi dua belah pihak, terutama Indonesia sebagai mitra dagang terbesar kedua di Uni Eropa dan Italia untuk kawasan Asia Tenggara.
      "ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kedua untuk UE dan Italia sendiri dengan nilai kerja sama sekira USD10 juta, dan Indonesia sendiri memiliki nilai kerja sama 3,2 juta dolar AS. Dengan adanya forum ekonomi ini saya pikir akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia untuk memacu tingkat investasinya dan begitu juga sebaliknya," ucap Sandalli di lokasi yang sama.
    • By bara_bere123
      Pembalap juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, membawa kabar baik untuk Tim Ducati Corse. Selaku test rider Ducati, Stoner menilai bahwa kondisi motor tim pabrikan Italia itu telah semakin membaik.

      Sebelumnya, Stoner telah menjalani sesi uji coba selama dua hari di Sirkuit Misano, Italia. Dalam sesi uji coba tersebut, Stoner mencoba sasis baru Ducati, pengaturan elektronik, dan kecocokan keduanya dengan ban Michelin.
      “Itu sangatlah luar biasa. Kami telah mengalami kemajuan pada lini yang kami incar. Bahkan kami juga mengalami kemajuan pada aspek yang tidak kami prioritaskan. Itu adalah suatu pencapaian yang luar biasa,” kata Stoner.
      “Mengenai ban, sasis, dan pengaturan elektronik, ketiganya mengalami kemajuan. Ini adalah sesuatu yang positif dan saya tidak sabar melihat kemajuan lainnya, khususnya dalam sesi uji coba saat lintasan bersuhu panas. Mungkin kami harus lebih bekerja keras musim ini,” lanjutnya.
      Ia menambahkan bahwa motor Ducati saat ini memiliki daya cengkram yang lebih baik. Stoner berharap kemajuan-kemajuan itu dapat berbuah manis bagi Ducati di akhir musim 2016.
      Siapa dukungan jendral di MotoGP tahun ini ndral?
    • By theblue
      Finis di urutan kedua setelah pebalap Repsol Honda Marc Marquez dalam MotoGP Austin, tak membuat juara MotoGP tahun lalu, Jorge Lorenzo tak bahagia, Minggu (10/4). Pasalnya pebalap Movistar Yamaha itu gagal mendapatkan kemenangan keempat beruntun di sirkuit The Americas.
      Marquez melesat didepan dan berhasil finis dengan catatan waktu 43 menit dan 57,945 detik. Sementara itu Lorenzo yang berada di urutan kedua finis dengan catatan waktu 44 menit dan 4,052 detik.
      Dalam seri ketiga di Austin, Texas tersebut, Lorenzo sebetulnya memulai balap di barisan terdepan bersama Marquez. Ia sempat memimpin balap hingga tikungan pertama, namun tergeser karena menikung terlalu lebar.
      Hal serupa ia lakoni pada tikungan ke-11 di lap yang sama. Setelah itu, Marquez pun berada terdepan tanpa tersusul hingga akhir balap. Tentang performanya tersebut, Lorenzo mengungkapkan dirinya merasa bermasalah dengan sistem pengereman.
      "Saya sebelumnya penuh kepercayaan diri dari pengerman sepanjang akhir pekan ini," kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash, Senin (11/4)."Tetapi hari ini dengan ban depan yang keras dan tangki [bensin] penuh saya tak tahu apa yang terjadi, tetapi saya tidak bisa mengerem dengan sama. Sangat buruk, selalu banyak masalah."
      Hal itu, lanjut Lorenzo, telah membuat dirinya melakukan beberapa kesalahan terutama pada tikungan pertama.
      "Saya berharap bisa lebih cepat, tetapi hari ini itu mustahil. Setiap kali saya merasa lebih lambat dan lambat, jadi hari ini bukanlah hari untuk kemenangan dan saya sudah tahu itu dari lap ketujuh atau delapan," tukas pria berusia 28 tahun tersebut. 
      Atas dasar itu, juara dunia tiga kali itu pun kemudian menargetkan untuk tetap menyelesaikan balap dan mendapatkan poin.
      Lorenzo lebih beruntung dibandingkan rekan satu timnya, Valentino Rossi. Pebalap asal Italia itu tergelincir di tikungan kedua pada putaran ketiga. Akibat insident tersebut, Rossi pun gagal mendapatkan poin dari Austin.
      "Tahun ini, [dengan ban Michelin] Anda harus membayar mahal kesalahan kecil," kata Rossi. "Saya memasuki tikungan itu dengan kecepatan yang sama, tapi melintasi dua benjolan -- mungkin saya bergerak terlalu dalam dan saya kehilangan kendali ban depan. Jadi Anda harus berkonsentrasi dan mencoba tidak membuat kesalahan apapun."
×
×
  • Create New...