Jump to content
Sign in to follow this  
Guest Metrotvnews

Meninggal Saat Berlayar, Pemulangan Jenazah ABK Dipersulit Perusahaan

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di perusahaan asal Tiongkok bernama Faoji bin Tolib, 37, meninggal saat berlayar setelah kurang lebih enam bulan bekerja. Keluarga kini tengah berusaha meminta jenazah Faoji dipulangkan ke Indonesia.

Faoji meninggal Minggu, 15 Mei. Menurut keterangan yang diperoleh keluarga dari tenaga medis di kapal, Faoji meninggal karena penyakit jantung. Keterangan itu dibenarkan beberapa ABK asal Indonesia yang juga bekerja di kapal yang sama.

Keluarga pun langsung mengurus pengembalian jenazah Faoji. Namun, pihak perusahaan meminta keluarga merelakan jenazah Faoji untuk dilarung ke laut.

"Ada komunikasi via surat elektronik, kalau dikirim ke Jakarta atau Indonesia itu sangat rumit, jadi dimakan di laut saja," kata kakak korban Zamrokhi di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016).

Zamrokhi dan keluarga tak rela jika jenazah dilarung ke laut. Sebagai keluarga dengan latar belakang muslim, mereka menginginkan jenazah dapat dimakamkan sesuai ajaran yang dianut.

Zamrokhi yang berprofesi sebagai tentara ini telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan jenazah adiknya. Ia telah menghubungi agen perusahaan di Tanjung Priok dan Kementerian Luar Negeri.

Agen pun langsung berkoordinasi untuk memfasilitasi keinginan keluarga. Tapi, mereka terbentur karena perusahaan menginginkan jenazah dilarung ke laut agar tak terlalu lama berada di atas kapal.

Kapal yang ditumpangi adiknya itu kini tengah berada di perairan Uruguay. Kementerian Luar Negeri pun telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Argentina untuk meminta keterangan dan bantuan.

"Kemenlu sudah telepon ke Argentina karena yang paling dekat dengan Uruguay, di Uruguay itu tidak ada KBRI, cuma KJRI," lanjut Zamrokhi.

Zamrokhi khawatir, jenazah adiknya akan dilarung ke laut. Surat yang dikirim Perusahaan Dalian International Cooperation Pelagic Fisheries Co. Ltd. itu seolah mendesak keluarga merelakan jenazah dilarung ke laut.

"Dulu adik saya pernah cerita, ada ABK asal China yang meninggal, ABK lain khawatir karena ada jenazah di kapal. Mungkin karena budaya mereka berbeda dengan kita, ABK itu dimakamkan dengan ditenggelamkan ke laut," jelas Zamrokhi.

Pria asal Tegal ini ingin pemerintah mendesak pemerintah China dan perusahaan agar jenazah adiknya dapat kembali ke Tanah Air.

"Intinya saya minta jenazah adik saya kembali ke Indonesia, biar dimakamkan secara muslim, saya minta bantuan dari Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah China," beber Zamrokhi.

Faoji bin Tolib telah bekerja sejak Oktober 2015 dengan kontrak satu tahun. Kontraknya dengan perusahaan asal China itu akan habis November 2016. Faoji memang berprofesi sebagai ABK di kapal, ia kerap berganti perusahaan dan kapal dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Turun Tangan

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah membenarkan praktik pembuangan jenazah ABK yang meninggal saat berlayar memang lumrah terjadi. Namun, tindakan ini tak bisa dibiarkan terus menerus.

Anis mengatakan, pemerintah seharusnya melindungi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai ABK secara komprehensif. Untuk kasus yang menimpa Faoji, Anis meminta pemerintah turun tangan.

"Pemerintah bisa mendesak perusahaan untuk memulangkan jenazah," kata Anis saat dihubungi Metrotvnews.com.

Selain itu, Anis juga mendesak pemerintah segera mengesahkan konvensi ILO tentang pekerja maritim (Maritime Labour Convention atau MLC). MLC sendiri merupakan konvensi internasional yang ditetapkan dalam sidang International Labour Organization tahun 2006.

"Dan revisi Undang-undang tentang tenaga kerja Indonesia dan memasukkan ABK sebagai salah satu subyek hukum yang harus dilindungi," tambah Anis.

Anis menegaskan, pemerintah Indonesia harus mendesak pemerinta China dan perusahaan untuk mengembalikan jenazah. Kata dia, tindakan pelarungan jenazah merupakan tindakan yang tak manusiawi yang harus diakhiri.
 

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...