Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
ThinkSmart

Biografi Jendral Soedirman

Recommended Posts

post-168-0-31188400-1403416836_thumb.jpg

 

Jendral Besar Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.

Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.

Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Berikut Ini Data Lengkap Tengtang Jendral Besar Soedirman

Nama: Jenderal Sudirman

Lahir: Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916

Meninggal: Magelang, 29 Januari 1950

Agama: Islam

Pendidikan Fomal:

  • Sekolah Taman Siswa
  • HIK Muhammadiyah, Solo (tidak tamat)

Pendidikan Tentara: Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor

Pengalaman Pekerjaan: Guru di HIS Muhammadiyah di Cilacap

Pengalaman Organisasi: Kepanduan Hizbul Wathan

Jabatan di Militer:

  • Panglima Besar TKR/TNI, dengan pangkat Jenderal
  • Panglima Divisi V/Banyumas, dengan pangkat Kolonel
  • Komandan Batalyon di Kroya

Tanda Penghormatan: Pahlawan Pembela Kemerdekaan

Dimakamkan: Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By astro
      Dengan mengenal sejarah dan biografi NASA, kita bisa belajar mengenai kehidupan luar angkasa yang selama ini masih menjadi sebuah misteri bagi manusia. NASA atau National Aeronautics and Space Administration, merupakan sebuah lembaga penelitian luar angkasa. Lembaga ini berdiri pada 10 Oktober 1958, dan diprakarsai oleh presiden Eisenhower.
      NASA merupakan lembaga resmi pemerintah Amerika Serikat. Tugasnya adalah bertanggung jawab untuk setiap program angkasa Amerika Serikat dan melakukan penelitian luar angkasa umum untuk masa yang akan datang.
      Sejarah NASA

      Sebelum dibentuk NASA, para astronom Amerika serikat sudah melakukan penelitian mengenai luar angkasa sejak ratusan tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang menyumbangkan ilmu pengetahuan terbanyak di bidang ilmu pengetahuan. Banyak penemuan penting yang dilakukan para peneliti di Amerika.
      Salah satunya adalah penemuan di tahun 1929, ketika seorang astronom Amerika, Edwin Hubble melakukan penelitian di observatorium Mount Wilson California. Dalam penelitiannya, Hubble menemukan bahwa bintang –bintang yang ada di angkasa, memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut bergerak menjauh dari bumi.
      Hal ini sesuai dengan hukum fisika, yang membahas mengenai spektrum cahaya. Dimana apabila sumber cahaya bergerak mendekat, maka warnanya akan cenderung ungu. Sebaliknya, jika sumber cahaya menjauh, maka warna akan berubah merah. Hal ini sesuai dengan warna spektrum cahaya pada bintang yang diamati Hubble yang cenderung semakin berwarna merah. Artinya, bintang tersebut bergerak semakin jauh dari titik pengamatan.
      Tanggal 17 Juli 1969, menjadi catatan sejarah besar saat Neil Amstrong dan Edwin Aldrin mampu mendarat di bulan. Mereka mendarat di bulan dengan menggunakan pesawat Apollo 11. Setelah pendaratan ini, berlanjut dengan kisah pendaratan lain dengan menggunakan Apollo 12 hingga 17.  Pada salah satu misi, tepatnya saat pesawat Apollo 13 diluncurkan, terjadi kegagalan yang diwarnai ledakan pada salah satu modul pesawat. Namun, meski gagal mendarat di bulan, para awak pesawat ini berhasil diselamatkan dan kembali ke bumi.
      Temuan penting yang berhasil dicatat oleh NASA adalah ketika mengetahui rahasia gas galaksi Bima Sakti yang sangat berkilau, bintang berkelip-kelip serta pijar galaksi yang sangat jauh. NASA juga berhasil menciptakan metalangit pertama dengan menggunakan Fermi Gamma-ray Space Telescope, yang sebelumnya disebut dengan GLAST.
      Teleskop ini menggunakan dua instrumen canggih yang bertujuan mampu memberikan informasi kepada para ilmuwan untuk mengetahui misteri sinar gamma kosmis. Gambar peta bintang merupakan hasil penelitian pertama yang menggunakan teleskop tersebut. Proses observasi ini dilakukan selama 95 jam, dengan memperlihatkan potensi ilmiah dari teleskop tersebut. Hal ini tentu jauh lebih efektif, apalagi jika dibandingkan dengan penggunaan observatorium sinar gamma milik NASA yang lama, yaitu Compton. Dengan menggunakan Compton, hasil penelitian dan pemetaan yang sama akan memerlukan waktu hingga bertahun-tahun.
      Sementara dengan menggunakan teleskop Fermi, langit bisa dipindai setiap tiga jam. Dengan demikian, setiap perubahan yang terjadi di langit akan bisa diketahui secara cepat. Pada teleskop yang memiliki berat hingga 4,3 ton ini, dilengkapi perangkat untuk memantau sinar gamma, bentuk energi tertinggi yang berasal dari sumber kosmis.
      Diharapkan melalui pemantauan tersebut bisa didapatkan informasi mengenai beberapa peristiwa besar. contohnya adalah mengenai formasi lubang hitam yang masih menjadi misteri hingga sekarang ini. Teleskop Fermi juga mampu memberikan petunjuk mengenai keanehan neutron bintang yang memiliki magnet atau pulsar.
      Dengan mempelajari foton atau partikel subatomik dialam lainnya, teleskop ini bisa mengungkap misteri materi gelap. Dimana materi gelap tersebut mencakup 25 perseni massa di alam semesta yang tidak bisa ditangkap oleh indra penglihatan biasa. Dan jumlah materi massa yang tidak terlihat itu, jumlah jauh lebih besar daripada materi yang bisa terlihat yang hanya mencapai 5 persen saja. sisanya, sebanyak 70 persen dikenal dengan energi gelap.
    • By Adeus
      Nama asli : Yoga Syahputra
      Tanggal lahir : 08 Februari 1983
      Lahir di : Jakarta, Indonesia
      Zodiac : Aquarius
      Terkenal sejak menjadi presenter "Ceriwis" bersama Indra Bekti dan Indy Barends
       
      Olga Syahputra terlahir dengan nama asli Yoga Saputra, 8 Februari 1983 di Jakarta. Komedian dengan ciri khas tubuh gemulai ini adalah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida. Sebelum terjun ke dunia entertainment, ia berasal dari keluarga yang kurang berada.
       
      Olga awalnya hanya gemar mengumpulkan tanda tangan dan foto artis idolanya. Suatu ketika, ia ditawari bermain di serial komedi "Lenong Bocah" (2003). Namun itu semua tidak semudah yang dibayangkannya. Sebelum bisa muncul di layar kaca, seluruh pemain "Lenong Bocah" harus mengikuti sesi training di Sanggar Ananda atau Teater Kawula Muda terlebih dulu, yang tentunya membutuhkan biaya. Olga yang tidak mau cepat berputus asa, memutuskan untuk menjual barang elektroniknya agar bisa mengikuti latihan.
       
      Perjuangan Olga tak sia-sia. Ia berhasil menjadi salah satu pemeran tetap di serial komedi "Lenong Bocah". Olga bahkan ikut berakting di "Lenong Bocah" versi film yang diberi judul "Tina Toon dan Lenong Bocah: The Movie" (2004). Akibat rajin mengikuti kasting di sana-sini, Olga kebagian beberapa peran kecil di sinetron "Senandung Masa Puber" (2003), "Si Yoyo" (2003) dan "Kawin Gantung" (2004).
       
      Nama Olga baru melejit ketika ia menjadi peresenter variety show, "Ceriwis" (2007), bersama Indy Barends dan Indra Bekti. Setahun kemudian, Olga semakin dikenal melalui acara musik yang dipandunya, "Dahsyat" (2008). Ia membawakan acara itu bersama Raffi Ahmad dan Luna Maya. Terhitung, empat tahun sudah Olga menjadi presenter tetap acara "Dahsyat". Berkat eksistensinya tersebut, Olga berhasil membawa pulang piala penghargaan "Presenter Musik Variety Show Terfavorit" dan "Pelawak Terfavorit" di ajang "Panasonic Awards 2009" dan "Panasonic Gobel Awards 2010" serta "Pembawa Acara Favorit" versi "Indonesia Kids' Choice Awards 2009".
       
      Selain melawak dan membawakan acara, Olga juga pernah membintangi beberapa judul layar lebar, di antaranya "Cintaku Selamaya" (2008) dan "Pacar Hantu Perawan" (2011). Olga sempat mencoba peruntungan di bidang tarik suara. Sampai saat ini, Olga sudah merilis dua single yang masing-masing berjudul "Hantu (Hancur Hatiku)" (2009) dan "Jangan Ganggu Aku Lagi" (2010). Kedua lagu tersebut merupakan ciptaan Charly ST12.
    • By BincangEdukasi
      Sosok Selanjutnya adalah Ismail Marzuki. Membicarakan pahlawan indonesia, memang tidak akan pernah ada habisnya, mengapa tidak? karena kita tahu dengan wilayah indonesia yang luas yang juga hampir semua daerah pernah di jajah oleh bangsa asing, membuat seluruh pelosok di indonesia banyak mempunyai pahlawan-pahlawan yang tak gentar dalam berjuang memperjuangkan kemerdekaan indonesia, khususnya pahlawan daerah yang berjuang dalam memerdekakan kaum di daerahnya.
       
      Nah, dikesempatan kali ini, saya ingin berbagi informasi kepada anda, yakni pahlawan Ismail Marzuki. Anda mungkin sangat familiar sekali dengan pahlawan yang satu ini, mengapa tidak? Nama beliau di kenal sebagai seorang pengarang lagu-lagu kebangsaan indonesia.
       
      Namanya sekarang diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Ismail Marzuki lahir dan besar di Jakarta dari keluarga Betawi.
       
      Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia.
       
      Ismail Marzuki selama ini diyakini sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai pencipta lagu Halo, Halo Bandung yang terkenal. Namun sebenarnya siapa pencipta lagu tersebut yang sebenarnya masih diperdebatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
    • By BincangEdukasi
      Saya akan mengupas Iswahyudi sebagai nama pahlawan Indonesia. Dikesempatan kali ini, saya ingin berbincang tentang seorang pahlawan yang bernama Marsda Anumerta Iswahyudi yang merupakan anak bangsa yang di lahirkan di jawa timur tanggal 15/7/1918 yang meninggal, gugur dalam perjuangannya melawan penjajah di usia nya yang terbilang masih sangat muda, 29 tahun bersama-sama dengan  Abdulrachman Saleh, Adisutjipto, dan Husein Sastranegara, Iswahyudi dikenal sebagai perintis TNI AU Indonesia.
       
      Pada awal tahun 1947, beliau diangkat sebagai Komandan Lanud Maospati di Madiun dengan dibantu oleh Nurtanio dan Wiweko Soepono. Pada tahun 1947,  Iswahyudi kembali diberikan tugas sebagai Komandan di Lanud Gadut di Bukittinggi.
       
      Marsekal Madya Iswahyudi meninggal di Tanjung Hantu, Malaysia, 14 /12/1947 karena pesawat yg ia piloti jatuh tertembak. Namun Jenazah Iswahyudi tidak ditemukan hingga saat ini.
       
      Namun Secara simbolis sebagai bentuk penghargaan terhadap Marsekal Madya Iswahyudi atas perjuangannya hingga detik-detik terakhir maka ditempatkan di makam pahlawan di TMP Kalibata. Pada 10/11/1960, pemerintah Republik Indonesia mengabadikan nama Marsekal Madya Iswahyudi dengan mengganti nama Lanud Maospati berganti nama menjadi Bandara Iswahyudi, di Madiun.
    • By BincangEdukasi
      Setelah Suharso menyelesaikan pendidikan AMS (setingkat Sekolah Menengah Umum) Bagian B di Yogyakarta, ia memasuki Nederlandsch Indische Artsen School (sekolah dokter) di Surabaya. Pada tahun 1939, ia lulus dan bekerja sebagai asisten di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Surabaya. Karena bertengkar dengan seorang suster bangsa Belanda, ia dipindahkan ke Sambas, Kalimantan Barat. Saat Jepang mendarat di Indonesia, ia tetap berada di daerah Kalimantan. Sebagai seorang terpelajar, Suharso masuk dalam daftar tokoh di Kalimantan yang akan dibunuh Jepang karena dianggap berbahaya.
       
      Mengetahui hal itu, Suharso segera berangkat ke Jawa dan bekerja di rumah sakit di Jebres, Solo. Beliau tetap menjadi incaran Jepang, tetapi berhasil selamat. Sesudah Indonesia merdeka, ia menyumbangkan tenaga membantu perjuangan dengan merawat para korban pertempuran. Diantara para korban itu banyak yang kehilangan tangan atau kaki. Suharso merasa iba melihatnya dan tidak ingin mereka kehilangan semangat hidup, terlebih mereka telah berjuang demi bangsa dan negara. Beliau kemudian mencoba membuat tangan dan kaki buatan.
       
      Usaha beliau mendapat perhatian pemerintah sehingga pada tahun 1950 ditugaskan ke Inggris untuk mendalami ilmu prothese (anggota tubuh buatan). Sekembalinya dari lnggris, ia mendirikan Pusat Rehabilitasi (Rehabilitation Center) bagi para pasien yang kehilangan anggota tubuh di Solo. Pada tanggal 27 Pebruari 1971 Prof. Dr. Suharso meninggal dunia dan dimakamkan di Kelurahan Seboto, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.
      Tempat/Tgl. Lahir :  Boyolali,13 Mei 1912 Tempat/Tgl. Wafat :  Solo,27 Februari 1971 SK Presiden : Keppres No. 088/TK/1973, Tgl. 6 November 1973 Gelar : Pahlawan Nasional  
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy