Jump to content
Sign in to follow this  
Guest News

Suku Bunga Bank Sentral Amerika Tetap DIpertahankan

Recommended Posts

Guest News

bank central amerika - ngobas.jpg

Bank Sentral Amerika mengatakan suku bunga acuan tetap tidak akan berubah guna mempertahankan kondisi penyerapan tenaga kerja yang maksimal dan stabilitas harga.

Meskipun terjadi perekrutan tenaga kerja yang stabil dan angka pengangguran pada kisaran 5%, beberapa pejabat badan pembuat kebijakan bank sentral itu mengatakan inflasi masih berada di bawah target Bank Sentral yaitu 2%.

Hal ini terutama disebabkan anjloknya harga minyak sebelumnya.

Tetapi Komite Pasar Terbuka Federal – yang baru menyelesaikan pertemuan dua hari Rabu ini (27/4) – memperkirakan inflasi akan mulai meningkat untuk jangka menengah ketika pasar tenaga kerja semakin kuat dan harga energi mulai naik lagi.

Bank Sentral juga memonitor perkembangan keuangan dan ekonomi global untuk menentukan dampak lambatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang terhadap pasar domestik.

Source: www.voaindonesia.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Menjelang akhir tahun data ketenagakerjaan dan pembelanjaan konsumen AS masih positif membuat Bank Sentral alias the Fed memproyeksikan takkan ada perubahan suku bunga lagi selama 2020. The Fed selama 2019 akhirnya menurunkan suku bunga acuan tiga kali di tengah berbagai ketidakpastian.
       
    • By qbonk
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah.
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah bank pelat merah tersebut, Sabtu kemarin (20/7).
      “Secepatnya OJK akan meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan dan apa saja langkah yang mereka lakukan untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo, Minggu (21/7).
      Menurutnya, OJK tengah melakukan monitor dan mitigasi mengenai hal yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen dan hak nasabah. Ia menekankan, yang terpenting pelayanan nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang berkurang hak atau isi rekeningnya.
      Sebelumnya, BMRI langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers pada sabtu pagi (20/7). Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafa, menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening ini, dan berjanji proses pemulihan akan selesai di hari yang sama.
      "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun, kali ini terjadi eror pada data saldo 10% nasabah. Perubahan saldo nasabah sedang dilakukan bertahap untuk dikembalikan posisi awal dan saldo sebenernya sudah di-backup. Akan kembali, 2 jam ini," paparnya.
    • By kotawa
      Menjelang pergantian tahun, sejumlah bank ramai-ramai merombak formasi direksi. Nakhoda baru yang diinginkan ialah yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
      Pengamat ekonomi Eric Alexander Sugandi mengatakan di samping memang beberapa masa jabatan direksi lama sudah habis, bank pada era sekarang membutuhkan penyegaran dengan orang-orang baru.
      "Bisa juga karena bank yang bersangkutan memang butuh perubahan strategi untuk hadapi 2017 sehingga butuh orang yang lebih sesuai untuk itu," katanya kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (26/12/2016).
      Dia menjelaskan bank butuh perubahan strategi untuk menghadapi tantangan bisnis di 2017. Salah satu syarat utamanya adalah mampu membaca dan menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan dunia digital.
      Pada bulan ini, sedikitnya ada tiga bank yang merombak jajaran direksinya. PT Bank QNB Indonesia Tbk. mengangkat R. Andi Kartiko Utomo dan Junita Wangsadinata sebagai anggota direksi baru. 
      Sebagai informasi, Andi sebelumnya menjabat sebagai kepala e-Banking and Nontraditional Channel Bank QNB. Dia juga pernah menjabat beberapa posisi di industri telekomunikasi.
      Sepekan sebelum Bank QNB, PT Bank Permata Tbk. juga merombak susunan direksi. Roy Arman Arfandy yang sebelumnya sebagai Direktur Utama digantikan oleh Ridha DM Wirakusumah.
      Ridha pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Maybank Indonesia Tbk. pada 2009 hingga 2011. Selain itu, dia juga pernah menduduki jabatan sebagai President and CEO AIG Inc. Hong Kong dan Corporate Banking Group Head di Citibank Jakarta.
      PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) juga melakukan perubahan jajaran direksi. RUPSLB Bank Panin memutuskan mengangkat Hendrawan Danusaputra sebagai Wakil Presiden Direktur, Lionto Gunawan sebagai Direktur, serta Januar Hardi sebagai Direktur.
    • By berita_semua
      Menkeu Sri Mulyani (kiri), berbincang bersama para konglomerat Indonesia di sela-sela makan malam bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, 22 September 2016. Acara makan malam ini digelar untuk mengajak mereka mengikuti Tax amnesty.
      Kalangan perbankan yang tercatat sebagai bank persepsi program pengampunan pajak atau tax amnesty juga ikut memperpanjang jam kerja operasionalnya. Sebanyak 76 bank persepsi lembur hingga enam jam sampai pukul 21.00 WIB pada Jumat lalu.
      Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka mengakomodasi membeludaknya jumlah wajib pajak yang ingin berpartisipasi di hari terakhir periode pertama tax amnesty pada Jumat lalu. Periode pertama pengampunan pajak ini menawarkan skema tebusan dua persen.
      "Seluruh perbankan bank persepsi buka melayani orang yang ingin membayar uang tebusan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 30 September 2016.
      Yoga mengatakan waktu normal pelayanan pembayaran pajak di perbankan setiap hari kerja biasanya berakhir pada pukul 15.00 WIB. Dengan adanya penambahan jam operasional pelayanan perbankan untuk tax amnesty khusus kemarin, diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak. 
      "Kan ada juga yang hari ini (kemarin), baru ngurus terus bayar tebusannya malam," kata Yoga. Karena itu, pemerintah pun meminta perbankan ikut mendukung program tax amnesty ini seoptimal mungkin.
      Yoga menegaskan untuk mendapatkan slot periode pertama tax amnesty dengan tebusan dua persen masih akan ditunggu hingga tadi malam. Untuk itu, wajib pajak harus menyerahkan surat penyerahan harta (SPH)-nya kemarin. 
      Jika lewat dari pukul 21.00 WIB itu, kata Yoga, sudah terhitung masuk ke periode kedua program tax amnesty dengan nilai tebusan tiga persen. "Pokoknya datang, dapat tanda terima dulu."
      Soal masih ada wajib pajak besar, seperti juga para pengusaha yang baru akan ikut program tax amnesty di menit-menit terakhir kemarin, Yoga menduga karena masih ada kendala administrasi dan inventarisasi aset dengan jumlah besar yang memakan waktu cukup lama. "Last minute karena asetnya banyak, ribuan jenis, tempatnya juga bisa di berbagai kota dan negara."
    • Guest News
      By Guest News
      Bank Sentral AS belum menaikkan suku bunga acuan pada saat ini tapi Kepala Bank Sentral Janet Yellen memberi isyarat kemungkinan adanya kenaikan bunga sebelum akhir tahun. The Fed ingin melihat lebih banyak bukti bahwa ekonomi AS sudah mendekati target pemenuhan lapangan kerja dan kestabilan harga.
       
×
×
  • Create New...