Jump to content

Unlimited VPN Gratis Buat Google Chrome


Recommended Posts

1.jpg

Beberapa hari yang lalu, Opera telah membeberkan pengumuman besar, di mana para pengembang di balik Opera tengah membuat sebuah browser, yang di dalamnya sudah tersedia VPN (Virtual Private Networking) yang dapat digunakan secara gratis. VPN sendiri memungkinkan pengguna untuk rute lalu lintas internet melalui server pihak ketiga yang dapat menutupi alamat IP mereka yang sebenarnya dan meningkatkan privasi.

Layanan VPN juga dapat menembus alamat atau domain yang telah diblokir di wilayah tertentu, seperti mengakses Netflix untuk menikmati siaran film. Fitur ini memang kelebihan dari browser Opera yang akan datang, namun Anda juga bisa menikmati fitur ini di browser Chrome Anda.

Di era sekarang ini VPN telah berubah menjadi sebuah kebutuhan, di mana data diri Anda diburu oleh para pengiklan hingga hacker. Layanan VPN dapat menyembunyikan identitas Anda dari perusahaan yang mencoba untuk melacak Anda dan mencegah mereka untuk membuat profil online yang sangat mereka inginkan.

2.jpg

Tentu saja, beberapa orang tidak keberatan dan tidak perduli ketika data diri mereka dilacak, dan layanan VPN tidak menjadi suatu kebutuhan dari mereka. Namun bagi Anda pengguna browser Chrome yang menginginkan VPN ini dapat didapat dengan mudah, dan tidak memerlukan proses yang berbelit-belit.

Ini merupakan layanan dari Betternet, di mana Anda hanya perlu menginstal add-on pada browser Anda. Bagi Anda ingin segera mencoba, dapat mengunjungi link berikut, dan kemudian instal add-on tersebut. Jika ekstensi sudah terinstal, maka Anda akan melihatnya di deretan add-on kemudian sambungkan ke server. Ini merupakan cara termudah, karena Anda tidak perlu mendaftar sebuah akun. Selamat mencoba.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By JayaAlive
      The Internet has become popular for everyone and is associated with human life. The Internet helps people find information, play entertaining games, download data, connect people and more. But sometimes, the internet connection is not stable or you want to check if the package you are using is stable or any related issues. Then you need to check your network speed. You should use the Speedtest application in these cases, instead of having to access complex websites. Speedtest is currently used by over 100 million people worldwide. The reason is that it returns the measurement results quickly, only about 30 seconds but the results are very reliable. Currently, this application is reaching 4.4 / 5 points with more than 1 million reviews.
      How to measure network speed with Speedtest?
      After installing Speedtest, you start the application and click on the GO icon in the center of the screen to start the network testing process. This process takes about 30 seconds to 1 minute and then returns the results to you quickly. Returned information includes some information about Download, Upload, Ping, and Time. In particular, Time will save the time you perform bandwidth measurement, Download is the download speed (the higher the speed, the faster the download process takes place), Upload is the upload speed (higher speed The faster the process of uploading a data file) and Ping. In particular, Ping is a very important indicator. It is equivalent to latency and will affect if you are playing a game. Ping is most stable when the speed is below 10ms
      Speedtest not only measures LAN speed, wifi network, but also measures 2G, 3G, and 4G data rates. It will identify the server you are using and give the most detailed statistics. These statistics will be saved and will be analyzed and evaluated on a chart so that you can control what network speed has changed during the past time. If the network speed keeps changing, it indicates that the network is not stable and you should switch to using another network.
      Speedtest is really convenient
      Instead of accessing websites, you can download this application and check the bandwidth speed with just one click. Speedtest returns results quickly, speeds up bandwidth over a long period of time, automatically detects the server and user location, provides upload, download information and is easy to use. Speedtest also has a very small capacity, only a few MB, so it will not affect your device CPU speed very much.
      Although there are many applications to measure bandwidth and network speed such as Speed Test, Internet Speed Test Original, Meteor: Free Internet Speed or SPEEDCHECK are born. But thanks to the preeminent and simple to use features, Speed Test is always the first choice. Speed Test has created a global network with more than 100 million users and this number will continue to increase in the future. Speed Test is a free application so it also contains some ads. If you don’t want to be bothered by these ads, you can use the paid plan for $ 0.99 per month to remove them.
    • By ega
      Google mengganti logo Gmail dari yang semula berbentuk amplop putih dengan tepian merah menjadi sebuah logo yang kini terasa lebih 'Google banget'.
      Logo baru Gmail kini menyerupai huruf M besar dengan bentuk mirip amplop, tetapi hadir dengan empat warna ciri khas Google. Warna warni yang dimaksud ada biru, merah, kuning, dan hijau.
      Logo baru Gmail ini cocok dan senada dengan logo Google, Google Maps, Google Photos, Chrome, dan produk-produk Google lainnya. Dengan logo baru Gmail ini, tak ada lagi amplop lawas khas Gmail.
      Fast Company melaporkan, Google sebelumnya mempertimbangkan untuk menghapus logo bentuk M sama sekali atau menghapus warna merah Gmail sepenuhnya. Namun, mereka yang terlibat dalam riset pengguna tak senang dengan perubahan tersebut.
      Pertahankan Huruf M
      Riset ini kemudian membantu Google menyadari, amplop dari logo Gmail bukanlah elemen desain yang penting. Dengan begitu, memungkinkan tim untuk bereksperimen dengan mempertahankan huruf M serta menambah palet warna tradisional Google.
      Logo baru Gmail ini masih terasa didominasi warna merah, dengan sedikit sentuhan warna kuning, biru, dan hijau di masing-masing lengkungan huruf M.
      G Suite Jadi Google Workspace

      Google juga sebelumnya mengubah logo Kalender, Docs, Meet, dan Spreadsheet agar sesuai dengan desain baru Gmail ini.
      Logo baru ini merupakan bagian dari perubahan lebih luas dari perangkat lunak G Suite Google yang kini diubah namanya menjadi Google Workspace.
      Google pun tengah mencoba menggabungkan Gmail, Chat, dan Docs ke dalam satu lokasi pusat untuk bisa lebih bersaing dengan Microsoft Office, terutama Outlook yang lebih terintegrasi.
    • By theblue
      Virus Corona COVID-19 telah dinyatakan sebagai wabah yang pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Twitter memperbolehkan karyawannya dari rumah.
      Sejak Kamis (12/3/2020) Google sudah memandatkan 300.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Khususnya untuk karyawan yang berbasis di Inggris, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sebagai antisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona.
      Pemberlakuan kerja dari rumah itu akan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut oleh Google.
      Google mengatakan, satu-satunya wilayah yang tersisa menjalankan bisnis seperti biasanya pada saat ini adalah Amerika Latin.
      Selain itu, Google juga telah memberi tahu lebih dari 100.000 karyawannya di Amerika Utara untuk tetap di rumah di tengah virus itu hingga setidaknya 10 April.
      CEO Google, Sundar Pichai dan CFO Google, Ruth Porat, mendesak karyawan untuk tetap termotivasi untuk menjalankan infrastruktur global Google di tengah perubahan besar dan kekhawatiran seputar penyebaran virus.
      "Kami tahu ini adalah waktu yang sangat meresahkan bagi semua orang," kata Pichai dalam email internal, pekan lalu. Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tim keamanan dan ketahanan yang siap menjalankan pusat komando 24 jam untuk membantu para eksekutif memantau situasi penyebaran corona.
      Perusahaan teknologi Twitter juga menerapkan hal yang seperti Google. Twittermemutuskan untuk mewajibkan 4.900 karyawan bekerja dari rumah untuk menghadang penyebaran virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke banyak negara.
      Dalam postingan di blog resmi perusahaan, Twitter mengatakan, "Kebijakan kerja dari rumah ini bersifat wajib karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung komunitas perusahaan dan mereka yang rentan," ujar perusahaan seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (12/3/2020).
      "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya.
      Twitter mengatakan mereka akan terus membayar kontraktor dan membayar karyawan per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.
    • By VOAIndonesia
      SAN FRANCISCO - Seorang mantan eksekutif Google yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota Senat Amerika, Kamis (9/1/20), menyerukan pemberlakuan regulasi yang keras terhadap raksasa-raksasa teknologi, dan menuduh raksasa internet tempat dia pernah bekerja itu telah keluar dari jalur “jangan jahat.”
      Ross LaJeunesse membidik Google dan perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika dengan menyatakan bahwa kini keuntungan lebih diutamakan daripada hak asasi manusia.
      “Moto perusahaan dulu adalah “jangan jahat,” kata LaJeunesse, yang meninggalkan pekerjaannya sebagai kepala hubungan internasional di Google tahun lalu setelah 11 tahun mengabdi di perusahaan itu. “Banyak hal telah berubah,” tambahnya.
      Kini dia mencalonkan diri ikut bersaing memperebutkan kursi Senat Amerika untuk negara bagian asalnya, Maine. Dia bersaing melalui jalur Partai Demokrat.
      Google menolak kritikan tersebut, dan mengatakan pernyataan LaJeunesse itu disampaikan dalam konteks kampanye pemilihan.
      “Kami memiliki komitmen yang tak tergoyahkan untuk mendukung berbagai organisasi dan upaya-upaya hak asasi manusia," kata juru bicara Google ketika menanggapi pertanyaan kantor berita AFP. “Kami mendoakan yang terbaik untuk Ross dengan ambisi politiknya,” tambah juru bicara itu.
      LaJeunesse bergabung dengan Google pada tahun 2008 dan menjadi kepala kebijakan publik perusahaan itu untuk Asia Pasifik sebelum mengambil posisi sebagai kepala hubungan internasional.
      Dia mengatakan dia adalah orang yang melaksanakan keputusan Google untuk tidak lagi menyensor hasil pencarian lewat Internet di China seperti yang diminta oleh pemerintah negara itu.
      “Keputusan itu membuat marah tidak hanya pemerintah China, tetapi juga membuat frustrasi sebagian eksekutif produk Google yang mengincar pasar yang besar dan keuntungan yang menyertainya,” kata LaJeunesse.
      “Faktanya, dalam waktu satu tahun sejak keputusan 2010 itu, eksekutif untuk Maps dan produk Android mulai berusaha meluncurkan produk mereka di China,” tambahnya.
      Dia menyatakan terkejut ketika mengetahui pada tahun 2017 tentang adanya proyek “Dragonfly” di Google untuk menyesuaikan versi mesin pencari untuk China. Proyek itu kemudian ditinggalkan karena menuai kritik masyarakat.
      LaJeunesse juga menyuarakan keprihatinan tentang upaya Google untuk menjalin kerja sama komputasi awan (cloud computing) dengan pemerintah Arab Saudi dan membangun pusat intelijen buatan (AI) di sana.
      “Tepat ketika Google perlu menggandakan komitmen pada hak asasi manusia, Google memutuskan untuk mengejar keuntungan yang lebih besar dan harga saham yang bahkan lebih tinggi,” kata LaJeunesse. “Itu tidak berbeda dalam budaya tempat kerja di Google,” tambahnya.
      Dia berpendapat bahwa karena pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin menyerahkan operasi perusahaan kepada para eksekutif yang digaji, maka semangat mencari keuntungan lebih besar daripada bertahan pada prinsip-prinsip yang semula diutamakan.
    • By Forzaken_DT
      CEO Google yang baru saja diangkat sebagai CEO Alphabet, Sundar Pichai, makin tajir saja. Dia dipastikan bakal menerima bagian saham dengan nilai luar biasa besar.
      Pria kelahiran India ini dalam tiga tahun akan menerima jatah 'saham berdasarkan performa' sebesar USD 240 juta atau di kisaran Rp 3,3 triliun.
      Itu merupakan nilai saham tertinggi yang pernah diterima oleh seorang eksekutif Google. Soal gaji, setiap tahunnya mulai 2020 Pichai bakal meraup USD 2 juta.
      "Dalam hal pemberian saham yang didapatkan saat pengangkatan CEO, memang masih di bawah USD 376 juta pada Tim Cook ketika dia mengambil alih Apple," ujar Amid Batish dari Equilar, perusahaan yang meneliti pendapatan eksekutif.
      Saat dulu diangkat sebagai CEO Google peda tahun 2015, gaji tahunan Pichai 'hanya' USD 652.500. Di tahun berikutnya, pundi-pundinya melesat berkat jatah saham senilai USD 199 juta.
      Pichai dengan kecerdasan dan kepemimpinannya memang menjadi anak emas pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya telah lengser sebagai pemimpin Alphabet dan mempercayakannya pada Pichai.
      Pichai lahir di Tamil Nadu, India, 47 tahun lalu di sebuah keluarga sederhana dan pindah ke Amerika Serikat untuk kuliah. Ia gabung Google pada tahun 2004. Karirnya melesat begitu cepat di mana salah satu prestasinya adalah membuat browser Chrome sukses besar.
×
×
  • Create New...