Jump to content
  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan obat asam lambung mengandung ranitidin. Sesuai edaran BPOM, obat ini tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker.
      "Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir)," tulis BPOM dalam penjelasan resminya dikutip dari detikcom, Senin (7/10).
      Nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Bahan ini bersifat karsinogenik (bisa memicu kanker) jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
      Hasil uji yang dilakukan BPOM terhadap sejumlah sampel menunjukkan, sebagian mengandung cemaran NDMA dengan jumlah melebihi batas yang diperbolehkan. Pengujian dan kajian risiko terhadap seluruh produk masih akan dilanjutkan.
      BPOM mengimbau pasien yang masih mengonsumsi ranitidin disarankan untuk menghubungi dokter atau apoteker.
      Berikut daftar obat mengandung ranitidin yang ditarik dari pasaran sesuai lampiran BPOM:
      PERINTAH PENARIKAN:
      1. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
      - Nomor bets produk beredar:
      95486 160 s/d 190
      06486 001 s/d 008
      16486 001 s/d 051
      26486 001 s/d 018
      - Pemegang izin edar:
      PT Phapros Tbk
      PENARIKAN SUKARELA:
      1. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL
      - Nomor bets produk beredar:
      GP4Y, JG9Y, XF6E
      - Pemegang izin edar:
      PT Glaxo Wellcome Indonesia
      2. Rinadin Sirup 75 mg/5mL
      - Nomor bets produk beredar:
      0400518001
      0400718001
      0400818001
      - Pemegang izin edar:
      PT Global Multi Pharmalab
      3. Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL
      - Nomor bets produk beredar
      BF 12I008
      - Pemegang izin edar:
      PT Indofarma
      4. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
      - Nomor bets produk beredar:
      BF17I 009 s/d 021
      - Pemegang izin edar:
      PT Indofarma
      Pihak PT Phapros Tbk telah melakukan penjelasan ihwal penarikan obat Ranitidine, bisa di simak penjelasannya di sini. (Updated Pukul 18.15/Senin (7/10) 
    • By PusatInformasi
      Perut terasa pedih karena asam lambung naik? Untuk mengurangi masalah tersebut, Anda bisa mengonsumsi makanan yang dapat menghasilkan lebih banyak alkali dalam tubuh dan menghapus kelebihan asam dari sistem pencernaan Anda. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat Anda konsumsi untuk mengurangi keasaman di lambung, seperti dilansir Magforwomen.
       
      1. Air kelapa
       
      Minum air kelapa untuk mencegah pembentukan asam lambung di perut. Apakah Anda tahu, air kelapa juga dapat mengisi garam dan gula yang mungkin hilang dari tubuh Anda di siang hari.
       
      2. Oatmeal
       
      Oatmeal bisa menjadi sarapan yang baik di pagi hari. Dan makanan ini juga tidak menyebabkan naiknya asam lambung. Sebaliknya, oatmeal justru dapat menurunkan asam lambung.
       
      3. Jahe
       
      Jahe adalah salah satu makanan yang dapat menurunkan asam lambung. Selain memiliki sifat anti-inflamasi, jahe juga ampuh mengobati kondisi gastrointestinal.
       
      4. Pisang
       
      Pisang adalah makanan yang baik dikonsumsi untuk menurunkan asam lambung. Namun, sekitar 1 persen dari orang yang menderita maag mengaku bahwa pisang justru memperparah kondisi mereka.
       
      5. Melon
       
      Melon (pH 6.1) baik untuk menurunkan asam lambung. Namun, seperti pisang, 1-2 persen dari orang yang menderita maag mengaku itu memperburuk kondisi lambung mereka.
       
      Inilah lima makanan yang meredakan asam lambung. Selamat mencoba ndral!
×
×
  • Create New...