Jump to content
qbonk

Komunitas jalan keliling gedung bersejarah di Malang

Recommended Posts

750xauto-sindy-dirikan-komunitas-jalan-keliling-gedung-bersejarah-di-malang-160421b.jpg

Sosok R.A. Kartini menginspirasi banyak orang hingga pada zaman sekarang. Tokoh-tokoh perempuan yang memilih jalan menebarkan kebaikan untuk lingkungan sekitar. Mereka tak butuh uang atau pujian atas apa yang mereka lakukan. Melainkan hanya ingin ikut memperbaiki kondisi masyarakat dengan kemampuan yang dipunyai. Sosok-sosok semacam inilah yang dibutuhkan oleh negeri ini kedepan.

Di Kota Malang, sosok perempuan masa kini yang inspiratif cukup banyak. Salah satunya adalah Sindy Ridho Asta Sumartono. Ia mendirikan komunitas A Day to Walk. Komunitas ini bukanlah sekadar komunitas jalan-jalan saja. Namun, lebih dari itu, komunitas ini berusaha melestarikan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Malang. Dan Sindy berperan sebagai penggerak sekaligus "tour guide". Hampir setiap minggu, ia mengajak 30 orang berjalan, mengenalkan gedung-gedung bersejarah, dan berkampanye cinta sejarah.

Awalnya, Sindy memang suka jalan kaki. Ia juga geram dengan banyaknya gedung bersejarah di Malang yang ditinggalkan begitu saja, dan banyaknya gedung-gedung baru dibangun. Ia pun bersama kawan-kawannya membentuk komunitas. Jadilah A Day to Walk.

Sindy saat memandu peserta di gedung bersejarah

komunitas.jpg

Komunitas ini dibentuk karena menurut dia, Malang adalah kota yang memiliki banyak potensi wisata, namun kota ini sendiri kekurangan daya tarik terhadap wisata dalam kotanya sendiri. Jika dilihat sekarang, Malang justru banyak dipenuhi kafe-kafe yang bermunculan. Malang hanya dijadikan sebagai tempat transit, para wisatawan lebih memilih ke Batu atau Malang Selatan untuk berwisata.

“Malang itu punya banyak peninggalan sejarah dari zaman kolonial, berupa tata kota yang sangat bagus. Beberapa bangunan kuno bersejarah yang akan sia-sia jika tidak di eksplore. Jadi dari situlah saya membentuk komunitas ini. Jalan-jalan sambil belajar sejarah kota Malang,” ujarnya.

Setiap hari Minggu, pendaftaran bagi yang berminat ikut jalan dibuka. Pesertanya kebanyakan adalah mahasiswa arsitektur, mahasiswa sejarah, dan anak-anak muda yang senang sejarah. Setelah siap, mereka jalan-jalan keliling ke gedung-gedung bersejarah dan membahas gedung-gedung atau bangunan tua tersebut. "Sebenernya bebas siapa saja boleh ikut dan gratis," katanya.

Tujuan jalan-jalan memang setiap minggunya beda. Karena tidak mungkin dalam sekali waktu bisa menghabiskan tempat-tempat bersejarah di Kota Malang. Misalnya saat menyambut Malang Film Festival, komunitas ini jalan-jalan keliling bioskop-bioskop tua di Kota Malang, seperti gedung bioskop Kelud di jalan Trunojoyo dan gedung bioskop Merdeka yang ada di Jalan Basuki Rahmat.

Bersama komunitasnya, Sindy berharap berharap generasi muda bisa lebih menghargai sejarah kotanya, sebelum semua aset sejarah yang ada digusur dan diganti oleh bangunan baru yang lebih kekinian, “Kota Malang dulu tata kotanya sangat bagus, dan salah satu kawasan di Malang yaitu Ijen termasuk kawasan terindah di zaman Hindia Belanda, jadi sayang kalau kita melupakan sejarah begitu saja,” ungkapnya.

Sindy ternyata sosok yang inspiratif tak hanya di bidang pelestarian sejarah. Ternyata ia juga aktif di komunitas stand up komedi bernama komunitas Standup Indo Malang. Talenta menulisnya juga diasah, dan sekarang gadis berhijab ini sedang menyelesaikan novel keduanya, setelah sebelumnya dia sudah menulis novel yang berjudul Patah.

Bagaimana, apakah kalian para generasi muda masih ingin bermalas-malasan dan hanya melihat perubahan dunia tanpa ikut berperan serta? Yuk mari kita ikuti jejak para penerus Kartini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Di tengah era serba teknologi canggih, sebuah toko komik independen berusia lebih dari 40 tahun masih memikat warga dengan koleksi kunonya. Selain komik dan suvenir, toko “Exotic Planterium and Card and Comic Collectorama” juga menawarkan aneka tanaman unik.
       
    • By c0d1ng
      Dubai kembali akan menggagetkan mata dunia dengan rencana pembuatan tower dengan view 360 derajat. Tower ini akan dibuat di Dubai Creek Harbour dengan tinggi yang lebih tinggi dari gedung Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia.
      Tower yang akan memberikan pemandangan indah kota Dubai ini diprediksi menelan biaya hingga Rp2 triliun untuk membuatnya. Dan, ini pun sudah mendapati julukan sebagai generasi lanjutan sebagai gedung tertinggi selanjutnya.

      Menurut Emaar Properties sebagai pembuat bangunan, struktur bangunan nantinya akan dibuat di bulan April, dan biaya fantastis sebanding dengan pemandangan tower yang akan dihadirkan nantinya.
      Gedung ini juga akan menghadirkan pemandangan kota, dan juga akan dilengkapi dengan sturdy cables untuk mencapainnya.
      Sementara itu, desainnya akan dibuat dengan gaya aristektur Spanyol-Swiss yang sudah dipastikan akan mewah, dan tidak tertandingi di seluruh dunia.
    • Guest News
      By Guest News
      Dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak warga Washington DC yang mengadakan konser rumahan, dengan menampilkan seniman lokal. Aktivitas yang dikelola organisasi “Little Salon” ini bertujuan memarkan bakat lokal, dan menghidupkan kembali tradisi apresiasi seni masyarakat urban AS abad ke-19.
       
    • By dugelo
      Sebuah permainan yang dibangun disebuah tempat yang tak lazim ini dapat Anda jumpai di kota Shanghai, Tiongkok. Jika selama ini Anda terbiasa menaiki pemainan bianglala yang menyentuh tanah, kenapa tak mencoba sensasi lain yang ,ebih menantang dengan menaiki bianglala sambil menikmati pemadangan kota Shanghai dari puncak gedung.

      Bianglala unik ini dilengkapi dengan 30 tabung, dimana setiap tabungnya dapat megangkut empat hingga enam orang. Tak hanya itu sembari menikmati keindahan kota, tabung ini dilengkapi dengan kursi-kursi empuk guna memberikan kenyamanan ekstra pada Anda.

      Untuk Anda yang gadget mania dan tidak bisa lepas dari ponsel hanya untuk ber-selfie, bianglala ini juga dilengkapi dengan saklar listrik untuk men-charge kamera atau ponsel Anda saat berada di dalam tabung.
      Setiap sesi pemutaran bianglala memiliki waktu sekitar 10-12 menit. Disela pemutaran biasanya bianglala berhenti sejenak mulai satu hingga dua menit, ini digunakan untuk wisatawan yang ingin berfoto sejenak menikmati keindahan dari puncak bianglala.

      Ada beberapa objek kota Shanghai yang terlihat dari sini yaitu meliputi Sungai Huangpu, Shanghai Tower, Menara Jinmao, Shanghai World Financial Centre, yang membentuk skyline besar kota sampai dengan Oriental Pearl TV Tower.

    • By duniagelap
      Asyik juga lho menikmati gaya freestyle klub-klub freestyle di Indonesia. Gak kalay deh sama yang dari luar. Kemampuan komunitas Freestyle ini bahkan sudah merambah ke luar negeri, walau baru tingkat Asia, lumayan.

      Siapa coba yang gak terpesona melihat keahlian menari-nari diatas roda dua yang boleh dibilang berakrobatik. Ternyata, bro kita juga punya loh komunitas freestyle motor yang gak kalah heboh. Bahkan melahirkan beberapa nama yang diam-diam sudah go publik bermain di luar negeri, meskipun cakupannya masih di benua Asia.
      1. Straight Line
      2. Jakarta Street Bike
      3. Docter's
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy