Jump to content
  • Our picks

    • Kanker Darah Ani Yudhoyono yang Cukup Agresif
      Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif.

      AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. 
      • 2 balasan baru
    • Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      • 0 balasan baru
    • Intel Ciptakan 5G Dengan Kecepatan 6GB/Detik
      Intel mengumumkan modem XMM 8160 5G, modem multimode yang dioptimalkan untuk menyediakan konektivitas 5G ke ponsel, PC dan broadband access gateways. Intel mempercepat waktu peluncuran modem tersebut setengah tahun lebih awal.
      • 0 balasan baru
    • WhatsApp, Instagram, dan Facebook Bakal Gabung di 2020
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      • 0 balasan baru
Masuk untuk mengikuti ini  
anon

VPN gratis di browser Opera

Recommended Posts

Opera mengklaim jadi browser besar pertama yang menyediakan fungsi Virtual Private Network (VPN).

VPN tersebut bisa dipakai pengguna Opera untuk memanipulasi tempat di mana mereka mengakses Interent. Dalam pilihannya hanya ada tiga negara, Amerika Serikat, Kanada dan Jerman.

Fungsi pada browser sebenarnya bukan hal baru, namun biasanya pengguna harus mengunduh ekstensi atau membayar ke layanan tertentu untuk mendapatkannya. Opera mengambil langkah radikal.

"Kami adalah browser besar pertama yang mengintegrasikan fungsi VPN secara gratis dan tanpa batas," tulis pernyataan Opera pada situs resminya.

Fungsi ini tercipta setelah Opera mengakuisisi SurftEasy pada Maret 2016 lalu. SurftEasy sendiri merupakan plugin VPN khusus untuk Opera yang saat ini masih tersedia dengan berlangganan US$ 4 sebulan.

VPN gratis yang ditawarkan Opera tidak kalah canggih dengan layanan sejenis yang berbayar. Masih menawarkan enkripsi 256-bit, mampu menyembunyikan alamat IP pengguna, dan dapat mengakses situs-situs tertentu yang diblokir oleh pemerintah atau hanya diakses terbatas di negara tertentu saja.

vpn-enabled-popup.png

Sejauh ini fungsi VPN hanya tersedia di Opera Developer versi komputer, namun ke depannya fungsi ini akan diperluas ke versi lainnya. Seperti terobosan lain yang mereka lakukan yakni, pemblokir iklan.

Fungsi pemblokir iklan yang biasa disediakan pihak ketiga itu ditanamkan Opera sejak Maret 2016. Menurut Opera, cara ini diklaim Opera dapat mempercepat pemuatan laman web hingga 90 persen.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa sebagian besar halaman web saat ini diperlambat secara signifikan oleh iklan yang berlebihan. Kami tidak bisa menerima itu. Sebagai pengguna, kami ingin web menjadi tempat yang lebih baik bagi kita semua," kata Krystian Kolondra, SVP Engineering and Head of Opera untuk divisi komputer. 

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

  • Konten yang sama

    • Oleh BisaJadi
      Firefox melanjutkan peningkatan layanan Firefox Monitor. Browserbesutan Mozilla itu akan memberikan notifikasi langsung kepada pengguna jika situs web yang dikunjung mengalami gangguan keamanan.
      Pemberituhan baru ini disampaikan melalui layanan Firefox Monitor yang menggunakan platform milik Troy Hunt, Have I Been Pwned (HIBP).
      Platform yang sama sebelumnya juga membantu para pengguna Firefox menemukan jika akun email mereka menjadi bagian dari pelanggaran data.
      HIBP merupakan layanan yang dapat digunakan para pengguna internet untuk memeriksa, apakah data pribadi mereka menjadi korban pelanggaran atau tidak.

      Lebih lanjut, layanan Firefox Monitor akan memberitahu pengguna ketika situs web yang dikunjungi mengalami masalah pelanggaran data. Hal ini akan disampaikan melalui notifikasi.
      Fitur ini pun akan dirilis ke lebih banyak pengguna Firefox Quantumm selama beberapa pekan mendatang.
      "Jika pengguna tidak pernah melihat pemberitahuan pelanggaran sebelumnya, Firefox menunjukkan peringatan ketika pengguna mengunjungi situs bermasalah yang ditambahkan ke HIBP dalam waktu 12 bulan belakang," jelas Mozilla dalam keterangannya.
      Notifikasi Bisa Dinonaktifkan
      Pengguna yang merasa terganggu dengan notifikasi tersebut, maka bisa menonaktifkannya. Mozilla memberikan mekanisme sederhana untuk melakukannya dengan cara meng-klik ikon tanda panah pada notifikasi saat pertama kali muncul dan pilih "never show Firefox Monitor alerts."
      Peringatan pelanggaran data akan menampilkan rincian pelanggaran keamanan situs web. Selain itu, pengguna bisa dengan cepat menggunakan layanan Firefox Monitor untuk mencari tahu apakah akun email-nya telah disusupi hacker atau menjadi bagian dari pelanggaran data.
      Untuk melihat apakah email telah menjadi bagian dari pelanggaran data menggunakan Firefox Monitor, pengguna harus mengakses monitor.firefox.com dan memasukkan alamat email. Kemudian, Firefox Monitor akan menjelajahi database HIBP untuk mencocokkannya.
    • Oleh qbonk
      Anda sekarang sampai di laman ini dan membaca kalimat pertama di artikel ini dari sebuah desktop browser. Tak kecil pula bahwa Anda memiliki lebih dari satu peramban yang terpasang, entah itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera, Microsoft Edge, atau mungkin Internet Explorer. Atau mungkin Anda malah menggunakan browser di luar nama-nama itu? Kemungkinan selalu ada.
      Kalau Anda mencermati, pasar browser merupakan pasar yang cukup kompetitif. Selain nama-nama mapan yang sudah disebut di atas, kini ada juga penantang baru seperti UC Browser dan Vivaldi. Bagi sebagian orang, mungkin fenomena ini sedikit aneh. Soalnya jarang terdengar dari media bahwa suatu browser saking lakunya sampai membuat developernya seperti sedang mendapatkan durian runtuh alias kebanjiran duit. Kendati demikian faktanya, perusahaan swasta macam Opera Software tetap bisa hidup dan beroperasi sedari berdiri 1995 silam, walau Juli 2016 lalu bisnis utama mereka yang meliputi browser dan aplikasi kemanan telah menjadi milik sebuah konsorsium asal Tiongkok yang di dalamnya ada Qihoo 360, perusahaan yang juga mengembangkan peramban.

      Kembali ke premis yang sudah tertuang di judul, bagaimana browser meraup keuntungan? Saat menghadiri Collision Conference 2017 di New Orleans, Amerika Serikat, Jon von Tetzchner bersedia membocorkan sekeping dari rangkaian bisnis model perusahaannya, Vivaldi, yang ternyata juga dilakukan perusahaan swasta pengembang browser lainnya.
      “Bisnis model kami sebenarnya sama dengan browser lainnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama dengan search engine, misalnya. Jadi, Anda memilih dan menentukan mesin pencari yang dimasukkan di browser tersebut. Kami sendiri baru saja menambahkan Ecosia. Intinya, kami bekerja sama dengan perusahaan itu dan kami pun mendapatkan pemasukan,” jelas CEO Vivaldi Technologies tersebut.
      Oleh karena itu meskipun Anda dan warganet lain bisa menggunakan browser secara gratis, monetisasinya tetap berjalan di ‘belakang layar’.
      Lalu, berapa nominal yang bisa dikantongi oleh developer browser tersebut? Tanpa segan, von Tetzchner mencontohkan revenue perusahaannya yang lalu, Opera, yaitu $1 setiap user dalam setahun. Kalau dikonversi menjadi rupiah, yaitu Rp13 ribuan, jumlah itu memang bukan uang yang besar. Namun, tetap saja bisa menjadi melimpah ketika pengguna browser tersebut kian banyak.
      Sekadar informasi, Vivaldi sendiri adalah peramban yang sedikit berbeda. Diluncurkan sejak awal tahun 2015, Vivaldi mengandalkan user interface (UI) yang lebih menyenangkan, dengan beragam fitur yang belum disediakan oleh browser lain, seperti analisis terhadap situs yang telah dikunjungi oleh user. Keunggulan UI Vivaldi sendiri dapat dilihat dari tampilannya yang minimalis dengan ikon dan font standar plus skema warna yang bisa menyesuaikan background maupun desain dari sebuah situs yang sedang diakses. Pemakai peramban berlogo ‘V’ itu pun dapat mengubah temanya secara keseluruhan, posisi tab, address bar, hingga start page-nya.
      Apabila Anda sudah pernah menggunakan Vivaldi di desktop dan kepincut dengan tampilannya sembari bertanya-tanya apakah browser tersebut akan tersedia dalam versi mobile, sabarlah sedikit lagi. Kepada Rob Pegoraro, pemandi sesi diskusi tersebut, von Tetzchner menyatakan bahwa ia dan timnya mengaku sedang mengerjakan mobile browser Vivaldi, tepatnya untuk sistem operasi Android. Versi iOS-nya nanti akan lahir begitu code base-nya telah siap, karena berbeda dengan Android.
      “Kami berharap Apple melakukan hal yang tepat dan berhenti melarang core browser lain untuk berjalan di platformnya,” keluh pria 49 tahun itu.
    • Oleh c0d1ng
      Layanan VPN (Virtual Private Networking) dari Opera untuk peramban di komputer, sebelumnya hanya hadir di versi pengembang. Namun kini kamu semua para pengguna umum dapat menikmati fitur akses jaringan secara aman dan gratis, tanpa perlu mendaftar berkat Opera for Mac terbaru.
      Krystian Kolondra, Senior Vice President Opera menyatakan bahwa langkahnya merilis layanan VPN bagi pengguna Opera di perangkat komputer adalah menjadi keamanan dan privasi pengguna. Kehadiran VPN di Opera juga menjadi jawaban dari dua hambatan pengguna untuk menikmati layanan VPN, yang sebelumnya hanya ada di layanan pihak ketiga yang merepotkan.
      Masih dari catatan yang sama, fitur VPN di Opera for Mac kabarnya sudah tampil dengan cerdas. Yaitu ada mode untuk memilih secara otomatis koneksi VPN ke salah satu dari 5 server yang didukung. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan adalah kecepatan jaringan, waktu penangguhan, lokasi dan kapasitas server.
      Bagaimana cara mendapatkan fitur ini? Silahkan undu update Opera for Mac terbaru ya! Setelah itu masuk ke pengaturan dari Opera – Preferences – Privacy & Security. Scroll ke bawah dan langsung aktifkan tombol VPN. Gimana, sudah gak sabar? Buruan unduh Opera for Mac dengan fitur VPN yuk!
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi