Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Brenda_Christie

Sejarah Bahasa Gaul

Recommended Posts

Sejarah bahasa gaul sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1980-an tetapi pada waktu itu istilah bahasa prokem (okem). Lalu bahasa tersebut diadopsi kemudian dimodifikasi sedemikian unik dan digunakan oleh orang-orang tertentu atau kalangan-kalangan tertentu saja. Pada awalnya bahasa prokem digunaakan oleh para preman yang kehidupanya dekat dengan kekerasan, kejahatan, narkoba, dan minuman keras. Banyak istilah-istilah baru yang mereka ciptakan dengan tujuan agar masyarakat awam atau orang luar komunitas mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan atau yang telah mereka bicarakan. Mereka merancang kata-kata baru, mengganti kata ke lawan kata, mencari kata sepadan, menentukan angka-angka, penggantian fonem, penambahan awalan, sisipan, atau akhiran Pergaulan di kalang waria mengenal apa yang disebut dengan budaya teman sebaya (peer culture).

 

Kelompok waria yang sebaya itu umumnya mempunyai nilai serta karakteristik budaya yang bebeda atau bahkan bertentangan dengan budaya orang lain. Dalam upayanya memisahkan diri dari budaya lingkungan sekitar, mereka membuat budaya tandingan, budaya yang khas waria (Alatas, 2006). Budaya khas waria ini kemudian menciptakan sebuah bahasa yang biasa digunakan oleh kaum waria untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Bahasa tersebut kemudian disebut dengan bahasa gaul, sesuai dengan pengertian awalnya yakni bahasa yang digunakan untuk berteman dan bersahabat di tengah masyarakat (KBBI,2008). Di kalangan waria sendiri kata ‘gaul’ ini memiliki prestise atau penilaian yang tinggi. Seseorang waria akan dikatakan gaul apabila ia memiliki sifat yang menarik, dan pergaulan yang luas. Jadi, seorang waria pasti akan merasa bangga apabila predikat ‘anak gaul’ dilekatkan padanya.

Menurut Wikipedia Indonesia “Bahasa gaul merupakan bentuk ragam bahasa yang digunakan oleh penutur remaja, waria untuk mengekspresikan gagasan dan emosinya.” Perkembangan teknologi informasi turut mendistribusikan penggunaan bahasa gaul ke lingkup yang lebih luas. Media komunikasi, khususnya yang membahas mengenai waria, dalam mengkomunikasikan informasi juga menggunakan bahasa gaul yang sedang menjadi trend atau populer di kalangan remaja sampai waria. Dewasa ini, bahasa gaul mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia menjadi bahasa gaul. Dalam konteks modern, bahasa gaul merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan dilingkungan sosial bahkan dalam media-media populer seperti tv, radio, dunia perfilman nasional, dan sering pula digunakan dalam bentuk publikasi yang ditujukan untuk kalangan remaja, selebritis hingga waria oleh majalah-majalah populer.

Sebuah artikel di Kompas yang ditulis Sahertian berjudul So What Gitu Loch..... (2006) menyatakan bahwa bahasa gaul atau bahasa prokem sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah- istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Oleh karena sering digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari. Kosakata bahasa gaul yang belakangan ini berkembang sering tidak beraturan dan cenderung tidak terumuskan. Bahkan tidak dapat diprediksi bahasa apakah yang berikutnya akan menjadi bahasa gaul.

Pada mulanya pembentukan bahasa slang, prokem, cant, argot, jargon, dan colloquial di dunia ini adalah berawal dari sebuah komunitas atau kelompok sosial tertentu yang berada di kelas atau golongan bawah (Alwasilah, 2006). Lambat laun oleh masyarakat akhirnya bahasa tersebut digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Kecenderungan masyarakat ataupun para pelajar menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari- hari semakin tinggi, dan lebih parah makin berkembangnya bahasa slank atau bahasa gaul yang mencampur adukkan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Saat ini bahasa gaul telah banyak terasimilasi dan menjadi umum. Bahasa gaul sering digunakan sebagai bentuk percakapan sehari- hari dalam pergaulan di lingkungan sosial bahkan dalam media populer separti TV, radio, dunia perfilman nasional, dan digunakan sebagai publikasi yang ditujukan untuk kalangan waria, remaja oleh majalah- majalah remaja populer. Maka sebab itu, bahasa gaul dapat disimpulkan sebagai bahasa utama yang digunakan komunikasi verbal oleh setiap orang dalam kehidupan sehari- hari.

Seperti halnya bahasa lain, bahasa gaul juga mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa penambahan dan pengurangan kosakata. Tidak sedikit kata-kata yang akan menjadi kuno (usang) yang disebabkan oleh perkembangan zaman. Setiap generasi akan memiliki ciri tersendiri sebagai identitas yang membedakan dari kelompok lain. Dalam hal ini, bahasalah sebagai representatifnya. Dari segi fungsinya, bahasa gaul memiliki persamaan antara slang, dan prokem. Kosa kata bahasa remaja banyak diwarnai oleh bahasa prokem, bahasa gaul, dan istilah yang pada tahun 1970-an banyak digunakan oleh para pengguna narkoba (narkotika, obat-obatan dan zat adiktif). Hampir semua istilah yang digunakan bahasa rahasia di antara mereka yang bertujuan untuk menghindari campur tangan orang lain. Bahasa gaul merupakan bentuk bahasa tidak resmi (Nyoman Riasa, 2006).

Waria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. Keberadaan waria telah tercatat lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Walaupun dapat terkait dengan kondisi fisik seseorang, gejala waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme. Seorang laki-laki memilih menjadi waria dapat terkait dengan keadaan biologisnya (hermafroditisme), orientasi seksual (homoseksualitas), maupun akibat pengondisian lingkungan pergaulan. Sebutan bencong juga dikenakan terhadap waria dan bersifat negatif.

 

Dalam sebuah milis (2006) disebutkan bahwa bahasa gaul memiliki sejarah sebelum penggunaannya populer seperti sekarang ini. Sebagai bahan teori, berikut adalah sejarah kata bahasa gaul tersebut:

  1. Nih Yee... Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, tepatnya November 1985. pertama kali yang mengucapkan kata tersebut adalah seorang pelawak bernama Diran. Selanjutnya dijadikan bahan lelucon oleh Euis Darliah dan popular hingga saat ini.
  2. Memble dan Kece. Dalam milis tersebut dinyatakan bahwa kata memble dan kece merupakan kata-kata ciptaan khas Jaja Mihardja. Pada tahun 1986, muncul sebuah film berjudul Memble tapi Kece yang diperankan oleh Jaja Mihardja ditemani oleh Dorce Gamalama.
  3. Bow.... Kata ini popular pada pertengahan awal 1990-an. Penutur pertama kata Bow…adalah grup GSP yang beranggotakan Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan. Kemudian kata-kata dilanjutkan oleh Lenong Rumpi dan menjadi popular di lingkungan pergaulan kalangan artis. Salah seorang artis bernama Titi DJ kemudian disebut sebagai artis yang benar-benar mempopulerkan kata ini.
  4. Nek...  Setelah kata Bow... popular, tak lama kemudian muncul kata-kata Nek... yang dipopulerkan anak-anak SMA di pertengahan 90-an. Kata Nek... pertama kali di ucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal bersama neneknya. Oleh karena itu, lelaki yang latah tersebut sering mengucapkan kata Nek...
  5. Jayus. Pada akhir dekade 90-an dan awal abad 21, ucapan jayus sangat popular. Kata ini dapat berarti sebagai ‘lawakan yang tidak lucu’, atau ‘tingkah laku yang disengaja untuk menarik perhatian, tetapi justru membosankan’. Kelompok yang pertama kali mengucapkan kata ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di Kitaran Kemang. Asal mula kata ini dari Herman Setiabudhi. Dirinya dipanggil oleh temantemannya Jayus. Hal ini karena ayahnya bernama Jayus Kelana, seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman atau Jayus selalu melakukan hal-hal yang aneh-aneh dengan maksud mencari perhatian, tetapi justru menjadikan bosan teman-temannya. Salah satu temannya bernama Sonny Hassan atau Oni Acan sering memberi komentar jayus kepada Herman. Ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti temantemannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan anak-anak SMU sekitar.
  6. Jaim. Ucapan jaim ini di populerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, Sseorang pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah laku atau menjaga image.
  7. Gitu Loh...(GL). Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran. Gina mempunyai seorang kakak bernama Ronny Baskara seorang pekerja event organizer. Sedangkan Ronny punya teman kantor bernama Siska Utami. Suatu hari Siska bertandang ke rumah Ronny. Ketika dia bertemu Gina, Siska bertanya dimana kakaknya, lantas Gina ngejawab di kamar, Gitu Loh. Esoknya si Siska di kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu Loh...di tiap akhir pembicaraan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By dugelo
      Kondisi paling bego and paling ancur. biasanya terlihat dr raut wajah, misal mulut mangap, jalan sempoyongan, mata melotot dah ancur bgt
      Itu dia artinya ndral ...
    • By ngesotin
      “Suara yang dikeluarkan burung menawarkan beberapa analogi terdekat padabahasa,” tulis Charles Darwin dalam “The Descent of Man” (1871), selagi ia merenungkan tentang bagaimana manusia belajar berbicara. Darwin berspekulasi, bahasa mungkin memiliki asal-usul dalam nyanyian, yang “mungkin telah memunculkan kata-kata ekspresif berbagai emosi yang kompleks.”
      Kini para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), bersama seorang sarjana dari Universitas Tokyo, menyimpulkan bahwa Darwin berada di jalur yang benar. Studi mereka menemukan keseimbangan bukti yang menunjukkan, bahasa manusia merupakan pencangkokan dari dua bentuk komunikasi yang ditemukan pada spesies lain dalam kerajaan hewan: pertama adalah nyanyian rumit burung, dan kedua, yang cenderung lebih bermanfaat, adalah jenis ekspresi informatif yang terlihat pada jenis variatif hewan lain.
      “Kombinasi adventif inilah yang memicu bahasa manusia,” kata Shigeru Miyagawa, seorang profesor linguistik di Departemen Linguistik dan Filsafat MIT, salah satu rekan penulis dalam studi ini.
      Gagasan ini dibangun berdasarkan hasil penelitian yang sebelumnya dikerjakan oleh para ahli bahasa: Noam Chomsky, Kenneth Hale dan Samuel Jay Keyser. Penelitian tersebut menyimpulkan adanya dua “lapisan” dalam semua bahasa manusia: lapisan “ekspresi”, melibatkan organisasi kalimat yang bersifat dapat diubah-ubah, serta lapisan “leksikal” yang berkaitan dengan inti dari isi kalimat.
      Dengan didasarkan pada analisis komunikasi hewan, serta memanfaatkan kerangka Miyagawa, ditemukan bahwa kicauan burung menyerupai lapisan ekspresi pada kalimat manusia – sedangkan gerakan komunikatif lebah, atau pesan suara dari primata, lebih menyerupai lapisan leksikal. Pada titik-titik tertentu, antara 50.000 dan 80.000 tahun yang lalu, kemungkinan manusia sudah menggabungkan kedua jenis ekspresi ini ke dalam bentuk bahasa unik yang kompleks.
      “Kedua sistem ini sudah ada sebelumnya,” kata Miyagawa, “seperti apel dan jeruk yang baru saja digabung menjadi jadi satu.”
      Keberadaan jenis adaptasi struktur ini bersifat umum dalam sejarah alam, tulis Robert Berwick, seorang profesor komputasi linguistik di Laboratorium MIT untuk Sistem Informasi dan Keputusan, Departemen Teknik Elektro dan Ilmu Komputer.
      “Di saat berevolusi, sesuatu yang baru seringkali dibangun dari bagian-bagian lama,” jelas Berwick, “Kami melihat hal ini berulang-ulang dalam evolusi. Struktur lama hanya dapat berubah sedikit, dan secara radikal memperoleh fungsi-fungsi yang baru.”
      Bab Baru dalam Buku Nyanyian
      Makalah baru berjudul “Munculnya Struktur Hirarkis dalam Bahasa Manusia,” yang dipublikasikan dalamFrontiers in Psychology ini, dikerjakan oleh Miyagawa, Berwick dan Kazuo Okanoya, seorang biopsikolog dalam bidang komunikasi hewan di Universitas Tokyo.
      Untuk menentukan perbedaan antara lapisan ekspresi dan lapisan leksikal, ambillah contoh kalimat sederhana: “Todd melihat seekor burung kondor.” Kita bisa dengan mudah membuat variasi dari kalimat ini, seperti, “Kapan Todd melihat seekor burung kondor?” Kalimat ini menata ulang elemen-elemen yang terjadi pada lapisan ekspresi, memungkinkan kita menambah kompleksitas dan mengajukan pertanyaan. Namun lapisan leksikalnya tetap sama karena melibatkan unsur-unsur inti yang sama: subjek, “Todd,” kata kerja, “melihat,” dan objek, “burung kondor.”
      Kicau burung tidak memiliki struktur leksikal. Sebaliknya, burung mempelajari melodi melalui apa yang disebut Berwick sebagai struktur “holistik”, di mana keseluruhan nyanyian memiliki satu arti, baik tentang kawin, wilayah kekuasaan ataupun hal-hal lainnya. Burung Finch Bengali, seperti yang dicatat para peneliti, bisa memutar kembali ke bagian melodi sebelumnya, memungkinkan hasil variasi yang lebih besar serta mengkomunikasikan hal yang lebih banyak; sedangkan burung bulbul diperkirakan mampu mengalunkan 100 hingga 200 melodi.
      Berbeda dengan jenis-jenis hewan lainnya, yang hanya memiliki model ekspresi paling dasar tanpa kapasitas melodi yang sama. Lebah berkomunikasi secara visual, menggunakan gerakan turun-naik untuk menunjukkan sumber makanan pada rekan-rekannya, primata lain bisa mengeluarkan berbagai suara untuk memberi peringatan akan adanya pemangsa atau pesan-pesan lainnya.
      Manusia menggabungkan kedua sistem ini untuk menghasilkan manfaat. Kita bisa mengkomunikasikan informasi penting, seperti halnya lebah atau primata – tapi, seperti halnya burung, kita juga memiliki kapasitas melodi dan kemampuan menggabung-ulang bagian-bagian bahasa yang kita ucapkan. Untuk alasan ini, kosakata kita yang terbatas dapat menghasilkan untaian kata-kata yang tampaknya tak terbatas. Para peneliti menunjukkan, awalnya manusia memiliki kemampuan bernyanyi, seperti yang diduga Darwin, kemudian berhasil mengintegrasikan unsur-unsur leksikal tertentu ke dalam nyanyian-nyanyiannya.
      “Bukanlah langkah yang sangat panjang untuk mengatakan bahwa apa yang sudah tergabung menjadi satu merupakan kemampuan dalam membangun pola-pola kompleks ini, seperti nyanyian, namun dengan kata-kata,” jelas Berwick.
      Seperti yang dicatat dalam studi ini, beberapa “pararel mencolok” antara penguasaan bahasa pada burung dan manusia meliputi fase hidup saat masing-masing melakukan hal yang terbaik dalam memilih bahasa dan bagian otak digunakan untuk bahasa. Kesamaan lain berkaitan dengan hasil observasi dari profesor linguistik Morris Halle, yang menunjukkan bahwa “semua bahasa manusia memiliki jumlah pola tekanan yang terbatas, yaitu sejumlah pola ketukan. Pada burung, juga terdapat jumlah pola ketukan yang terbatas ini.”
      Burung dan Lebah
      Para peneliti mengakui, diperlukan penelitian-penelitian empiris lebih lanjut terhadap subjek.
      “Ini barulah hipotesis,” ujar Berwick, “Namun inilah cara untuk membuat eksplisit pada apa yang diungkapan secara samar-samar oleh Darwin, karena sekarang kita tahu lebih banyak tentang bahasa.”
      Miyagawa menegaskan bahwa gagasan ini layak karena bisa menjadi subjek untuk bisa diteliti lagi, sebagaimana pola-pola komunikasi pada spesies lain lebih lanjut diteliti secara rinci. “Jika ini benar, maka bahasa manusia memiliki perintis di alam, dalam evolusi, yang benar-benar bisa kita uji saat ini,” katanya seraya menambahkan bahwa lebah, burung dan primata lainnya bisa menjadi sumber wawasan penelitian lebih lanjut.
      Penelitian linguistik berbasis di MIT ini sebagian besar dicirikan dengan penelurusan aspek-aspek universal pada semua bahasa manusia. Miyagawa, Berwick dan Okanoya berharap bisa mendorong peneliti lain untuk memikirkan universalitas bahasa dalam hal evolusi. Ini bukan sekedar konstruksi budaya acak, namun berbasis pada bagian kapasitas manusia dalam hal berbagi dengan spesies lain. Di saat yang sama, bahasa manusia bersifat unik dengan tergabungnya dua sistem independen di alam dalam spesies kita, memungkinkan kita menghasilkan linguistik yang tak terbatas, meski dalam sistem yang terbatas.
      “Bahasa manusia tidak sekedar bentuk yang unik, namun juga didasarkan pada aturan,” tegas Miyagawa, “Jika kami benar, bahasa manusia memiliki rintangan yang sangat berat pada apa yang bisa dan tidak bisa dilakukannya, berdasarkan pada pendahulunya di alam.”
    • By BincangEdukasi
      Tips memahami beberapa bahasa tubuh - setiap gerak isyarat yang anda lakukan menggambarkan tentang diri anda.

      Apakah anda melihat ke bawah ketika berbicara? Bermain-main dengan rambut anda? Condong ke satu sisi? Setiap gerak isyarat memiliki arti. Apa yang anda katakan kepada orang lain tak hanya direfleksikan melalui kata-kata yang keluar dari mulut anda, tapi juga melalui gerak isyarat serta gerakan yang anda lakukan dengan tubuh anda.
      Kristin Appenbrink editor RealSimple.com mengungkap apa yang bahasa tubuh anda katakan mengenai diri anda.
      Berdiri dengan kedua kaki merapat dianggap lebih merupakan cara berdiri yang konservatif. Hal tersebut mirip dengan seorang tentara yang berhadapan dengan perwiranya. Cara berdiri seperti ini biasanya menunjukkan rasa hormat.
      Jika anda berdiri dengan kedua kaki terpisah sejajar bahu, anda memberikan sinyal kekuasaan dan kebulatan tekad. Untuk lebih meyakinkan lagi anda bisa menempatkan kedua tangan anda di pinggul. Ini merupakan posisi biasanya untuk kekuasaan dan seringkali digunakan ketika menegaskan sisi anda dalam sebuah perdebatan atau diskusi.
      Cara anda menggerakkan tubuh anda merefleksikan sikap anda. Memindahkan berat tubuh anda dari kiri dan ke kanan atau dari depan ke belakang mengindikasikan bahwa anda gugup atau merasa kecewa. Pada dasarnya, ini merupakan representasi fisik terhadap apa yang sedang terjadi dalam kepala anda yaitu anda berada di antara banyak pikiran-pikiran yang mengganggu dan tak dapat berhenti bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
      Menyilangkan tangan serta kaki anda merupakan posisi defensif. Perhatikan di sekitar anda. Biasanya ini hanya berarti seseorang itu dingin. Banyak orang juga merasakan bahwa posisi ini nyaman.
      Jari-jari kaki yang saling menunjuk ke arah dalam mengindikasikan bahwa anda sedang menutup diri karena anda merasa canggung atau gelisah. Namun, jika anda duduk tegap dengan bahu anda sejajar dan kepala anda tegak ke atas yang merupakan tanda-tanda posisi tubuh terbuka, kaki anda mungkin memberitahukan yang sebenarnya.
      Membuka tangan anda dengan cara melebarkan tangan anda seperti sedang menolong mengambil baki dari tangan seseorang berarti anda terbuka dengan gagasan-gagasan baru yang ditawarkan. Mengarahkan telapak tangan anda ke bawah atau mengepalkan tangan anda menunjukkan bahwa anda memiliki posisi yang kuat yang mungkin tidak begitu fleksibel.
      Menyembunyikan tangan anda di pangkuan, di dalam saku atau di belakang merupakan gerakan-gerakan menipu yang seringkali berarti anda sedang menyembunyikan sesuatu.
      Menggigit kuku atau mencungkil-cungkil kulit ari merupakan tanda percaya diri yang rendah serta pemalu. Cobalah melipat kedua tangan anda menjadi satu dengan kedua jari telunjuk dikeluarkan agar supaya anda tidak mengorek-ngorek kuku anda. Anda nantinya akan nampak percaya diri.
    • By sulistian_setiawan129
      Varian terkuat Mercedes-Benz CLA-Class dengan label 45 AMG kini hadir di Indonesia. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-45, Mercedes-Benz Indonesia (MBI), Senin 4 Mei 2015, sedan kupe 4-pintu bertenaga 360 tk dan torsi 450 Nm ini meluncur untuk menggarap pasar baru.
       
      Sedikit berbeda dari “sepupunya” C-Class, CLA-Class membidik konsumen lebih muda yakni berusia 20-an tahun (mahasiswa) atau eksekutif muda yang berjiwa dinamis. Varian AMG CLA-Class ditujukan sebagai pengisi segmen sedan kompak performa untuk siapa saja yang ingin tampil muda dan stylish.
       
      “Dengan memperkenalkan CLA 45 AMG, kami melihat adanya kesempatan untuk memikat customer papan tas yang dinamis di mana mereka ingin memiliki kekuatan, performa, dan styling mobil yang dahsyat,” ujar Roelof Lamberts, Sales and Marketing Director for Passenger Cars MBI.
       

      Mesin Mercedes-Benz CLA 45 AMG.
       
      Performa
       
      Sentuhan divisi motorsport Mercedes-Benz AMG ada pada mesin baru 4-silinder 2.0L turbocharger. Transfer tenaga dibantu transmisi AMG Speedshift DCT 7-percepatan ke semua roda melalui teknologi 4MATIC (all-wheel drive). Akselerasi 0-100 kpj ditempuh dalam 4,6 detik, estimasi kecepatan tertinggi 250 kpj. Suspensi sport khas AMG menjadi andalan untuk kemampuan manuver.
       
      Ada tiga mode pengendalian, yakni “C” (Contolled Efficiency), “S” (Sport), “M” (Manual). Di mode C fitur ECO Start/Stop aktif untuk membantu menghemat bahan bakar. Ketika mode S bekerja maka ECU akan mengatur perpindahan transmisi lebih singkat, sedangkan di model M seluruh pengendalian pada pedal dan kemudi akan responsif.
       
      Meski buas di aspal luar CLA 45 AMG tergolong jinak di dalam kota. Terdapat empat kamera parkir di masing-masing sisi bodi, fungsinya membantu saat parkir ataupun bermanuver. Dari sisi keamanan, CLA 45 AMG sudah dilengkapi kantong udara, Collision Prevention Assist Plus, Acceleration Skid Control/Kendali Percepatan Gelincir  (ASC), Anti-lock Braking System/Sistem Pengereman Antikunci (ABS), Attention Assist, dan Electronic Stability Program/Program Stabilitas Elektronik.
       
      Galak
       
      Tampilan CLA 45 AMG galak luar dalam. Bodi kit AMG jelas membuatnya berbeda dibanding CLA 200 Urban dan Sporty yang sudah meluncur di Indonesia tahun lalu. Gril twin-blade menjadi pembeda paling kentara, selain itu ada lambang “Turbo AMG” yang menandakan model ini punya nafas performa.
       
      Pembeda paling signifikan bukan dari penampilan saja, tapi juga suara raungan mesin. CLA 45 AMG dilengkapi sistem knalpot ganda racikan AMG sport. Di kabin, penumpang akan dimanjakan sistem hiburan tersentralisasi di layar 11,4 cm, kursi berlapis Artico berwarna hitam dengan jahitan perak dan merah, dan banyak label AMG pada berbagai komponen.
       
      Seluruh paket performa dan kemewahan CLA 45 AMG bisa didapat dengan harga Rp 1,149 miliar –off the road.
    • By PusatInformasi
      Sebagai manusia yang terlahir di tanah Sunda, sudah pasti harus mampu berbahasa Sunda. Pun begitu juga bagi Anda yang lahir di tanah Jawa, sudah pasti mampu berbahasa Jawa secara paseh. Hal tersebut merupakan hal yang lumrah. Namun saya sangat bersyukur, ada satu hal yang membuat saya lagi-lagi bersyukur, yakni saya tak dilahirkan di Negeri Ukraina. Bukan... Bukan karena wilayah Ukraina adalah wilayah yang sangat rawan konflik, tapi karena memang sampai detik ini, saya tak mengerti bahasa Ukraina.
       
      Oke saya skip saja basa basinya. Langsung menuju ke pokok permasalahan.

       
      Dalam bahasa Sunda, dikenal dengan pengelompokkan bahasa, yakni bahasa halus dan bahasa kasar. Pun begitu juga dalam bahasa Jawa maupun bahasa yang lainnya. Mungkin. Entah apa yang melatarbelakangi pembagian bahasa kasar dan halus tersebut. Namun yang jelas, penggunaan tatanan bahasa halus jelas dipakai untuk berbicara dengan orang yang dianggap lebih tua.
       
      Ada yang menggelitik dari satu kata bahasa Indonesia, namun bila diartikan ke dalam bahasa Sunda, memiliki banyak sekali kosakata. Kata tersebut adalah kata : JATUH. Dan mungkin juga ada beberapa kata yang lainnya yang tak kalah menarik untuk dibahas. Tapi saya bukanlah seorang ahli tata bahasa Sunda, jadi saya cuma mau membahas masalah kata JATUH saja.
       
      Arti dari kata JATUH dalam bahasa Sunda memiliki banyak kosakata :
       
      1.   Geubis = bahasa Sunda halus
      2.   Labuh = bahasa Sunda kasar
      3.   Murag = untuk benda yang jatuh
      4.   Ragrag = jatuh dari ketinggian (contoh : dari atas tangga, pohon toge, genteng dan lain sebagainya)
      5.   Tisoledat = jatuh terpeleset karena kondisi licin
      6.   Tigatruk = jatuh karena tersandung
      7.   Tikoshewang = jatuh karena tidak seimbang
      8.   Tigolesat = jatuh terpeleset (lagi) karena kondisi licin
      9.   Tigebrus = jatuh ke lubang
      10. Tikusruk = jatuh ke arah depan
      11. Tijengkang = jatuh ke arah belakang
      12. Tiseureuleu = jatuh terpeleset (lagi) karena kondisi licin
      13. Tijungkel = jatuh terlempar (terjungkal)
      14. Tikosewad = jatuh tersandung
      15. Ngagulundung = jatuh terguling
      16. Ngagubrag = jatuh kasar
      17. Ngagolosor = jatuh terus meluncur
      18. Tijalikeu = jatuh keseleo
      19. Morosot = jatuh meluncur ke bawah
      20. Tijungkir = jatuh sampai terbalik
      21. Ticengklak = jatuh sampai menimbulkan efek sakit pada bagian otot
      22. Ngagorolong = jatuh meluncur ke bawah (untuk benda)
      23. Tigulitik = jatuh berguling-guling
      24. Tikucuprak = jatuh ke dalam genangan air
      25. Titiliktikan = jatuh karena jalan yang tak stabil (biasanya untuk balita)
      26. Tigedebrug = jatuh badan seutuhnya
      27. Tigejebur = jatuh ke dalam air sampai menimbulkan bunyi riak air
      28. Tisorodot = jatuh meluncur dengan medan mulus (biasanya perosotan)
      29. Tikudawet = jatuh karena menginjak sesuatu (biasanya menginjak celana sendiri yang kepanjangan)
      30. Titotolonjong = seolah-olah akan jatuh ke depan, namun masih bisa ditahan oleh kedua kaki
      31. Tigorobas = jatuh sampai menimbulkan jejak karena medan yang lembek
      32. Titajong = jatuh karena kaki sendiri atau kaki orang lain (secara tidak sengaja)
      33. Tilelep = jatuh ke dalam kolam atau sungai atau laut
      34. Tiguling = jatuh berguling-guling
      35. Titanic = jatuh semua sama kapal-kapalnya
      36. Jatuh dari lantai 13 = MODDIAARRR
      Yang membuat saya bingung adalah, bagaimana cara mengucapkan kata : Jatuh Cinta dalam bahasa Sunda, bila berpedoman pada kata-kata di atas.....
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy