Jump to content
Sam

Kenapa NBC menggunakan nama Club tetapi beda motor?

Recommended Posts

Penjelasan apa itu Club dan Community (Komunitas)

 

Club adalah kelompok/kumpulan dari beberapa orang yang menyatu dari sebuah merk/nama yang diminati. Perbedaan Club dengan Community (Komunitas) sangat beda tipis, karena Community (Komunitas) adalah sekumpulan orang yang menjadi satu karena ingin mendirikan sebuah organisasi. Tetapi sedangkan Club adalah sebuah organisasi yang berdiri dari sebuah merk/nama yang diminati.

 

Jawaban kenapa NBC menggunakan nama Club tetapi berbeda motor?

 

Dalam hal ini contoh salah satu Club Motor (Motor Club) di Indonesia adalah NBC atau kepanjangan dari Ngobas Bikers Club. Nah club motor ini berani mengambil nama Club karena bikers (pengendara) NBC berdiri dan membentuk organisasi motor dari Ngobas Forum yang beralamat di www.ngobas.com dan masing masing bikers mempunyai akun di Ngobas. Ngobas adalah sebuah website forum yang berdiri sejak 21 Februari 2012 di Pamulang, Tengrang Selatan, Banten, Indonesia. Jadi, meskipun bikers NBC (Ngobas Bikers Club) berbeda motor, tetapi mereka semua mempunyai akun di Ngobas Forum.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

  • Konten yang sama

    • Oleh duniagelap

      Stadium tutup, di mana lagikah club paling heboh, seru dan pasti paling “happening” untuk berpesta dan bergoyang hingga tengah malam?
      Yang pasti, beberapa tempat “happening” itu kini bisa ditongkrongi di daerah Jakarta Selatan dan Pusat, yang notabene pusatnya kawasan perkantoran Jakarta. Artinya, selepas jam kantor, tinggal langsung “loncat” ke TKP. Ingin tahu dimana saja tempatnya, baca langsung!
      Empirica
      Empirica adalah salah satu club yang berada di jantung pusat perkantoran Jakarta. Bagi yang ingin melepas kepenatan setelah beberapa hari fokus pada pekerjaan, dapat langsung “loncat” keclub yang berada di bawah manajemen Ryst Group ini. Empirica yang terletak di kawasan SCBD ini menampilkan ruang persegi panjang yang dijejeri sofa meja dan bar super panjang di salah satu sisinya.
      Jika dilihat sepintas mirip gudang tua, tetapi diperhatikan lebih detail akan terlihat berkelas dengan sentuhan serba putih di setiap interior ruangan. Yang membuat Empirica jadi club favorit adalah dekorasi tata lampu ciamik dan kecanggihan proyektor tiga dimensi (3D projection mapping) yang memang hadir di Jakarta pertama kali di tempat ini. Dengan proyektor ini, dinding sebelah kiri bisa dipetakan dengan gambar tiga dimensi sehingga pengunjung akan mendapat pengalaman clubbing unik di Empirica.
      Fable
      'Memasuki Fable ibarat memasuki dunia berbeda…'
      Dengan lorong gua berdinding batu hingga ruang utama yang berkesan megah, mewah sekaligus misterius, memasuki Fable ibarat memasuki dunia berbeda! Ide desain interior Fable yang namanya terinspirasi dari film “Harry Potter” ini adalah taman rahasia di tengah kota ibarat ibarat di dalam dongeng anak-anak.
      Club di bawah bendera grup All-In Entertainment ini terletak di lantai dua Fairground SCBD dan bisa menampung sekitar 800club-goers. Yang membuat tempat ini selalu penuh adalah penampilan DJ sering didatangkan dari luar negeri seperti seminggu lalu dimana klab ini menghadirkan DJ Felli dari Las Vegas.
      Club ini dikenal memiliki banyak variasi minuman beralkohol, yang kabarnya mencakup hingga 120 macam. Variasi cocktailsfavorit di sini adalah Nutella Passion cocktail yang mencampurkan tiga jenis minuman alkohol dengan sirup hazelnut.

      Exodus
      Exodus bisa dibilang salah satu club baru yang sedang naik daun sekarang ini. Dibuka belum setahun, Exodus adalah clubpengganti Kampus yang tutup dua tahun lalu dan dikelola oleh Stadium grup. Exodus sebenarnya gabungan tiga tempat yang terletak di beberapa lantai di Kuningan City. Club-nya sendiri terletak di lantai lima dan menawarkan musik R&B dan House.
      Desain interior terlihat canggih dengan layar LED di sepanjang dinding dan sofa besar di mana jika ingin mendapatkan spot tempat duduk di salah satu sofa tersebut, minimum tiga juta perak garansi untuk pemesanan F&B. Selain sofa, ada juga beberapa meja untuk sekedar nongkrong tanpa harus mengeluarkan koceksebanyak di atas.

      Colosseum
      Setelah Stadium ditutup, penikmat clubbing di daerah Kota tidak usah pusing karena di lokasi sama, ada club malam seru Colosseum. Klab yang buka pertengahan November tahun lalu berkapasitas dua ribu pengunjung dan seperti club malam lainnya menampilkan kemewahan tata lampu dan suara yang diatur langsung oleh ahli tata lampu terbaik dunia.
      Dikelola oleh Alexis group dan mengambil lokasi yang sama dengan club 1001 (ceng-id) dua tahun yang lalu, bisa dipastikan tempat ini juga bakal menjadi salah satu club malam terpanas di Jakarta. Apalagi dengan bantuan tata lampu yang memang terbilang dashyat itu.
      New Stingray Club
      Salah satu club malam yang sering diserbu hotel di dalam hotel adalah New Stingray Club yang bersituasi di Crowne Plaza Hotel.Club ini dulunya bernama Kama Sutra dan seiring dengan perubahan tim pengelola baru, namanya pun kini menjadi New Stingray Club. Club yang bisa menampung sekitar 700 pengunjung ini akan merasakan nuasa hijau di dalam club karena tata lampu hampir di semua ornamen interior mereka berwarna hijau.
      Agar terlihat beda dan mencoba membidik segmen yang berbeda, Stingray menampilkan penampilan dan permainan musik di meja putar dalam berbagai macam aliran musik mulai dari klasik disco, R&B hingga yang sedang populer sekarang ini.

    • Oleh BincangEdukasi

      Tahun-tahun sekarang entah karena alasan latah atau cuma sekadar meramaikan, banyak club-club motor menjamur diberbagai daerah. Mulai dari club yang dibawah bendera pabrikan masing-masing jenis kendaraan hingga yang berdasarkan hobi atau sekedar perkumpulan, Bahkan tiap daerah pun sudah memiliki ratusan club atau community motor.
      Walaupun begitu, masih banyak orang yang salah pengertian terhadap kehadiran club motor. Banyak masyarakat awam yang menyamakan club motor yang secara keseluruhan isinya orang-orang baik tetapi dicap sebagai geng motor yang anarkis,Untuk itu, mari kita lihat perbedaan antara Geng Motor, Club Motor dan Motor Community.
      Perbedaan Geng Motor, Club Motor dan Motor Community
      Namun sekarang perlu diwaspadai karena ada geng motor yang berkedok club motor. Berpakaian rapi, safety dan penuh perlengkapan berkendaraan namun arogan, anarkis dan egois kalau dijalan serta tak segan mereka membuat rusuh bila merasa diganggu.
      Selama AD/ART mereka jelas dan terdaftar dipihak kepolisian, club motor gak bakal berubah menjadi geng motor.
      CLUB MOTOR
      Club motor biasanya beranggotakan oleh orang-orang yang mempunyai hobi motor. Biasanya berada dibawah bendera pabrikan motor dan mempunyai nama dengan embel-embel pabrikan. Kegiatan club motor lebih mendasar ke arah kampanye safety riding dan kegiatan social.
      Ciri-ciri khas anak Club Motor adalah:
      Perlengkapan safety dalam berkendara benar-benar komplit. Motor dan pengendaranya sama-sama lengkap bahkan biasanya ditambah box dibelakang motor buat menaruh helm dan peralatan motor. Biasanya setiap club motor hanya terdiri dari satu merk dan satu tipe motor saja namun ada juga yang campur-campur. Nongkrong atau kopdar ditempat yang ramai agar bisa dilihat masyarakat sekaligus ajang silahturahmi kepada club motor lain yang kebetulan melintas. Pelantikan anggota baru biasanya tanpa kekerasan, hanya untuk having fun dan memberi pengetahuan seluk beluk berlalu lintas yang benar. Mempunyai visi dan misi yang jelas dan jauh dari ruang lingkup yang anarkis. Melakukan kegiatan touring ke daerah-daerah sembari membagikan sumbangan. AD/ART mereka jelas dan tercatat dalam kepolisian atau wadah dari perkumpulan club motor. Saling tolong menolong terhadap anggota club motor lain ketika dijalan mendapatkan trouble. Setiap club motor memiliki tujuan dalam berkendara dan peraturan-peraturan yang tidak membebankan anggotanya. Mudah mencirikan club motor, karena salah satu ciri mereka yaitu tidak ugal-ugalan dijalan walaupun masih ada club-club motor yang masih memiliki sifat arogan serta pengetahuan berlalu lintas yang minim. Harga diri club motor lebih terhina bila kedapatan anggotanya tidak tertib dijalan raya dan tidak dianjurkan memecahkan masalah dengan baku hantam tetapi lebih fleksibel dan bermusyarah bila ada masalah di jalan atau dalam perkumpulan.
      MOTOR COMMUNITY
      Komunitas motor memang tidak jauh beda dengan club motor, sama-sama tidak melakukan kegiatan yang berbau rusuh dan tawuran. Namun dari segi peraturan dan safety riding, komunitas motor berbeda jelas dan hanya lebih mengandalkan kegiatan touring tanpa embel-embel dari pabrikan motor. Ciri-ciri nya sebagai berikut:
      Biasanya community terdiri dari berbagai tipe motor dan merk motor, bebas dan berbagai macam aliran ada. Berdiri dibawah bendera perkumpulan orang-orang komplek, pabrikan atau perusahaan dan instansi-instansi yang terkait. AD/ART mereka lebih simple tidak terlalu banyak. Sama seperti club motor, mereka juga suka melakukan kegiatan sosial. Bila melakukan touring ke suatu daerah, barisan yang mereka buat kurang cepat alias lambat. Lebih mengedepankan solidaritas, apapun motornya yang penting mau solid dan bekerja sama. Pelantikan anggota baru jauh dari kata anarkis dan hanya sekedar pengenalan community dan peraturan saja. Anggota-anggotanya hanya sekadar komunitas, biasanya terbentuk karena sering nongkrong bareng dan bedasarkan keinginan membangun sebuah wadah bila ingin melakukan touring. Nama dan lambang mereka ada yang tercatat di kepolisian tetapi ada pula yang tidak dan hanya sebatas kumpulan anak motor saja. Tidak berbeda jauh dengan club motor. Angka pertumbuhan antara club motor dengan community tidak begitu jauh, masing-masing sama banyak. Kalau berada dijalan raya ada yang masih ugal-ugalan dan arogan tapi tidak jaranglah anak community yang lebih tertib dijalan raya dibanding anak club motor itu sendiri.
    • Oleh heru_sitohang9

      1. SEJARAH SINGKAT MOTOR HARLEY DAVIDSON
      Sejarah motor Harley Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Hasil perdana adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc dan berhasil dengan baik. Karena suksesnya dua saudara Arthur tersebut lalu Walter dan William Davidson, ikut bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley Davidson Motorcycles Co.
      Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ‘’pabrik’’ di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.
      Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor. Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley- Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah. Pada tahun 1908 produksi meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, awalnya hanya terbuat dari papan dan yang membuatnya adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, hingga dapat merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
      Tahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaris “Bar and Shield” di motor Harley- Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson.
      Harley kemudian memproduksi banyak model baru, seperti Sportster pada tahun 1957, Fat Boy di tahun 1990 dan Heritage Springer Softail yang klasik di tahun 1996 dan V-Rod di tahun 2001. Beberapa tipe Harley menjadi legenda dan menjadi idaman pecinta motor besar seperti Super Glide, Low Rider, dan Electra Glide.
      Di Indonesia ada beberapa komunitas Harley Davidson yang terdaftar resmi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) merupakan gabungan motor besar Harley Davidson dan lain-lainnya, Harley Owner Group (HOG) sebagai komunitas dibawah pembinaan resmi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Harley Davidson di Indonesia (PT. Mabua Harley Davidson). Selain itu ada komunitas atau club-club penggemar motor Harley Davidson seperti Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD) yang merupakan komunitas pecinta atraksi dengan memperggunakan motor besar Harley Davidson yang telah cukup lama berdiri. Selain sebagai sebuah hobi, memiliki dan mengendarai motor besar Harley Davidson memberikan pengalaman dan kebanggaan sekaligus juga merupakan “Life Style” (gaya hidup) para penggemar dan pecinta motor besar Harley Davidson. Dalam buku “On Brand” (Oleh: Hermawan Kertajaya) menyebutkan bahwa Harley Davidson sebagai salah satu “Brand Religion” dimana Brand Religion ini merupakan pencapaian tertinggi atas sebuah merek. Tahun 2012 ini berarti Harley Davidson sudah mencapai usia 109 tahun, sebuah keberhasilan dan pencapaian prestasi yang hebat sekaligus membanggakan karena dapat bertahan selama itu.
      2. SEJARAH SINGKAT TENTANG ORGANISASI HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI)

      Setelah berakhirnya perang dunia Ke- II dan awal kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat telah mengenal salah satu kendaraan bermotor roda dua dengan merk Harley Davidson, yang merupakan peninggalan tentara sekutu dan Belanda di Indonesia. Kendaraan roda dua Harley Davidson tersebut pada saat itu umumnya digunakan di lingkungan instansi Militer dan Kepolisian sebagai kendaraan dinas untuk tugas- tugas pengawalan dan kurir. Selain itu kendaraan tersebut juga digunakan di perkebunan- perkebunan ex Belanda yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.
      Berbekal dari pengalaman mereka yang pernah berdinas menggunakan kendaraan motor besar tersebut dan adanya sekelompok pecinta otomotif kendaraan roda dua serta yang memiliki kesamaan hobi untuk memelihara dan mengendarai motor besar tersebut maka mereka mulai mendirikan wadah perkumpulan dalam bentuk club-club motor dari berbagai jenis kendaraan seperti Harley Davidson, Norton, Triumph, BSA, dan lain-lain.
      Perkumpulan atau club-club pecinta motor tersebut mulai berdiri, namun sifatnya secara sendiri-sendiri sesuai domisili kelompok yang ada di kota-kota besar baik di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dll maupun kota-kota besar lainnya diluar Pulau Jawa.
      Di era tahun 1960-an para pecinta motor besar khususnya Harley Davidson yang berada di Jakarta mendirikan club Harley Davidson dengan nama Harley Davidson Club Djakarta (HCD), Harley Davidson Club Bandung (HCB), Harley semua itu merupakan embrio dari terbentuknya organisasi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang ada pada saat ini.
      Atas dasar kesamaan hobi dan semangat persaudaraan yang ada dari para pecinta Harley Davidson tersebut maka pada tanggal 13 Agustus tahun 1988 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Harley Davidson Club Jakarta di Jakarta tercetuslah keinginan bersama dari para pecinta Harley Davidson yang hadir dari berbagai daerah (Jawa, Bali dan Sumatera) untuk membentuk organisasi yang bersifat Nasional sebagai wadah tunggal dari berbagai club Harley Davidson yang ada.
      Musyawarah Nasional Harley Davidson Club di Bandung pada tanggal 28 Mei 1990 menghasilkan keputusan yaitu membentuk organisasi sebagai wadah tunggal yang dinamakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Salah satu tokoh penggagas dan pendiri organisasi HDCI adalah Bpk. A. Sentani, SH, beliau yang aktif mempersiapkan dan memfasilitasi pertemuan dan penyelenggaraan pembentukan HDCI yang dilaksanakan di Bandung.
      Selain beliau ada beberapa tokoh lainnya yang juga berperan aktif dalam proses pembentukan HDCI yaitu Letjend.TNI Dading Kalbuadi, Marsda.TNI. Ibnu Soebroto, Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), Kolonel Polisi (Purn.) Suherman, dan lain-lainnya. Tokoh lainnya yang juga mempunyai andil besar dalam mengembangkan HDCI khususnya di DKI Jakarta adalah Brigjen TNI. Herman Sarens Sudiro, dengan semangat dan kerja keras beliau dalam memotivasi para anggota HDCI telah menjadikan HDCI DKI Jakarta menjadi barometer bagi pengembangan dan kemajuan HDCI yang ada di seluruh Indonesia
      Sejak berdirinya club Harley Davidson di Indonesia pada tahun 1990 tersebut, HDCI sebagai organisasi motor besar Harley Davidson di Indonesia telah menunjukan aktifitasnya yang sangat positif bagi para anggotanya maupun masyarakat. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat touring dalam memperkenalkan potensi pariwisata, maupun kegiatan-kegiatan bhakti sosial guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan membantu kegiatan penanggulangan korban bencana alam.
      3. PERIODE KEPENGURUSAN HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI)
      a. Periode tahun 1990-1995
      dijabat oleh Marsda. TNI. (Purn) Ibnu Soebroto, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro, Bendahara Umum dijabat oleh A.Sentani, SH, Wakil Bendahara dijabat oleh Tanjaya Ferry. Organisasi HDCI pada saat itu lebih terfokus kepada penataan organisasi dan menyamakan motivasi guna meningkatkan rasa kebersamaan dalam persaudaraan sesama para anggotanya.
      b. Periode tahun 1995 – 2000
      Musyawarah Nasional HDCI Ke- II tahun 1995 dilaksanakan di Jakarta. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh Mayjen Polisi. Drs. Hindarto, Ketua Harian merangkap Sekretaris Jenderal dijabat oleh Kolonel Polisi. Drs. Suherman, dan Bendahara Umum dijabat oleh Ir.Toni Sechan.
      c. Periode tahun 2000-2005
      Musyawarah Nasional HDCI Ke- III tahun 2000 dilaksanakan di Bali. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh A. Sentani, SH, Ketua Harian dijabat oleh H. Varuna (Haji Una), Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry.
      Kepengurusan HDCI periode ini hanya bertahan selama kurang lebih 5 bulan, hal tersebut terjadi karena adanya masalah internal dalam organisasi HDCI, yang antara lain disebabkan karena ketidak aktifan Ketua Umum HDCI terpilih dan juga adanya pengunduran diri dari Bendahara Umum (Dikarenakan pertanggung jawaban keuangan Bendahara periode sebelumnya belum dilaksanakan selama 5 bulan).
      Dengan adanya Ketua Umum HDCI yang mengundurkan diri maka terjadi kekosongan jabatan Ketua Umum, oleh karena itu dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) guna memilih kepengurusan HDCI yang baru.
      Munaslub HDCI dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 2001 dan pada saat itu Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh H. Wawan. Kepengurusan periode ini berlangsung sampai dengan tahun 2006.
      d. Periode tahun 2006-2011
      Musyawarah Nasional HDCI Ke- IV tahun 2011 ini Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekjen HDCI dijabat oleh Djoko Saturi, SH.
      e. Periode tahun 2011-2016
      Musyawarah Nasional HDCI Ke- V tahun 2011 dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada periode kepengurusan HDCI tahun 2006-2011 ini Ketua Umum yang terpilih adalah Komjen Pol. Drs. Nanan Soekarna yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Harian HDCI Pusat. Sekretaris Jenderal HDCI dijabat oleh Marsda TNI (Purn) Pieter Wattimena yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua HDCI DKI Jakarta sejak tahun 2005, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry.
      Pada periode ini Kepengurusan HDCI dibawah Ketua Umum HDCI telah melakukan beberapa langkah terobosan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas dalam manajemen organisasi HDCI yaitu dengan mempersiapkan fasilitas kantor Sekretariat HDCI, Penataan dalam sistem administrasi dan inventarisasi surat menyurat, membuat Website HDCI, melakukan validasi organisasi dan keanggotaan HDCI, menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat HDCI untuk disalurkan kepada seluruh Pengda HDCI secara gratis, melakukan penyempurnaan AD/ART HDCI karena AD/ART yang sejak disahkan pada tahun 2000 belum pernah dilakukan revisi atau disempurnakan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Semua upaya tersebut adalah dalam rangka peningkatan kinerja organisasi HDCI agar supaya dapat lebih efektif, efisien dan profesional.

    • Oleh Sam
      Ngobas Bikers Club adalah sebuah kumpulan pecinta motor yang muncul dari pengguna Ngobas.com. Awalnya pendiri yang teridiri dari 3 orang, mereka ini adalah pemain Ngobas sejak Ngobas berdiri.
       
      Lama lama, semakin jauh semakin tak terarah, Ngobas Bikers Club bukan lagi dari pecinta motor yang muncul dari pengguna Ngobas. Mereka muncul bukan lagi dari pengguna Ngobas.com tetapi dari orang awam yang belom tau apa itu Ngobas dan apa itu motor.
       
      Perencanaan awal yang digagas Ketua yang sebagai pendiri awal Ngobas bikers Club adalah pengguna Ngobas.com yang mencintai motor, bisa ikut kumpul bareng didunia nyata, selain melalui dunia daring (dalam jaringa/online).
       
      Member Ngobas Bikers Club yang sudah menjadi member tetap pun tidak memberi feedback terhadap Ngobas, padahal kalau dilihat dengan terang terangan, Ngobas Bikers Club itu dalam asosiasi di Ngobas. Dan member di dalam Ngobas bikers Club harus mengerti Ngobas itu sendiri dan juga seluk beluk dan sepak terjang situs forum Ngobas ini.
       
      CEO Ngobas.com termasuk Ketua Ngobas Bikers Club (Samuel Berrit Olam) akan menegaskan kepada member Ngobas Bikers Club di awal bulan April 2014 setelah ulang tahun Ngobas Bikers Club yang ke 1 tahun.
  • Kontributor Populer

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi