Jump to content
kacau

Sejarah Aplikasi Messaging Yang Digandrungi ISIS

Recommended Posts

853c508037aa92edcdd79452004bcf60.jpg

Usai teror Paris, salah satu yang banyak menjadi perbincangan yaitu bagaimana pelaku berkoordinasi dalam menyusun serangan. Sebagaimana diketahui, kelompok ekstrimis ISIS yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan teror tersebut diduga menggunakan platform teknologi komunikasi yang terenkripsi. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 19 November 2015, pengamat keamanan menuding ISIS memakai aplikasi messaging yang terenkripsi, Telegram, untuk mengkoordinasi serangan dan merekrut anggota. Alex Kassirer, analis kontra terorisme Flashpoint, perusahaan intelijen swasta berbasis si New York, menuding ISIS memakai saluran broadcast Telegram untuk menggelar rekruitmen, propaganda, inspirasi, sampai motivasi. 

Bahkan menurut Direktur Bethesda, Rita Katz, layanan monitoring ekstrimis di AS, ISIS disebutkan punya tiga sampai empat saluran di Telegram. Beberapa saluran Telegram dikatakan menarik puluhan ribu pengikut. Selain memakai Telegram, kelompok ekstrimis itu juga menggunakan Twitter untuk menyebarkan propagandanya. 

Namun Katz mengatakan Telegram lebih aman dibanding Twitter sehingga para ekstremis tak khawatir ketahuan dalam merencanakan aksinya.

"Saluran itu menunjukkan perubahan posisi Telegram dalam gerakan jihadis online," kata Katz. 

Memang sejak teror Paris, pengelola Telegram mengaku telah memblokir 78 saluran yang terkait dengan ISIS. 

Sejarah Telegram

Jejak Telegram pertama kali muncul didirikan oleh dua bersaudara. Pavel Durov dan Nicolay. Awalnya mereka membentuk VKontakte, situs jejaring sosial Rusia yang ingin menyaingi Facebook. Telegram sendiri muncul pertama kali pada 2013.

Namun pendiri VKontakte mengalami masalah pada 2014, saat pemerintah Rusia meminta situs jejaring sosial itu untuk memblokir akun pemimpin oposisi Rusia terkait isu Ukrania. Merasa tak setuju dengan tekanan pemerintah, akhirnya kedua bersaudara itu kemudian melepaskan kendali VKontakte. 

Selanjutnya keduanya pindah ke Berlin, Jerman untuk menjalankan Telegram. Guna mendirikan aplikasi ini, mereka mengaku mendanainya sendiri. 

Dalam situsnya Telegram menegaskan tidak ada tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan jika aplikasi ini kehabisan dana untuk pengembangan layanan, maka Telegram akan meminta donasi dan biaya sukarela. 

Salah satu daya tarik yang ditawarkan Telegram yaitu memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan enkripsi yang kuat. Telegram juga memiliki fitur messaging grup yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi banyak video, pesan suara ataupun banyak tautan dalam satu pesan. Komunikasi itu pun dijamin tanpa bisa dideteksi oleh pengguna luar grup, sebab aplikasi ini mengklaim tak berjalan melalui komputasi awan. 

Hassan Hassan, salah satu pakar negara Islam dari lembaga think tank Chatham House mengatakan ketertarikan militan kelompok ekstrimis terhadap Telegram karena fitur teknik aplikasi messaging tersebut untuk berbagi media. Selain itu, fitur Telegram itu bebas dari pengawasan pemerintah. 

Saat ini Telegram punya 60 juta pengguna dan untuk sebuah layanan enkripsi angka itu menunjukkan aplikasi tersebut sangat populer. Sebab jumlah pengguna Telegram itu sama dengan total jumlah pengguna tiga layanan enkripsi yaitu Signal, Silent Circle dan Wickr.

Durov bersaudara itu mengaku menghadirkan aplikasi messaging aman itu karena terinspirasi mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden. 

Pada profil akun VKontakte, Pavel Durov menggambarkan dirinya sebagai seorang libertarian, invidividualistik dan pandangan dunia tanpa campur tangan. Dia juga dikenal dengan kritik pesasnya di media sosial. 

Pavel Durov dilaporkan sempat menentang permintaan legislator Rusia menyerukan dinas kemanan negara Rusia untuk melarang Telegram. Alasannya, Telegram dianggap sebagai platform yang mengakomodasi propaganda untuk ISIS. 

Menanggapi ancaman itu, Pavel Durov membalasnya melalui akun VKontakte. Dalam perlawananya, dia yakin pemerintah hanya akan memblokir kata-kata saja. 

Pendiri Telegram itu juga mengomentari teror Paris yang terjadi akhir pekan laku melalui akun Facebook dan Intagramnya. Dia menuliskan turut berduka cita dengan korban dan teror Paris. Tapi dia kemudian menyalahkan Prancis yang membuat tragedi itu muncul. 

"Pemerintah Prancis adalah yang bertanggung jawab atas ISIS karena kebijakan dan kecerobohan pemerintah yang menyebabkan tragedi ini," kata dia. 

Pavel mengatakan pemerintah dianggap terlalu banyak mengambil pajak dari pekerja di Prancis dan menghabiskannya untuk mengobarkan perang tak berguna di Timur Tengah. Pemerintah dituding juga menciptakan surga bagi imigran Afrika Utara. 

"Saya berharap mereka dan kebijakannya bisa dicabut selamanya dan kota ini akan sekali lagi bersinar dalam penuh kemuliaan, aman, kaya dan indah," kata dia.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest news
      By Guest news
      Para pakar memperingatkan, menghabiskan waktu terlalu banyak di ponsel dan dunia maya akan mengikis kehidupan keluarga dan kehidupan sosial yang nyata. Apple menanggapi peringatan itu dengan memperkenalkan fitur terbaru iPhone yang bisa membantu para pengguna mendapatkan kembali kehidupan mereka.
       
    • By BincangEdukasi
      Beberapa bulan terakhir, ada tren penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan khas dengan rekaman suara dalam menjajakannya.
      "Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih gurih nyoi...," begitu terdengar saat mobil tahu bulat ini melintas.
      Penasaran, suara siapakah yang mengisinya? Saat ditanyakan kepada penjualnya, mereka mengatakan bahwa suara yang diputar berulang-ulang ini ternyata merupakan rekaman suara pemiliknya.
      "Itu bos saya yang ngerekam suaranya di kontrakan," kata seorang penjual tahu bulat, Ade, di Bogor, Sabtu (16/5/2016).
      Ade mengatakan, rekaman suara tersebut sudah dipakai sejak tahu bulat berkembang di daerah Cianjur.
      Ia menceritakan, tahu bulat ini awalnya berkembang di daerah Cianjur dan Sukabumi selama hampir dua tahun.
      Lalu, karena sudah tidak begitu ramai lagi, akhirnya para pedagang ini pindah ke wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.
      Sistem penjualan tahu bulat ini terbilang sistematis. Para penjual tahu bulat ini tergabung dalam grup-grup. Grup terdiri atas tujuh mobil pedagang tahu bulat.
      Para pedagang ini datang dari daerah Cianjur dan Serang. Di Bogor, para pedagang dari satu grup berkumpul di satu kontrakan di wilayah Jambu Dua.
      "Nah, kalau rekaman suaranya sama, berarti itu dari satu grup," ujar Ade.
      Para pengelola menyediakan bahan utama berupa tahu bulat yang didatangkan dari wilayah Cianjur dan Tasikmalaya.
      Lalu, untuk mobil, para pengelola menyewakannya kepada para pedagang dengan biaya Rp 100.000, sudah lengkap dengan tempat penggorengan dan atap terpal.
      "Sehari paling harus keluar uang Rp 50.000 untuk bensin. Minyak goreng dan bumbu sekitar Rp 90.000. Belum lagi untuk uang makan dua kali sehari, minimal 20.000 harus ada," katanya.
      Setiap satu butir tahu bulat yang terjual, ia harus menyetor kepada pengelola sebesar Rp 250.
      Dalam sehari, ia bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 100.000.
      "Lumayan di Bogor kalau jualan. Dibanding di Cianjur, paling kita cuma bisa dapat Rp 30.000 saja sehari," kata Ade, yang berasal dari Cianjur ini.
    • By gogolakanok
      Direktur Wahid Foundation, Zanuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan jumlah warga Indonesia yang terlibat menjadi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meningkat 60 persen. Awalnya WNI yang menjadi penjuang ISIS cuma 500 orang. Sekarang sudah 800 orang menjadi pejuang ISIS di Irak dan Suriah," kata Yenny di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 16 Februari 2017.
      Menurut Yenny, bahkan dari hasil survei Wahid Foundation bersama Lingkar Survei Indonesia pada 2016 mengungkapkan 11 juta dari 150 juta penduduk muslim Indonesia siap melakukan tindakan radikal. Jumlah tersebut mencapai 7,7 persen dari total penduduk muslim Indonesia. Sedangkan, 600 ribu atau 0,4 persen penduduk muslim Indonesia pernah melakukan tindakan radikal.
      Adapun karakteristik kelompok radikal di Indonesia, kata Yenny, pada umumnya masih muda dan laki-laki. Mereka banyak mengkonsumsi informasi keagamaan yang berisi kecurigaan dan kebencian. Selain itu, mereka memahami ajaran agama secara literatur bahwa jihad sebagai perang dan dalam isu muamalah. Bahkan, kelompok yang terpapar radikalisme membenarkan serta mendukung tindakan dan gerakan radikal. "Mereka juga menentang pemenuhan hak-hak kewarganegaraan," katanya.
      Aktivis Islam Yenny Wahid (kiri), Terpidana kasus terorisme Umar Patek (3 kiri) dan mantan narapidana kasus terorisme Jumu Tuani (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur, di Hotel Savana, Malang, Jawa Timur 25 April 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat.
      Survei tersebut didesain menggunakan multi-stage random sampling dengan perkiraan margine of error 2,6 persen dan tingkat keyakinan 95 persen. Sampel terdiri dari 1.520 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah dari orang dewasa berusia setidaknya 17 tahun. "Pengumpulan data dilakukan di keempat Maret dan pekan ketiga April 2016," ujarnya.

      Dari survei tersebut 72 persen atau mayoritas muslim Indonesia menolak tindakan radikal. Namun, dari hasil survei tersebut mengungkapkan tantangan munculnya dan meningkatnya gerakan radikalisme yang perlu mendapatkan tanggapan serius baik dari pemerintah maupun masyarakat. "Aksi radikal di Indonesia mencakup pemberian dana atau materi sampai melakukan penyerangan terhadap rumah agama. Gejala ini patut mendapatkan perhatian, ungkapnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Aplikasi perjodohan di smartphone memang bisa membantu kaum jomblo mencari pasangan tapi bila terlalu banyak app yang digunakan maka kemungkinan mendapat pacar tetap justru berkurang. Demikian menurut konsultan jodoh di “Smart Dating Academy” di Chicago.
       
    • Guest News
      By Guest News
      Penyewaan pacar telah memicu kritikan sejumlah netizen di media sosial dan para ahli hukum yang mempertanyakan moralitas dan legalitas bisnis tersebut.
      Di saat jutaan orang China mudik untuk merayakan libur Tahun Baru Imlek bersam keluarga mereka, Luoluo yang berusia 24 tahun sibuk menjawab pesan aplikasi seluler dari pria-pria putus asa yang mencari pacar kilat yang bisa disewa untuk ditunjukkan kepada orangtua mereka.
      Saat mudik dalam masa liburan tersebut, yang dimulai Jumat (27/1), para lajang sering menjadi sasaran ceramah dari sanak saudara yang menekankan pentingnya pernikahan dan mempertahankan garis darah keluarga.
      Beberapa lajang akhirnya menyewa pacar palsu untuk menenangkan orangtua mereka. Namun ledakan penggunaan ponsel pintar dalam beberapa tahun terakhir berarti bahwa sekarang orang dapat membayar kencan seperti itu lewat beragam aplikasi seluler, hanya lewat beberapa klik.
      "Lebih dari 1.000 pengguna aplikasi kami telah mendaftar sebagai pacar untuk disewa pada libur Tahun Baru," kata Cao Tintian, pendiri aplikasi pacar sewaan Hire Me Plz, kepada Reuters.
      Para pelanggan aplikasi membayar sekitar 1 yuan (US$0,15) sampai 1.999 yuan per jam untuk kencan makan malam, mengobrol, satu permainan mah-jong atau bahkan pijat kaki.
      Harga melonjak sekitar Tahun Baru, dengan ribuan lajang menarik berusia 20an seperti Luoluo meminta honor 3.000 yuan sampai 10.000 yuan per hari.
      "Saya masih mencari orang-orang untuk memenuhi slot waktu saya," ujar seorang perempuan dari provinsi Sichuan, yang tinggal memiliki dua slot setengah hari untuk seminggu ke depan.
      "Tapi hanya untuk mereka yang tinggal di provinsi yang sama. Saya tidak punya waktu untuk bepergian jauh," tambahnya.
      Selain Hire Me Plz, ada lima aplikasi besear penyewa pacar, yang mendapat uang dengan mengambil komisi, dan juga dari biaya langganan.
      "Model bisnis kami masih baru, meskipun semakin banyak orang muda yang menerima ide menjual waktu mereka sebagai komoditas," ujar Cao di kantor pusat perusahaan di Beijing, yang memperkirakan bisnis penyewaan pacar ini akan menjadi pasar bernilai miliaran dolar dalam lima tahun.

      Acara makan malam keluarga besar pada Tahun Baru China di Wuhan, provinsi Hubei.
      Sejak diluncurkan tahun 2015, Hire Me Plz telah mengumpulkan 700.000 pengguna dan 1,7 juta pengikut di Tencent milik WeChat, jaringan media sosial seluler terbesar di China.
      Penyewaan pacar -- di dunia maya maupun nyata -- telah memicu kritikan dalam beberapa tahun terakhir, dimana sejumlah netizen di media sosial dan para ahli hukum mempertanyakan moralitas dan legalitas bisnis tersebut.
      "Tidak ada larangan yang jelas dalam aturan China menyangkut penyewaan pacar. Namun ada risiko-risiko ddi dalamnya, yang juga mungkin melanggar aturan dalam batas-batas tertentu," tulis kantor berita pemerintah China News Services bulan ini, yang mengutip Li Hongzhao, pejabat di Komite Undang-undang Kriminal pada Asosiasi Pengacara Beijing.
      Li mengatakan terkadang sulit mendefinisikan batas-batas keintiman yang pantas dan kapan tindakan intim itu menjadi serangan seksual.
      Seks tidak menjadi bagian layanan-layanan yang ditawarkan dalam aplikasi seluler tersebut. Prostitusi adalah ilegal di China.
      Cao dari Hire Me Plz mengatakan tujuan awal aplikasinya adalah untuk membantu mengatasi masalah kesepian yang dirasakan anak-anak muda yang meninggalkan rumah untuk bekerja sendiri di kota-kota besar.
      "Saya mencari cara yang lebih efektif untuk mengajak orang kencan. Siapa yang ingin berbincang selama berbulan-bulan via jaringan sosial dan berakhir tanpa apa pun?"
      Di negara lainnya di Asia, layanan pacar sewaan sebagian besar berbasis laman, seperti Soulmate di Korea Selatan dan Pally Asia di Singapura.
      Pally Asia, yang menyebut dirinya sarana "menyewa teman", berencana untuk meluncurkan aplikasi dalam semester pertama tahun ini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy