Jump to content
  1. Corei5

    Corei5

  • Similar Content

    • By yhosan
      Siapa nih yang saat disebut Tupperware langsung teringat dengan emak di rumah? Banyak ya pastinya. Yap, dalam dunia perdapuran, Tupperware merupakan wadah makanan kesayangan emak-emak yang amat sangat dijaga oleh ibu kita. Bagaimana tidak, meski bentuknya simple, harganya ternyata cukup mahal. Wajar sih, kalau emak sangat protektif menjaga wadah warna-warni ini.
      Saat Tupperware lecet atau mungkin sampai hilang, wah bisa meletus perang dunia ketiga. Kalau anak-anak zaman sekarang bilang mungkin nama mereka bisa menghilang dari KK jika si Tupperware ini tidak bisa ditemukan. Namun, sebelum menjadi wadah yang sangat dicintai oleh emak, Tupperware punya sejarah panjang yang menarik untuk disimak.
      Pertama kali hadir di tahun 1946, diciptakan oleh seorang bernama Earl Tupper

      Nama Tupperware ini sendiri diambil dari sang penciptanya, Earl Tupper, seorang lelaki berkewarganegaraan Amerika. Ketika itu, Tuppwerware dipergunakan di rumah tangga untuk menyimpan makanan dan membuatnya kedap udara. Salah satu paten penting dari produk Tupperware ini adalah seal penyekatnya yang dikenal dengan sebutan “burping seal“, yang merupakan ciri khusus terkenal dari produk-produk Tupperware, yang membuatnya sangat berbeda dengan produk-produk sejenis.
      Tupperware dulu sempat tak laku loh

      Dikenalkan oleh Tupper, siapa sangka kalau Tupperware ini sempat tidak laku loh. Tupperware dibuat dari bahan bioplastik, yakni campuran antara sayuran dan buah-buahan yang teruji aman untuk makanan dan cukup ramah untuk lingkungan. Mengapa tidak menggunakan plastik kebanyakan. Karena pada waktu itu plastik hanya digunakan sebagai bahan baku perang dunia. Bahan pembuat Tupperware sendiri merupakan terobosan baru yang mudah dicetak secara massal. Nah, kamu pasti tau tutup ikonik tupperware kan (yang ada lingkaran di tengahnya), hal tersebut terinspirasi dari kaleng cat, sehingga Tupperware ini tak sama dengan wadah kebanyakan.
      Strategi pemasaran door to door sejak awal ia eksis di muka bumi

      Sekarang, Tupperware banyak dijual secara online, dijadikan sebagai barang arisan, atau mungkin ada yang menawarkan dari rumah ke rumah. Ternyata, dari awal ia ada, Tupperware memang dijajakan secara door to door. Istilah ini disebut dengan Tupperware Party yang dicetuskan oleh Brownie Wise, perempuan yang akhirnya menjadi wakil presiden pemasaran yang mengantar Tupperware kepada kesuksesan. Penjualan ini ternyata sangat menguntungkan. Karena, perempuan di masa perang dunia waktu itu bisa menghasilkan uang dari usaha mereka sendiri.
      Brownie yang dipecat dan Tupperware dijual kepada Rexall Drug

      Piawainya Brownie dalam menjual Tupperware membuat ia dijadikan sebagai wakil presiden pemasaran. Brownie kemudian dikenal oleh banyak orang, melebihi Tupper sang pembuatnya malah. Hal ini membuat Tupper kesal dan memecat Brownie. Ia kemudian menjual Tupperware ke Rexall Drug pada 1958. Sebelum sahamnya dibeli oleh Rexall, Tupperware sempat masuk ke New York Museum of Modern Art pada tahun 1956. Saat ini Tupperware masuk dalam daftar penemuan terbaik abad 20 yang dibuat oleh Guinness Book of World Records. Bahkan, pada 2013 pasar terbesar Tupperware adalah Indonesia, disusul oleh Jerman.
      Yang membuat Tupperware ini disukai oleh ibu-ibu adalah garansinya yang seumur hidup. Jadi, selagi pemakaian normal, jika Tupperware itu rusak, maka kamu bisa menukarnya dengan yang baru. Tapi, meskipun begitu, emak-emak kita tak akan mengizinkan si Tupperware lecet, apalagi sampai rusak. Karena itulah, banyak sekali meme-meme seputar Tupperware ini.
    • By news
      Aplikasi Bukalapak saat ini terpantau tidak ada di toko aplikasi ponsel Android, yakni Play Store. Apa alasannya?
      Kabarnya, aplikasi Bukalapak sudah tidak ada di Play Store sejak Rabu malam dan sampai saat ini, masih belum muncul kembali. Netizen pun cukup ramai membicarakannya karena penasaran.
      "Sampai saat ini @bukalapak masih belum muncul juga di playstore. Ada apa mas @achmadzaky?" tanya seorang netizen di Twitter.
      "Mau download aplikasi Bukalapak malah gini hasilnya di Playstore. Ada yang tau kenapa? @bukalapak @achmadzaky. Hallo Pak, ini kenapa begini ya?"
      Tim Ngobas sendiri sudah coba melakukan pencarian terkait aplikasi BukaLapak di Play Store pada Kamis (19/9/2019) pagi, dan ternyata kegalauan netizen benar adanya. Aplikasi Bukalapak mendadak lenyap dari toko aplikasi Google tersebut
      Ada beberapa kemungkinan aplikasi hilang dari Play Store. Misalnya karena dianggap melanggar aturan Play Store atau hal lainnya. Di sisi lain, aplikasi Bukalapak masih tersedia di App Store milik Apple.
      Adapun website Bukalapak juga masih dapat diakses dan bisa digunakan seperti biasa. Ngobas sedang berupaya menghubungi pihak Bukalapak untuk konfirmasi.
    • By news
      Gedung Putih Sabtu lalu membenarkan tewasnya Hamza, putra Osama bin Laden yang dicurigai sedang disiapkan untuk memimpin kelompok Al Qaida. Hamza terbunuh dalam operasi militer yang tak dirinci lebih lanjut di Afghanistan-Pakistan. Wilayah yang sama kini juga berpotensi disusupi kelompok ISIS.
       
    • Guest news
      By Guest news
      Para pakar memperingatkan, menghabiskan waktu terlalu banyak di ponsel dan dunia maya akan mengikis kehidupan keluarga dan kehidupan sosial yang nyata. Apple menanggapi peringatan itu dengan memperkenalkan fitur terbaru iPhone yang bisa membantu para pengguna mendapatkan kembali kehidupan mereka.
       
    • By BincangEdukasi
      Beberapa bulan terakhir, ada tren penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan khas dengan rekaman suara dalam menjajakannya.
      "Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih gurih nyoi...," begitu terdengar saat mobil tahu bulat ini melintas.
      Penasaran, suara siapakah yang mengisinya? Saat ditanyakan kepada penjualnya, mereka mengatakan bahwa suara yang diputar berulang-ulang ini ternyata merupakan rekaman suara pemiliknya.
      "Itu bos saya yang ngerekam suaranya di kontrakan," kata seorang penjual tahu bulat, Ade, di Bogor, Sabtu (16/5/2016).
      Ade mengatakan, rekaman suara tersebut sudah dipakai sejak tahu bulat berkembang di daerah Cianjur.
      Ia menceritakan, tahu bulat ini awalnya berkembang di daerah Cianjur dan Sukabumi selama hampir dua tahun.
      Lalu, karena sudah tidak begitu ramai lagi, akhirnya para pedagang ini pindah ke wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.
      Sistem penjualan tahu bulat ini terbilang sistematis. Para penjual tahu bulat ini tergabung dalam grup-grup. Grup terdiri atas tujuh mobil pedagang tahu bulat.
      Para pedagang ini datang dari daerah Cianjur dan Serang. Di Bogor, para pedagang dari satu grup berkumpul di satu kontrakan di wilayah Jambu Dua.
      "Nah, kalau rekaman suaranya sama, berarti itu dari satu grup," ujar Ade.
      Para pengelola menyediakan bahan utama berupa tahu bulat yang didatangkan dari wilayah Cianjur dan Tasikmalaya.
      Lalu, untuk mobil, para pengelola menyewakannya kepada para pedagang dengan biaya Rp 100.000, sudah lengkap dengan tempat penggorengan dan atap terpal.
      "Sehari paling harus keluar uang Rp 50.000 untuk bensin. Minyak goreng dan bumbu sekitar Rp 90.000. Belum lagi untuk uang makan dua kali sehari, minimal 20.000 harus ada," katanya.
      Setiap satu butir tahu bulat yang terjual, ia harus menyetor kepada pengelola sebesar Rp 250.
      Dalam sehari, ia bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 100.000.
      "Lumayan di Bogor kalau jualan. Dibanding di Cianjur, paling kita cuma bisa dapat Rp 30.000 saja sehari," kata Ade, yang berasal dari Cianjur ini.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy