Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
fuufuu

Windows 10 Keinstall di 270 Juta Perangkat

Recommended Posts

windows 10.png

Microsoft mengatakan dalam konferensi pengembang aplikasi Build 2016, bahwa sistem operasi Windows 10 saat ini sudah terpasang di 270 juta perangkat di seluruh dunia.

Microsoft pun mengatakan para pengguna telah menghabiskan lebih dari 75 miliar jam untuk memakai Windows 10.

Sejauh ini juga sudah ada lebih dari 500 perangkat baru yang dirancang secara spesifik untuk sistem operasi tersebut.

Adopsi sistem operasi terbaru ini diklaim sebagai yang tercepat dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya.

Sejak diluncurkan pada Juli 2015 lalu, Microsoft rutin merilis file update untuk Windows 10 sehingga memberikan kesan bahwa sistem operasi ini masih terus dikembangkan.

Sebelumnya, ada beberapa pengguna forum Reddit yang melaporkan bahwa komputer mereka yang masih berbasis Windows 7 secara otomatis melakukan upgrade ke Windows 10 tanpa seizin pengguna.

Hal ini seakan menggambarkan Microsoft memaksa penggunanya untuk segera beralih ke Windows 10. Bisa jadi, hal ini menjadi salah satu penyebab cepatnya tingkat adopsi Windows 10 pada berbagai perangkat. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Samsung merupakan salah satu perusahan dengan penjualan perangkat Androidterbesar di dunia. Perangkat Android besutan Samsung disukai oleh semua kalangan. Bahkan tidaklah mengherankan jika ada yang mengasosiasikan smartphone Android dengan perangkat Samsung Galaxy, layaknya mengasosiasikan air mineral dengan Aqua, pasta gigi dengan Pepsodent, atau mie instan dengan Indomie.
      Kesuksesan Samsung dalam memproduksi dan menjual perangkat Android di seluruh dunia memang patut diancungi jempol. Dibandingkan dengan produsen smartphone yang lain, Samsung memiliki basis pengguna yang jauh lebih besar. Untuk urusan hardware, Samsung memang juaranya. Namun bagaimana dari sisi software? Sehebat apapun Samsung dalam hal penjualan perangkat Android, mau tak mau mereka harus tetap tunduk pada aturan Google, perusahaan yang mengembangkan Android, sistem operasi yang mereka sematkan disetiap perangkat Samsung Galaxy.
      Untuk mengurangi ketergantungannya pada Android dan Google, Samsung bersama Intel dan Linux Foundation mengembangkan sistem operasi mobile sendiri yang diberi nama Tizen.

      Meski belum begitu populer di telinga, Tizen telah dikembangkan sejak awal tahun 2012 yang lalu. Sama halnya dengan Android, Tizen dibuat berdasarkan kernel Linux. Tizen sebetulnya merupakan peleburan antara Samsung Linux Platform (SLP) dengan Linux Mobile (LiMo), proyek gabungan antara Linux Foundation bersama Samsung. Intel bergabung untuk mengembangkan Tizen setelah melepaskan proyek MeeGo pada tahun 2011. Kerjasama ketiga perusahaan ini menghasilkan Tizen 1.0 yang dirilis pada tanggal 30 April 2012.
      Pada bulan Juni 2012, Samsung memutuskan untuk menggabungkan Bada, sistem operasi smartphone yang pernah dikembangkan oleh Samsung, di proyek Tizen. Berkat penggabungan ini, Tizen 2.0 yang dirilis pada bulan Februari 2013 memiliki fitur untuk mengembangkan native app.
      The OS of Everything
      Tizen memiliki slogan “The OS of Everything”. Pemberian slogan ini bukan tanpa alasan. Tizen sejak awal sudah dikembangkan untuk dapat digunakan di berbagai jenis perangkat, bukan hanya smartphone. Bahkan perangkat Tizen yang dirilis pertama kali bukanlah smartphone, melainkan kamera Samsung NX300M. Selain smartphone dan kamera, Tizen juga dapat digunakan untuk TV, mobil, tablet, perangkat smarthome, serta perangkat IoT lainnya. Perusahaan yang merilis perangkat bersistem operasi Tizen memang masih didominasi oleh Samsung. Meskipun begitu, Samsung sendiri dengan bermodalkan perangkat smartphone seri Z (seri khusus Tizen) telah membukukan penjualan sebesar 64 juta perangkat di India. Angka yang cukup menjanjikan mengingat Tizen belum dipasarkan secara global.
      Karena Tizen terbilang baru dibandingkan kompetitornya yakni Android, kita dapat katakana bahwa sebagian besar orang terutama yang sudah pernah menggunakan Android, pasti akan bertanya tentang apa kelebihan Tizen dibanding Android. Ini adalah pertanyaan yang sangat menantang bagi Tizen. Bila kita perhatikan sekilas antarmuka Tizen memang mirip dengan Android, tetapi sebenarnya UX Tizen berbeda dengan Android. Tapi karena Samsung sendiri mentargetkan pasar “pengguna awal smartphone” untuk device Tizen, hal ini tidak akan terlalu bermasalah, selain karena Tizen juga punya kapabilitas untuk dikustomisasi tampilannya.
      Selain itu, Tizen diklaim sebagai sistem operasi yang hemat energi, jauh lebih efisien dibanding sistem operasi Android. Kelebihan ini diraih karena Tizen memang didesain seoptimal mungkin agar dapat berjalan di perangkat apapun dengan mulus, baik itu yang memiliki resource tinggi maupun yang terbatas.
      Aplikasi Native dan Web
      Ada dua tipe aplikasi di Tizen, yakni web dan native. Aplikasi web pada dasarnya adalah website yang dikemas dalam bentuk aplikasi dan dibangun menggunakan teknologi web seperti HTML5, CSS dan JavaScript. Aplikasi web menggunakan Tizen Web Framework untuk dapat berinteraksi dengan subsistem native.
      Aplikasi web menggunakan Web API, yang menjadi struktur standar aplikasi web dengan elemen-elemen dasar. Web API ini memudahkan pengembang untuk membangun aplikasi menggunakan bahasa pemrograman web. Sama seperti aplikasi web pada umumnya, web API di Tizen terdiri dari file index.html sebagai root aplikasi, serta beberapa direktori untuk menyimpan file aset seperti CSS, JavaScript, gambar dan suara.
      Aplikasi native dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C dan dapat mengakses beberapa fitur native yang lebih spesifik seperti kamera, GPS, dan akselerometer secara langsung. Native API menyediakan banyak sekali antarmuka dengan fitur yang umumnya ditemukan di perangkat seluler dan modern, serta mengoptimalkan sumber daya yang terbatas.
      Tizen Store
      Sama seperti Android dengan Play Store dan iOS dengan App Store, Tizen OS juga dilengkapi dengan Tizen Store. Disinilah para pengembang aplikasi Tizen mensubmit aplikasinya sehingga dapat digunakan oleh para pengguna device berbasis sistem operasi Tizen. Tizen Store telah memiliki banyak kategori aplikasi, seperti game, hiburan, edukasi, finansial, kesehatan, anak-anak, gaya hidup, musik dan video. Developer aplikasi dapat memasang aplikasi secara gratis maupun berbayar. Tizen Store sudah dilengkapi dengan managemen aplikasi, statistik download, laporan penjualan aplikasi, hingga dukungan lainnya terkait distribusi aplikasi.
      Dukungan untuk Pengembang Aplikasi
      Melihat geliat perkembangan pemasaran perangkat Tizen, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk bersiap-siap mengunggah aplikasi buatan kita ke Tizen Store. Pengembang aplikasi Tizen memiliki dua pilihan, mengembangkan aplikasi native atau aplikasi web. Aplikasi native dapat dibuat menggunakan bahasa pemrograman C/C++ sedangkan aplikasi web Tizen dikembangkan menggunakan HTML5 dan JavaScript.
      Tizen sangat mendukung developer yang mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5. Bahkan panduan resmi untuk mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5 pada Tizen telah tersedia sejak lama. Hal ini berbeda dengan Android. Secara resmi Google hanya mendukung pengembangan aplikasi Android menggunakan Java sehingga untuk mengembangkan aplikasi Android menggunakan HTML5 kita harus menggunakan perangkat pengembang pihak ketiga.
      Mengembangkan aplikasi untuk Tizen dapat dicapai dengan menggunakan Tizen SDK. Tizen SDK terdiri atas seperangkat tool untuk mengembangkan aplikasi native maupun web. SDK yang dirilis di developer.tizen.org ini terdiri atas IDE, Emulator, contoh kode, dan dokumentasi. Tizen SDK dapat digunakan baik di Windows, Linux Ubuntu, maupun Mac OS X. IDE yang disematkan bersama Tizen SDK sesungguhnya Eclipse yang telah dikustomisasi sehingga dapat mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi untuk Tizen. Jika tidak mau menggunakan Tizen IDE, kita masih tetap dapat mengembangkan aplikasi Tizen asalkan tetap mengikuti aturan-aturan pemaketan Tizen.
      Aplikasi Tizen yang kita kembangkan dapat diterapkan untuk empat kategori perangkat yang disebut dengan “profiles”. Keempat kategori tersebut ialah mobile, wearable, in-vehicle infotainment, dan smart TV. Penerapan aplikasi Tizen pada perangkat mobile tidak jauh berbeda dengan perangkat smartphone lainnya. Tizen memiliki fitur 3D window effects, location based service framework, sensor framework, advanced multimedia, dan kemampuan multi-tasking dan multi-touch. Karena perangkat smartphone Tizen akan memiliki bentang layar yang berbeda-beda, maka Tizen telah disertakan kemampuan untuk beradaptasi terhadap berbagai jenis resolusi layar.Profil wearableditujukan untuk perangkat-perangkat semacam smartwatch. Ia memiliki fitur yang sama seperti yang dimiliki oleh profil mobile. Namun, fitur-fitur profil wearable telah disesuaikan untuk perangkat yang memiliki bentar layar relatif lebih kecil pada profil mobile.Untuk Smart TV, Tizen telah mengadopsi standar terbuka yang berbasis pada Linux untuk mengoptimalkan perangkat entertainment di rumah seperti Blu-ray player dan TV digital. Didesain untuk TV berlayanan internet yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beragam aplikasi, layanan, serta media personal, sembari menonton TV.Profil In-Vehicle Infotainment atau dapat disingkat juga dengan IVI, merupakan profil khusus yang diciptakan untuk membantu membawa kemampuan navigasi, entertainment, dan layanan yang terkoneksi dengan jaringan internet kedalam kendaraan seperti mobil, truk, bus, bahkan pesawat.
      Tizen dan Internet of Things
      Tizen sebagai sistem operasi yang didesain agar dapat mudah digunakan baik oleh developer aplikasi maupun developer embedded system, sudah mengimplementasikan interkonektivitas antar perangkat. Contohnya adalah perangkat wearable berbasis Tizen yang sudah dilengkapi dengan koneksi Bluetooth 4.1 dan WiFi, dapat terkoneksi dengan perangkat lain seperti smartphone untuk mengirimkan data pengguna seperti denyut jantung dan pola aktivitas keseharian. Mulai versi 3.0 Tizen Core API menyediakan fungsi IoTivity, yakni framework perangkat lunak open source untuk pengembangan proyek internet of things. Pada versi ini Tizen dapat diinstal pada perangkat single-board computer seperti Raspberry Pi, salah satu board yang paling popular untuk pengembangan embedded system dan internet of things.
    • By c0d1ng
      Ditengah kabar negatif seputar Windows 10 Mobile, hari ini muncul laporan bahwa Samsung tengah menguji Galaxy S8 versi Windows 10 Mobile. Microsoft dan Samsung tampaknya akan membawa kerjasama mereka ke level yang lebih tinggi. Tentunya setelah kerjasama mereka meluncurkan Galaxy Book dan Galaxy S8 Microsoft Edition.

      Bila dilihat dari screenshot yang beredar S8 versi Windows 10 Mobile akan memiliki konfigurasi yang sama seperti versi China dan Korsel, yaitu dengan RAM 6GB. Sebagai tambahan sumber dari ITHome mengabarkan bahwa ada kemungkinan meluncur di acara 2 Mei mendatang.
      Namun hal itu kecil kemungkinannya. Mengingat acara 2 Mei mendatang berfokus penuh pada pendidikan, bukan berfokus untuk peluncuran hardware baru. Samsung sendiri juga senang untuk bereksperimen dengan hal baru seperti adanya prototype S8 dengan Dual Camera, tapi tidak diluncurkan untuk publik tentunya.
      Mari kita tunggu saja kabar selanjutnya menjelang akhir tahun nanti. Tentu saja hal yang bagus bila S8 nanti hadir dalam versi Windows 10 on ARM disamping Elite x3 versi baru. Tentunya karena S8 dan mungkin Elite x3 versi baru sudah menggunakan Snapdragon 835. Mengingat Surface phone kemungkinan akan meluncur tahun 2018 mendatang.
    • By c0d1ng
      Windows 10 Creators Update sejatinya belum resmi dirilis oleh Microsoft. Microsoft berencana untuk menggelar update besar ke-2 dari Windows 10 yang dijuluki “Windows 10 Creators Update” ini mulai bulan depan.
      Ya, sekali lagi, Windows 10 Creators Update sejatinya belum resmi dirilis. Tapi sejak pekan lalu Tool untuk update yaitu Upgrade Assistant untuk Windows 10 Creators Update sudah bocor dan beredar secara online.
      Melalui Upgrade Assistant ini terungkap bahwa Windows 10 Build 15063 adalah versi final untuk Windows 10 Creators Update, atau disebut juga dengan versi 1703.
      Hal ini diperkuat dengan bukti akhir-akhir ini yang menunjukkan bahwa Windows 10 build15063 adalah build ‘RTM’ untuk Creators Update. Build 15063 adalah build yang sekarang tersedia untuk PC dan Mobile Fast Ring, PC Slow Ring, dan bagi member Program Insider Xbox; dan SDK serta Mobile Emulator yang semuanya muncul secara online pekan lalu.
      Dan sekarang kami bisa mengkonfirmasi bahwa Microsoft telah mulai meluncurkan Windows 10 Creators Update untuk PC dan Tablet melalui Upgrade Assistant yang bocor ini.
      Windows 10 Upgrade Assistant adalah sebuah tool yang sama persis seperti yang Microsoft rilis tahun lalu untuk Anniversary Update. Cuma bedanya sekarang tool ini akan berfungsi untuk men-download Creators Update build terbaru, bukan Anniversary Update.
      Windows 10 Creators Update telah memiliki banyak fitur baru dan peningkatan selama buildterakhir build pratinjau (yang sudah dirasakan oleh Insider).
      HARAP DICATAT!!! Kamu tidak akan melihat apa-apa jika kamu pergi ke Settings > Update & security > Windows Update dan memeriksa update, karena update belum dirilis resmi dan nantinya akan bergulir secara bertahap.
      Beberapa jam setelah beredarnya link download Upgrade Assistant, Microsoft rupanya mengendusnya, Microsoft pun langsung memblokir link tersebut. Ya, Microsoft langsung cepat bertindak sebelum kebocoran ini meluas.
      Kini file Windows 10 Update Assistant yang bocoran link-nya beredar tersebut sudah dihapus dari server Microsoft. Bahkan meskipun kamu sudah memilikinya kamu tidak akan bisa lagi menginstall Windows 10 Creators Update.
      Nah, bagi kamu yang terlambat mendapatkan Windows 10 Creators Update melalui cara ini, perilisan resminya yang kabarnya sudah hadir pada 11 April 2017.
      Menurut kami, menunggu perilisan resminya adalah opsi yang terbaik, toh momen tersebut akan datang beberapa hari lagi.
    • By c0d1ng
      Coba bayangkan, ketika sedang ada presentasi penting, ada pekerjaan yang butuh kecepatan, atau saat bersantai main game di komputer dengan Windows 10, tiba-tiba semuanya lenyap. Ternyata Automatic Update di Windows kita sedang bekerja dan kita harus menunggu bahkan sampai beberapa jam bila Windows sedang mendownload update utama.

      Frustasi? Jelas! Banyak pengguna Windows 10 yang merasakan hal yang sama dan telah mengirimkan komplain ke Microsoft bagian pengembang Windows. Tapi sepertinya Microsoft tak peduli.

      Lama dan Restart di Waktu Tidak Tepat

      Banyak yang mengeluhkan dan menginginkan agar automatic update yang di Windows 10 seharusnya tidak dipaksakan. Banyak cerita tidak menguntungkan disebabkan “paksaan” (Forced Update) Windows untuk update mendadak ini. Karena mulai banyak yang bernasib serupa, beberapa orang mulai mempostingnya di Twitter dengan hastag #update #windows10 #fail supaya viral dan didengar oleh Microsoft.

      Banyak yang mengeluhkan lamanya update, bercerita tentang pekerjaannya yang terganggu, ada pula cerita-cerita lucu lain yang dibagikan oleh para penguna Windows 10 di seluruh dunia.


      Sayangnya, Microsoft justru lebih suka mempertahankan fitur Forced Update ini. Mereka berdalih bahwa ini merupakan bagian dari pelayanan dan pengguna harus merasakan update terbaru dari Windows 10 secepat mungkin.
       

      Rasanya kurang bijak bila terus mempertahankan fitur update otomatis, walaupun itu juga demi kebaikan pengguna sendiri. Apa mungkin seorang dokter memaksa pasien minum obat saat itu juga, ketika mereka sedang berobat?

      Update dengan restart mendadak, apalagi bila pengguna tidak bisa menentukan waktu update, merupakan kerugian waktu sekaligus berkurangnya efisiensi kerja bagi pengguna Windows 10.

      Alhasil, apa yang diungkapkan penulis teknologi di CNET, Sean Hollister sepertinya benar juga. Automatic Update di Windows 10 ini seperti iklan gratis untuk Mac OS milik Apple. “Saya secara umum suka dengan Windows. Tapi bila saya tidak bisa menemukan efisiensi kerja di Windows PC, komputer saya selanjutnya adalah Mac,” ungkap Sean.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy