Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sign in to follow this  
Guest News

Biaya Kuliah di Ontario Akan Gratis

Recommended Posts

Guest News

Ontario akan mengalokasikan dana pendidikan gratis untuk mahasiswa berpenghasilan rendah. Federasi Mahasiswa Kanada menyambut baik langkah itu di era di mana mahasiswa lulus dengan utang sebanyak kredit rumah.

Justin Trudeau.jpg
Justin Trudeau selama masa kampanye di Ottawa, Ontario

Provinsi di Kanada yang paling padat penduduknya, Ontario, menawarkan kuliah gratis bagi mahasiswa berpenghasilan rendah.

Janji dalam anggaran tahun 2016-2017 pemerintah Ontario itu adalah memberi hibah untuk membayar biaya kuliah di perguruan tinggi maupun universitas bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan setahun 50 ribu dolar atau kurang.

Federasi Mahasiswa Kanada menyambut baik langkah itu di era di mana mahasiswa lulus dengan utang sebanyak kredit rumah.

Selama ini biaya kuliah di universitas dan perguruan tinggi di Kanada jauh lebih murah daripada di Amerika.

Pemerintah Ontario yang Liberal hari Kamis juga mengatakan semakin mungkin menutup defisit 4,2 milyar dolar Amerika dalam anggaran mendatang. (www.voaindonesia.com)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Sally Kim mencatat di sela-sela pelajaran fisika di Columbia Independent School di Columbia, Missouri. Orang tua Kim, yang tinggal di Korea Selatan, mengirim Kim tinggal bersama saudaranya di Columbia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
      Siswa internasional yang belajar di AS mencapai rekor tertinggi, tapi jumlah siswa AS yang belajar di luar negeri masih jauh di bawah angka tersebut.
      Data baru organisasi nirlaba Institute of International Education menunjukkan bahwa siswa internasional di AS meningkat 10 persen tahun lalu, peningkatan tertinggi dalam jangka waktu satu tahun selama lebih dari 35 tahun terakhir. Angka ini berkat semakin banyaknya siswa dari negara India yang belajar di AS dan juga dari negara China.
      Jumlah siswa India meningkat hingga 30 persen, kenaikan tertinggi sejak 60 tahun terakhir.
      Tapi jumlah siswa Amerika yang belajar di luar negeri hanya tumbuh 5 persen, dan kurang dari 2 persen siswa S1 yang belajar di luar negeri. Demi meningkatkan angka tersebut, Deplu AS akan membuka kantor baru untuk mengajak lebih banyak siswa sekolah di luar negeri. Seperti yang dilansir dari voaindonesia.com
    • By ThinkSmart

      Di SMA, kita sudah merencanakan ingin kuliah di mana dan jurusan apa. Namun jika kenyataan berkata lain, apa yang harus kita lakukan? Pindah atau tetap bertahan?
      Beberapa ini adalah hal-hal harus dipertimbangkan dalam memutuskan pilihan:
      1. Memang nyasar atau hanya shock?
      Kamu mungkin kaget akan lingkungan kampus dan ritme belajar cepat yang berbeda dengan SMA. Jika itu alasanmu merasa salah jurusan, maka kamu harus pikir-pikir lagi. Di manapun kuliahnya, kamu harus beradaptasi dan pasti akan ada tantangan baru. Tetapi kalau jurusan ini memang tidak sesuai dengan kemauanmu, coba tanyakan pada dirimu sendiri: Apa alasan saya memilih jurusan ini? Apa cita-cita saya? Bisakah saya meraih cita-cita tersebut melalui jurusan ini? Jika jurusan ini adalah pilihan orangtuamu, coba bicarakan lagi dengan mereka. Jelaskan kesulitanmu, tunjukkan bahwa kamu bisa mempertanggungjawabkan pilihanmu dan jelaskan rencanamu ke depan.
      2. Pertimbangkan waktu dan biaya
      Pindah jurusan akan lebih mudah jika kamu masih berada di semester awal. Bayangkan kalau kamu sudah di semester 6, lalu tiba-tiba memutuskan untuk pindah, apakah nggak sayang waktu dan umur? Kemudian, pindah jurusan juga berarti membayar kuliah dari awal lagi. Kalau kamu tidak benar-benat yakin, lebih baik jangan nekat pindah.
      3. Ilmu nggak hanya didapat di kuliah
      Misalnya kamu kuliah di jurusan hukum, tetapi sebenarnya ingin kuliah di jurusan seni lukis. Kamu bisa ikut komunitas seni untuk mengembangkan hobimu sehingga ketika lulus menjadi sarjana hukum nanti, kamu juga punya keahlian melukis. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kamu harus tetap konsultasi dengan orangtua. Jika mereka tidak merestui kamu pindah, jangan bersedih. Jurusan kuliah tidak menentukan kesuksesan seseorang. Tekuni apa yang kamu pelajari di jurusanmu dan kamu akan mendapat ilmu-ilmu baru.
    • By BincangEdukasi

      Hapus dari pikiran Anda bahwa kuliah di Jepang itu sulit. Membiasakan diri dengan budaya baru memang tidak bisa dihindari, tapi semua tantangan akan terbayar oleh pengalaman yang didapat.
      “Sebenarnya kehidupan di Tokyo tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Yang paling beda itu transportasi, cuaca, dan harga. Untuk mengatasi perbedaan itu ya jalani saja,” ujar Caleb Merson Hasibuan, siswa Tokyo International University.
      Menurut Caleb, perbedaan tersebut justru melatihnya hidup lebih mandiri. Misalnya, ia harus menyesuaikan jadwal dengan jadwal bus yang tepat waktu dan belajar cermat mengeluarkan uang karena ongkos harian di sana mahal.
      “Kami mengandalkan gaji kerja part time untuk biaya hidup tambahan. Mendapatkan pekerjaannya juga gampang. Kita bisa jadi kasir swalayan, koki, pelayan, dan lainnya. Bisa bahasa Jepangbasic saja sudah cukup,” tutur Caleb.
      Ya, pemerintah Jepang memang memberikan waktu kerja 28 jam seminggu untuk mahasiswa internasional. Rata-rata gaji per bulan biasanya digunakan untuk membayar sewa apartemen dan biaya hidup sehari-hari.
      Joshua Emor, mahasiswa S-1 program English Track, Tokyo International University, bertutur, kesulitan menyesuaikan diri dengan kebiasaan penduduk lokal pasti ada. Namun, tantangan itu dapat diatasi dengan beradaptasi.
      “Saya pikir hampir semua siswa bisa beradaptasi dengan baik. Yang terpenting itu kerajinan. Rajin dalam segala aspek sangat diperlukan di Jepang,” kata Joshua.
      Berbagi tips, Joshua menyarankan para calon mahasiswa internasional setidaknya mempelajari bahasa dan informasi dasar tentang negara tujuan sebelum berangkat. Termasuk, soal budaya, peraturan spesifik, dan kebutuhan dasar lain.
      Rata-rata kesulitan yang dialami pelajar internasional di Jepang adalah perbedaan bahasa. Meski begitu, hal tersebut tak perlu jadi alasan untuk patah semangat berangkat kuliah ke Jepang. Terlebih lagi, Pemerintah Jepang setiap tahun membuka sekolah bahasa yang bisa ditempuh selama 6 bulan sampai 2 tahun.
      Kelas berbahasa Inggris
      Alternatif lainnya, pelajar dapat memilih program kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Misalnya, belajar melalui program English Track (E-Track) di Tokyo International University (TIU).
      Program ini cenderung menghemat waktu belajar karena tidak mensyaratkan kemampuan bahasa. Meski begitu, pelajaran bahasa dan budaya Jepang tetap diajarkan sebagai mata kuliah wajib.
      E-Track program di TIU membuka jurusan Hubungan Internasional dan Ekonomi Bisnis. Setelah mendaftar, calon pelajar berpeluang mendapatkan beasiswa berupa potongan biaya kuliah sebesar 30 persen sampai 100 persen.
      Untuk tahun ini, pendaftaran dapat dilakukan pada 6-20 November 2015. Bagi yang berminat, cukup menyerahkan esai dalam bahasa Inggris, ijazah, nilai rapor, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS (skor minimal 5,5), TOEFL IBT (skor minimal 61) atau TOEIC (skor minimal 700).
      Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran online di situs https://tiu.applyjapan.com. Formulir aplikasi dengan mudah dapat diunduh melalui http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/asset/docs/Application_Guideline_2016.pdf.
      Konsultasi langsung juga dapat dilakukan mahasiswa dengan menghubungi PIC TIU di Jakarta (Fuji Staff) dalam bahasa Indonesia melalui telepon 021-252-3716 atau e-mail: tiu@fujistaff.co.id. Anda juga bisa berkomunikasi dengan Tokyo Office menggunakan bahasa Inggris atau Jepang lewat nomor +81-3-3362-9644 dan e-mail:etrack@tiu.ac.jp.
      TIU akan hadir pula dalam Education Fair Jasso yang akan diadakan pada 14 November 2015 di The Square Ballroom, Surabaya; dan pada 15 November 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta.
    • By Jennifer_Wirayang
      Zaman kuliah memang berbeda dengan zaman SMA dimana kamu bisa memiliki kesempatan sangat besar untuk lulus bareng dengan teman-teman seangkatanmu. Kalau kamu cukup pintar dan nggak bego keterlaluan, kamu pasti bisa banget ngelewatin ujian kenaikan kelas dan ujian sekolah hingga waktu lulus tiba. Para guru pun dengan senang hati membimbingmu dengan aneka pelajaran dan les tambahan supaya kamu bisa mencapai kelulusan dengan sempurna.
      Sedangkan saat kuliah kamu dituntut untuk mandiri dengan tekad dan semangatmu sendiri untuk lulus tepat waktu. Kapan kamu lulus pun kamu sendiri yang menentukan, karena gak semua mahasiswa seangkatan bakal lulus bareng di waktu yang sama. Berbeda dengan jaman SMA yang membantu muridnya untuk lulus tepat waktu, dosen-dosen di kuliah justru sebaliknya, Terkadang mereka malah membebani mahasiswa dengan tugas-tugas serta proses skripsi yang lama. Dosen sering sulit ditemui saat akan bimbingan dan segala tetek bengeknya sehingga waktu kuliah pun tak kunjung selesai.
      Dan kecepatan lulus kuliah juga dipengaruhi oleh jurusan apa yang kamu ambil karena tiap jurusan tentu berbeda-beda level kesulitan untuk lulusnya. Ada jurusan yang cepat dan gampang lulus, tapi ada juga jurusan tertentu yang memiliki level kesulitan sangat tinggi sehingga para mahasiswanya pun harus rela bergelar mahasiswa abadi selama jangka waktu tertentu.
      Nah ini dia 4 jurusan yang dinilai paling sulit untuk lulus dan bagi kamu yang memilih jurusan ini tentu harus bersiap-siap lulus dalam waktu yang tak bisa ditentukan.
      1. Sastra

      Kamu yang memutuskan untuk memilih jurusan ini kayaknya harus siap-siap lulus lama deh, karena meskipun jurusan ini tampak disepelekan namun nggak semua orang cocok dan berkompeten masuk ke jurusan ini. Hanya orang-orang tertentu yang benar-benar mencintai sastra yang bisa dan siap masuk jurusan ini. Saling cintanya sama sastra, mereka bahkan gak ingin cepat-cepat meninggalkan bangku kuliah lantaran udah pewe banget kuliah di sastra. Itulah mengapa banyak lulusan sastra yang masih saling terhubung satu dengan yang lainnya meskipun udah lulus sekalipun.
      2. Kedokteran

      Kalau jurusan ini sih nggak usah ditanya!  Hampir semua orang mengamini bahwa kedokteran merupakan jurusan kuliah yang paling sulit ditempuh. Selain karena materinya susah, ada prakteknya juga yang para dosennya pun nggak bisa sembarangan meluluskan mahasiswanya kalau dia nggak bener-bener udah mahir. Kodokteran bakalan berhubungan langsung sama nyawa seseorang, jadi nggak bisa main-main, lulusannya pun harus teruji.
      3. Jurnalistik

      Kuliah jurusan jurnalistik atau televisi jangan dikira gampang lho! Meskipun tampak sepele, namun kamu harus bener-bener punya passion dan kreatif kalau mau terjun di bidang ini, Kalau skill dan passion nggak ada, kamu bakalan kalah saing banget sama mahasiswa jurnalistik lain diluar sana. Terlebih jika kampus kamu termasuk kampus yang mengandalkan teori, jelas kamu harus magang di tempat lain supaya banyak pengalaman.
      Dan kegiatan magang ini lumayan menyita waktu, tenaga, dan juga biaya tentunya. kamu harus berada di banyak tempat dengan segudang aktivitas mencari informasi yang faktual dan aktual. So, pengalaman yang banyak akan memperkaya intelektualitasmu dalam dunia jurnalistik. Ini tentunya akan memperlama masa kuliahmu secara akademis.
      4. Teknik Informatika

      Jurusan yang identik dengan pemrograman komputer ini tentunya jangan dianggap sepele. Emangnya kamu pikir kuliah di jurusan ini sangat gampang? Biasanya tugas akhir dari jurusan Teknik Informatika adalah membuat sebuah program yang tidak hanya untuk di ujikan dalam sidang kelulusan, tapi juga implementasi pada kehidupan nyata. Apakah program yang dibuat benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.
      Nah, kebayang nggak proses pembuatan program yang ngejelimet dan juga yang berurusan dengan komputer terus-terusan? Belum lagi kalau komputer error dan berbagai faktor “X”  lainnya yang menghantui.  Jadi kamu butuh waktu yang lama untuk mempersiapkan semuanya di meja sidang  atau kamu bakal digoreng sama dosen penguji!
      Itu dia 4 jurusan kuliah yang dinilai paling lama lulus.   Tapi semua itu balik lagi ke diri sendiri, karena dimana ada kemauan pasti ada jalan.   Selama kamu yakin bakal bisa lulus kuliah dan sukses, pilh 4 jurusan itu nggak ada masalah!
    • By abas
      Hei, mahasiswa baru!  Pasti senang, dong, nggak usah pakai seragam lagi?  Di masa ini, kamu akan terbebas dari jadwal teratur pergi pagi pulang sore seperti yang kamu lakukan selama 3 tahun terakhir.  Ini adalah masa dimana kamu bebas mengatur waktu untuk kuliah, main dengan teman, dan belajar.
      Tapi biasanya mentang-mentang sudah bisa lebih bebas, mahasiswa jadi suka nyantai, nih.  Bukan soal irama belajarnya saja yang jadi kendur, tingkat kesopanan juga jadi tidak  diperhatikan.  Apalagi sekarang tidak lagi diajar guru, yang sudah pasti akan menskors kamu kalau bersikap tidak sepantasnya di lingkungan sekolah.  Tapi… kata siapa kamu nggak akan diultimatum dosen langsung dapat E?  Meski secara langsung mereka tidak terlibat dalam masalah mendrop out mahasiswa, tapi kalau kamu ada dibad side-nya mereka, siapa tahu?  Apalagi kalau ternyata kamu kayak mahasiwa-mahasiswa berikut:
      Kapan Bapak Bisa Temui Saya?

      Udah nilainya K, minta dosennya buat bertamu pula.  Mahasiswa macam ini minta dilempar kuda lumping!
      Bapak di Mana?  Dengan Siapa?  Berbuat Apa?

      Ini maksudnya lagi nyekil Bapaknya atau gimana, nih?
      Kami Nunggu di Kelas (Padahal di Kosan)

      Judulnya sih mahasiswa, tapi siapa coba yang nggak senang kalau dosennya tidak ngajar?  Saking malasnya, mahasiswa selalu menggunakan akal bulus untuk memastikan kelas dibuka atau tidak.  Apa kamu termasuk yang seperti ini?
      Email Saja Pak, Irit Kertas

      Mahasiswa zaman sekarang, terutama yang masih baru, nih, sukanya yang instan.  Makan enaknya mie instan, mandi juga instan karena sudah telat kuliah, teknologi juga pilih yang instan.  Padahal siapa tahu dosen kamu berkacamata minus 20.  Jadi jangan pertanyakan kalau diminta pakai kertas, ya.
      Yang Penting Kan Buat Tugas, Paaaak

      Zaman Mama dan Papa kita kuliah, presensi tidak dipertanyakan, yang penting mengumpulkan tugas dan selalu ikut ujian.  Memangnya kamu mau hidup di zaman purba?  Sekarang kuliah jauh lebih mudah karena berbagai fasilitas dan tingkat kesulitannya jauh dibandingkan ketika orangtua kita kuliah.  Masa masih mau ngotot minta dipermudah lagi?
      Jadi, wahai mahasiswa, apa kamu masih mau melakukan hal-hal seperti itu?  Bagikan ke temanmu supaya mereka tidak di-DO!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy