Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Sign in to follow this  
JustVideo

Snipernya Polisi - Just Video (Ngobas.com)

Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi.
      Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone.
      Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur.

      Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka.
      Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah.

      Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat.
      "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita.

      Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei.
      "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
    • By BincangEdukasi
      Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan.
       
      Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan.
      Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan.
       
      Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali.

      "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu.
      Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja.
       
      Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu.

      "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri.
       
      Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja  sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
    • By JustVideo
      Ini kejadian yang unik gara gara nya ada mobil masuk di bandara. Wah wah wah, ayak ayak wae. Ngantuk kali supirnya. wkwkwk 
      Gimana tanggapan jendral?
       
    • By asliindonesia
      Pemimpin kelompok teroris Filipina yang telah berbaiat ke kelompok teroris ISIS tewas dalam operasi gabungan polisi di kota Kiamba, provinsi Sarangani. Mohammad Jaafar Maguid atau Tokboy yang tewas ditembak polisi pada Kamis dini hari, 5 Januari 2017 merupakan pemimpin kelompok Ansar al-Khilafah yang mendukung ISIS.
      "Dia tewas dalam operasi gabungan yang dipimpin oleh Badan Koordinasi Intelijen Nasional dan polisi," kata Hermogenes Espereon, penasihat Keamanan Nasional seperti dilansir dari Straits Time. 
      Kepala Kepolisian Daerah Sarangani, Cedrick Train menjelaskan, Maguid diserang saat ia hendak meninggalkan resor pantai dengan mennggunakan sedan Toyota Wigo. Dia tewas di tempat, sementara tiga anak buahnya ditangkap. Polisi juga menyita barang-barang termasuk dua senapan serbu AR-15 dan granat.
      Maguid dilaporkan mendapatkan pelatihan oleh teroris Malaysia, Zulkifli bin Hir, yang juga dikenal sebagai Marwan yang dibunuh oleh polisi pada Januari 2015.
      Di bawah Maguid, Ansar al-Khilafah telah membangun jaringan dengan kelompok-kelompok militan di Indonesia terutama Mujihidin Indonesia Timur, yang dipimpin oleh Santoso, seorang Indonesia yang dilatih di Filipina. Santoso tewas ditembak aparat satuan tugas Tinombala pada pertengahan Juli 2016. 
      Maguid, adalah mantan komandan Komando Pangkalan 105 dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang sekarang mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah untuk membentuk otonomi Muslim di kelompok pulau selatan yang dilanda perang di Mindanao.
      Maguid ditangkap pada 2009 atas tuduhan pembunuhan, pembakaran, dan perampokan. Dia melarikan diri penjara pada tahun 2010.
      Ansar al-Khilafah adalah salah satu dari segelintir kelompok ekstremis yang telah berjanji setia atau berbaiat kepada ISIS. Kelompok itu beberapa kali terdeteksi hendak melakukan seragan, termasuk pada pertemuan puncak APEC di Manila tahun 2015.
      Baru-baru ini mereka juga telah memberikan dukungan untuk kelompok Maute, yang bertanggung jawab atas pemboman sebuah pasar malam populer di kota Davao pada September lalu. Ledakan ini menewaskan 14 orang. Rencananya pelaku juga akan membom kedutaan besar AS di Manila.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy